CERPEN 5M

hahaha

  • Home
  • Quote gua
  • CERPEN
  • DAFTAR ISI
  • OPINI
  • TENTANG BLOG
Home » All post

Tuesday, 18 August 2015

GURUKU TERSAYANG, GURUKU TERCINTA


PERGI KE PANGGUNG
orang sibuk mengatakan,
berkata, harus begini, harus begitu
ini baik, ini buruk
orang sibuk mengatakan pikiran mereka
pendapat mereka, ini inspiratif, ini bermutu
ini tidak bermutu, ini etis , ini tidak etis
ini jelek, ini indah, ini luar biasa, ini norak
aku menjadi penonton di kursi
paling belakang, bersama temanku  si kecil autis,
 dan aku tertawa kepadanya
karena si kecil itu   tidak mengerti,
begitu juga dengan diriku, hanya ingin ke panggung
karena sudah bosan dengan pekerjaan sebagai robot
(pkt 2013)
sumber gambar :
www.panggungboneka.net
MP,CP,SP


Mungkin Hanya di sekolah itu. Guru menyumbang agar murid mereka gembira dan berwisata. Ya Allah semoga sisa hidup guru-guru itu barokah.(pkt 2014)



SANG GURU
Bagaimana aku bisa..
Bagaimana aku bisa bilang kamu harus semangat
Sementara aku tidak bisa berjanji diriku bisa selalu semangat
Bagaimana aku bisa bilang itu tidak apa-apa

Sementara semua itu apa-apa untukku..
Kenapa kamu  terlalu memikirkan pendapat orang lain..
Kenapa tidak berpegang teguh pada pendapat sendiri..
Kenapa  patah semangat ketika tidak mendapatkan senyuman, anggukan,  dan persetujuan orang lain..
..lalu  suatu saat orang lain hanya sibuk memikirkan diri mereka..ketika kita jatuh..

Bagaimana kalau aku diam saja..
Dan biarkan diriku belajar dari mereka
dan kamu  belajar...dari  siapa saja yang pantas disebut sang guru...
(pkt 2012)


KELAS MONSTER
ini luar biasa..
Hebat kalau mereka bisa menguasai kelas monster...
Kalau kita sudah biasa menghadapi
dicaci, dipukul ataupun dipermalukan di kelas Monster
dan kita bisa bersahabat dengan kelas monster
dan bercanda di kelas monster
tapi mereka adalah orang baru..
mungkin belum pernah menghadapi
kelas monster
bandel tapi luar biasa kelas monster

 sebenarnya mereka pintar-pintar dan hebat-hebat
(PKT 2013)





MURIDKU MAAF AKU TELAH MENIPUMU
Murid, aku adalah guru pembohong
Aku bilang aku adalah actor
Kadang-kadang aku lemah tapi aku bilang aku tegar
Kadang-kadang aku sehat tapi aku bilang aku sakit, aku hanya ingin istirahat
Saat aku menangis, aku pun menampakkan wajah tersenyum di hadapanmu
Murid, maafkan aku membohongimu
Aku tahu hasil karyamu buruk,tapi aku bilang karyamu unik, kamu perlu memoles sedikit saja.
Suatu saat aku menemukan fakta kalau kamu adalah sangat bodoh,
Tapi aku bilang, kamu hanya lambat, dengan bekerja keras, kamu bisa seperti mereka
Suatu saat aku menyaksikanmu menjadi Murid nakal, , Aku bilang padamu, aku sangat memarahimu, Padahal aku tidak pernah marah padamu
Aku ingin menghukummu, tapi itu adalah aku ingin mendidikmu
Dan hanya sekali ini aku ingin jujur padamu
Pada saat pembagian rapot
Aku bilang padamu
Itu hanya angka-angka dan bukan akhir segalanya
Itu bukanlah bukti kalau kamu bodoh
aku bilang jujur, kalau aku sering salah menulis laporan itu
Maka kamu harus semangatlah, jangan putus asa oleh penilaian itu
Suaut saat kamu akan tahu guru hanya manusia biasa
Dan hanya Tuhan yang akan menilai dengan benar dan sempurna
(rumah sunyi, jam 6.42)


