CERPEN 5M

hahaha

  • Home
  • Quote gua
  • CERPEN
  • DAFTAR ISI
  • OPINI
  • TENTANG BLOG
Home » kumpulan puisi keren » HIKAYAT BURUH

Thursday, 6 September 2012

HIKAYAT BURUH

HIKAYAT BURUH

Puisi: Husnul Kuluqi
Sumber: Suara Pembaruan, Edisi 04/02/2006

Hikayat Buruh Perempuan dan Kompor yang Padam
perempuan itu membisu di sudut dapur
malam belum benar-benar beranjak. Masih
ada sisa gelap, serupa kabut hitam tipis
terlihat jelas dari lubang angin yang telah
keropos. di langit, bintang-bintang merapuh
menjelang subuh. sesabit bulan pun pucat
berayun, timbul tenggelam di antara
gugusan awan
"kompor padam, api tak menyala lagi," perempuan
itu bergumam sendiri dalam dingin dan ngilu pagi
di rak kayu yang warnanya telah pudar piring
piring tertelungkup, lama tak terisi. gelas-gelas
menunduk, tak lagi menampung susu si kecil. di dapur
yang sempit, perempuan itu menghitung hari-hari
bersama perih dan nyeri yang datang
bertubi-tubi
"hari ini tak ada yang bisa ibu masak untukmu, nak.
minyak tanah mahal, harga kebutuhan pokok melonjak
di luar hitungan. ibumu hanya buruh, bapakmu sudah lama
di-phk. engkau akan tumbuh sebagai generasi
yang tak berdaya, kekurangan gizi dan kehilangan
masa depan," perempuan itu tersedu sendiri
di gulung hari-hari yang terasa berat
dan melelahkan
ketika pagi datang dengan wajah pasi, malam
benar-benar beranjak pergi. perempuan itu masih
saja di dapur memandang kompor yang tak
kunjung menyala. dan dadanya semakin gemetar
setiap kali mendengar tangis anak-anaknya
yang harus menahan lapar
2005



Tembang Pesisir
istriku, mendekatlah. mari bernyanyi
merayakan kemiskinan ini. sebentar lagi
mungkin kita akan mati. musim-musim
tak pernah bersahabat dengan kita
dan setiap waktu, kita mesti menghitung
kelu. tanpa jemu
lihatlah laut biru yang terbentang, ikan-ikan
yang berenang. kita tak lagi bisa menangkapnya
sebab perahu kita tertambat di dermaga
hanya jadi mainan anak-anak ombak. tak bisa
melancar, tak bisa bergerak
tanpa bahan bakar
duhai, nasib kita istriku. serupa
butir-butir pasir sepanjang pesisir, harus
selalu menghadapi amuk gelombang yang datang
sementara dari selat dan tanjung
maut tak berhenti mengintip
siap mendekat
istriku, mendekatlah. mari bernyanyi
sebelum maut menjemput. membenamkan
jasad kita yang malang
pada hitam tanah
dan bebatuan
2005
Artikel Terkait
kumpulan puisi keren
  • KABUT TURUN BERGUMPAL-GUMPAL DARI PUNCAK GUNUNG
  • MALAM
  • HUJAN BULAN JUNI
  • INTEROGASI CERMIN SLAMET RAHARDJO RAIS
  • (surat) DARI GIBRAN KEPADA MAY ZIADAH
  • SENJA
  • BURUNG-BURUNG
  • MEGA- MEGA
  • LULALLABY
  • SANG JUARA
  • METAMORFOSIS
  • PADA SUATU HARI NANTI
  • YANG FANA ADALAH WAKTU
  • AKU INGIN
  • IMPIAN KANAK-KANAK DAN SONNET X
  • SAJAK SEONGGOK JAGUNG
  • DI NEGERI KABUT, SIAPA DUDUK DISITU
  • KUDEKAP KUSAYANG-SAYANG
  • TANAH YANG SELALU TERSENYUM
  • SAJAK JOKI TOBING UNTUK WIDURI
  • MENCARI SEBUAH MESJID
  • SAJAK-SAJAK ENDANG SUPRIADI (NEGERI DEBU)
  • TAPI
  • SAJAK-SAJAK M. FADJROEL RACHMAN
Newer Post Older Post Home

Entri Populer

  • SASKIA
  • SINOPSIS NOVEL SUPER KONYOL “MENDADAK PAHLAWAN GARUK RANGER”

Blog Archive

  • ►  2015 (35)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (4)
    • ►  July (23)
    • ►  May (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (94)
    • ►  December (8)
    • ►  November (6)
    • ►  October (12)
    • ►  September (5)
    • ►  August (6)
    • ►  July (12)
    • ►  June (9)
    • ►  May (7)
    • ►  April (3)
    • ►  February (12)
    • ►  January (14)
  • ►  2013 (29)
    • ►  December (16)
    • ►  November (8)
    • ►  September (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
  • ▼  2012 (25)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ▼  September (4)
      • BEGITU ENGKAU BERSUJUD
      • SEHABIS TIDUR
      • HIKAYAT BURUH
      • Kejahatan akibat bawang putih
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (9)
  • ►  2011 (13)
    • ►  December (1)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  January (1)
Betapa mudah dan tak sadar menjadi sombong dan tidak iklas dalam beramal (kata mutiara)

Waktu adalah majikan yang mempunyai peluang yang sama. Ilmuwan dan orang kaya tidak bisa membeli jam dan menit yang lebih banyak. Waktu itu luar biasa adil dan pemaaf. Tidak peduli betapa banyak jam yang anda boroskan di masa lalu. Sukses ditentukan oleh cara menggunakan waktu secara bijaksana, dengan perencanaanan dan menetapkan prioritas (denis waitely)
Powered by Blogger.
Copyright 2013 CERPEN 5M - All Rights Reserved
Template by Mas Sugeng - Powered by Blogger