KANGEN MBAH GURU
Mbah..sedang apa dirimu..
Apakah masih sering melamun..
Apakah masih depresi karena tidak punya uang
Apakah masih lupa hari ini senin atau minggu
Apakah kau masih ingat diriku..
Temanmu..
Mbah...melihat dirimu adalah melihat sosok ibuku yang masih hidup..
Hanya saja engkau berbeda, karakter engkau adalah  begitu santai,
Engkau tidak pandai memasak dan sering gagal dalam ekperimen pembuatan kue
Engkau bersahabat dengan anak muda,
Engkau bukan sosok orang tua yang menakutkan, sok kuasa dan dingin
Cara berbicara engkau seperti kami, cara melawak engkau dulu sugguh buat kami terpana
Engkau pandai menirukan suara orang-orang tertentu
Dan itu adalah hiburan bagi pekerjaan kami
Mbah...apakah kau masih bermimpi tentang tempat kerja kita
Apakah kau masih sering bermimpi kita terbang di sekolah sunyi..
Ingin melihat dirimu lagi, ingin berbicara dengan dirimu lagi,
Terakhir sangat berkesan adalah waktu aku berkunjung ke rumahmu..
Aku melihat tidak ada kursi, hanya satu kursi di pojok
“Silahkan duduk, hi di kursi bertelur..!” kata beliau dengan senyum dan tawa khasnya.
Yah kursi rotan jebol dia bilang kursi bertelur.
Wah keramik baru mbah..kataku melihat karpet bergambar .sebuah model keramik.
Haha mbah guru hanya ketawa. Kami pun ketawa. Beliau pun bercerita baru saja ambil kreditan seharga seribu perak. Dan cerita-cerita lain yang membuatku meringis. Dan juga beliau yang selalu mengajarkanku untuk menertawakan kepahitan hidup
Yah begitulah aku dan mbah guru adalah sahabat.
Sayangnya beliau sudah pensiun, tidak ada yang bisa menggantikan beliau
Aku berharap mbah guru tidak sering melamun untuk mengusir penyakit pikunnya . Dan mulai melakukan kegiatan seperti membuat tusuk sate untuk dijual dan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Yah ia adalah guru tanda tanpa tanda jasa. Bukan pegawai negeri. Tidak ada pesangon dan juga uang pensiun untk hari tuanya.
Tidak ada yang bisa membalas jasanya. Tidak ada yang peduli padanya. Aku juga bukan  penulis yang bisa membuat sebuah buku best seller seperti mereka  yang bisa kupersembahkan royalti untuknya.
Aku hanya seorang teman.
Dan berdoa semoga Tuhan memberikan dia balasan uang berlipat di surga
Dan juga rumah yang megah kelak di sana,
(Rumah sunyi  27 oktober 2012)

GURU YANG INGIN MENJADI PENJUAL BUNGA
Kadang-kadang aku ingin menjadi penjual bunga saja..
bukannya tidak iklas dalam mengajar..
murid-murid  mereka tidak salah apa-apa
mereka adalah manusia unik dan hebat tiada tara
mereka adalah teman bagiku...
kadang-kadang aku membayangkan menjadi penjual bunga saja..
tidak ada beban di pundak ini
rasanya lama-lama aku menjadi robot di sini..
tidak pernah menyalahkan
sekolah yang seperti tidak legal
sekolah yang seperti tidak punya yayasan ini...
penguasa yang  seperti tuli tak mengerti
kadang-kadang aku ingin keluar dari pekerjaan ini
dan ingin menjadi penjual bunga saja
(pkt 2013)



Goodbye Mei 2014
Mei yang kelam
Mei yang penuh pelajaran
Mei yang penuh pertarungan
Mei adalah umurku diambil lagi

Mei adalah  tangis , pahit , tawa
Mei adalah saat temanku mempermainkanku
Mei adalah saat aku ditikam oleh kecurangan


April adalah saat sahabat terbaiiku dipanggil yang Kuasa
Mei adalah saat aku merasa sendiri



DIA KINI SAHABATKU
dia memang sahabatku
Dia memang gila
Dia memang bodoh
dan menyebalkan
dia punya penyakit
dia dikira jahat
Tapi aku tidak peduli
yang penting dia tak pernah membohongiku
tak pernah  memerintahku
tak pernah membentakku
tak pernah curang seperti mereka
(pkt 2013)

CERITA PANJANG TENTANG KOPI
akhirnya malam ini aku ngopi
rasanya rindu sekali ngopi
meskipun kopi sudah bikin, sakit pelan-pelan
akhirnya aku malam ini ngopi..
aku merindukan teman yang setia mendengar cerita-ceritaku
teman yang menertawakan hidup...
juga kekonyolan-konyolan dalam hidup..
teman yang mendengar dengan tulus dan sabar
ceritaku...
apakah dia merindukan juga di surga
akhirnya aku malam ini ngopi lagi....
mungkin aku akan ngopi sampai larut malam nanti.....
(pkt 2012)
ngopi= artinya meminum kopi
CP



ziarah
Tanah kering
Tempatmu berbaring.
Dulu kita bersama menertawakan dunia dan ketidakadilan.
Tak sempat kau nikmati perjuanganmu
Terimakasih guruku sahabatku. Krn kenangan getir manis bersamamu aku bisa tetap berdiri .
(2015)  CP






kumpulan sajak dan puisi online judul sajak payung usang

SAAT KAU TAK BUTUH AKU LAGI (SAJAK PAYUNG USANG)
Saat itu mendung,
Kau menemukanku di lapangan
Di hujan deras
Dalam suara lebat
Aku tidak menangis,
Aku sendiri
Aku adalah milik gelandangan kecil
Dia meninggalkanku saat mencari nafkah di jalan
Aku menolehmu,
kamu menangis, dan menunduk
Kamu tak bisa pulang
Kamu butuh diriku
Aku menemanimu pulang
Aku tersenyum melihatmu melangkah dengan berani
Sampai rumah, kamu menyimpan diriku
Hari pun berubah menjadi cerah
Dan kamu menjadi dewasa, dan kamu melupakanku
Kamu sudah memiliki tempat berteduh yang baru
Saat kau tak butuh diriku..
Itu tidak masalah..
Aku sudah cukup senang, aku pernah berguna untukmu
Dan sekarang kamu sudah tidak membutuhkanku
Aku senang melihatmu ceria dengan payung baru
(rumah sunyi: jam 22:32)
(CP, PC)

REZEKI ADA DIMANA-MANA
Rezeki datang dari mana-mana. Kalau sudah rejeki pasti datang sendiri. Seperti seorang nenek yang sangat renta yang memberi kami nasi. Serta rejeki pun tidak akan datang, meski kita ngejar dan berharap rezeki itu, tapi kalau Allah tidak memberinya maka tidak akan terwujud.
bismillah tidak perlu khawatir oleh rezeki.  tidak ada ruginya bersedekah (pkt 2014)



TUHAN, AKU INGIN TERTAWA TERBAHAK-BAHAK
Saat melihat angka tahun itu..
Tuhan, aku tidak percaya
Kalau saja aku tidak berpasrah pada Mu Tuhan
Pastilah aku sudah terjungkal…
Kenapa terjadi kesalahan seperti ini
Mungkin ini skenario hidup yang terbaik untukku
Kalau pun aku tidak lolos dapat itu
Karena kesalahan itu
Karena jiwa ini sebenarnya ingin jujur…
Aku pun tergelak-gelak…
Tidak apa-apa..
Masih ada rejeki di tempat lain..
Tuhan, sungguh tak apa-apa
Aku iklas
Meskipun mereka pasti akan bertanya
Kenapa bisa begini, kenapa bisa begitu
Haha..tapi biar sajalah..
Hanya Tuhan yang tahu..
(rumahsunyi31/7/2013)



KRIK-KRIK
Mbak siti = Kenapa sih hanya nama kita yang tidak keluar ?
 Kakak=  Nasib mbak,
 Mbak siti= ayo dung, cari cara agar kita dapat penghargaan,    kamu protes  lah
 Kakak= tentu saja kita bisa protes,  tapi kan kebenaran di tangan mereka, meski mereka salah, mereka tidak akan mengakui, apalagi minta maaf, di tangan merekalah  yang salah   itu benar.
 Mbak siti= sia-sia (sedih banget) gak adil banget ! masak yang baru kerja kemarin, dan lulusan nya Cuma.....(hiks) mengeluh panjang,
 Kakak= sudahlah mbak, aku juga tidak tahu, birokrasi itu hitam dan misterius, tembok mereka tebal 
Mbak siti=  kenapa ya dunia begini ? dalam matematika satu ditambah satu itu dua, tapi itu teori dalam kehidupan satu ditambah satu itu bukan satu....(ih itu lagunya  bondan tho ?) kok gak adil banget ?
Kakak= soalnya keadilan sedang dipinjam di ruang sebelah mbak,jadi di sini tidak ada keadilan , mungkin besok kalau sudah dikembalikan kan ada adil lagi  :D
Mbak siti= huh, enteng kamu bilang begitu, bagaimana dengan hidupku ?
Kakak= sabar aja  mbak,  Allah kan bertanggung jawab dengan mahluk ciptaan Nya, cacing saja dapat rejeki, dan burung juga tidak akan mati kalau belum waktunya karena Allah maha mengurusi
Mbak siti= gitu ya ?
Kakak ngangguk= hu uh.. (bertopang dagu, memandang gerimis di luar...)
Krik-krik.........
 Krik..krik...
Krik..
Sepi 
 * * Tersenyumlah jika dirimu di uji ¤ ¤ Tersenyumlah jika dirimu di lukai ¤ ¤ Tersenyumlah jika dirimu disakiti ****


Nak, jangan pernah sekali-sekali merasa sudah berjasa
Jangan pernah merasa hebat
jangan pernah merasa sudah menjadi pahlawan
Jangan pernah merasa telah menjadi berguna..
Jangan pernah merasa sesuatu karena hebatmu..
Jangna pernah merasa paling unggul
Jangan merasa paling baik..daridapa orang lain..
jangan melimpahkan kesalahan pada orang lain
 jangan juga pernah menyalahkan oranglain..
Salahkan dirimu saja…






CERITA YANG MENGAMBIL SETTING DARI SEKOLAH SUNYI

CERITA TENTANG SEKOLAH

SEKOLAH SUNYI (3)

PONARYO
(serial sekolah sunyi 2)cuma cerita seperti negeri dongeng..


Murid baru sekolah sunyi,
susah sekali menceritakan tentang mereka semua.Tidak bisa menceritakan mereka dengan detail. Siang ini Anggun membuka lembaran buku baru. Buku berjudul karakter anak sekolah sunyi.

***
Tapi  Anggun belum mulai menulis, dia  memandang ke arah jendela. Angin sepoi menghembus wajah dan juga jilbabnya. Bibir Anggun mengembang, dia teringat k
ejadian kemarin pagi ketika dia menjadi panitia penerimaan siswa baru. Dan dia teringat pada sebuah nama, Ponaryo.
**** 
Dia menjadi siswa nomer 22 di sekolah sunyi. Ibunya datang tergopoh dengan tas yang sudah tidak layak bentuknya, dan anak laki laki itu berdiri sambil makan jajan. Dengan sandal jepit dan wajah tak berdosa.
***
"Cukup fotokopi akte kelahiran dan mengisi blangko pendaftaran,bu ?" ujar Satrio yang kerepotan dengan kertas-kertas yang disodorkan ibu itu.Wanita itu menyerahkan fotokopi KK , buku nikah dan juga ktp yg tidak diperlukan.
****
"Ibu, tolong blangko ini diisi dulu ?" senyum Anggun sambil menyerahkan kertas pendaftaran.

Ibu muda itu pun meminjam pulpen di meja dan mengggerakan jarinya dengan ribet dan dia terus bertanya cara mengisi, dan menulisnya dengan sedikit bergetar. 
"Maaf, tulisannna jelek.." ujarnya sambil nyengir malu. Dan wajahnya sepolos penampilannya.

"Gak apa-apa, bu." kata Anggun yang selalu ramah.
Sementara Satrio sepertinya dari tadi mencoba menahan tawa, ketika mengetahui kalau nama anak itu adalah Ponaryo. Nama yang udik untuk zaman sekarang dan nama panggilannya pun unik yaitu Pon.

"Maaf, saya sekolah SD juga tidak lulus.." tambah ibu itu tanpa ditanya. Dan terus melanjutkan mengisi blangko tersebut. 

"Gak apa-apa bu, yang penting nulisnya benerr." Dengung Satrio yang teringat tadi ada ibu yang mengisi blangko pendaftaran dengan ngawur. Masak, ditanya jumlah saudara kandung berapa, jawabnya banyak. Akhirnya setelah dibantu, acara menulis itu pun selesai.

"Biaya pendaftaran 30 ribu bu, dan buat membeli alat-alat belajar lima puluh ribu !" timpal Satrio sambil menjepit berkas-berkas itu dan memasukkanya ke dalam stopmap. 
Ibu itu dengan gugup mengeluarkan uang dari tasnya. Dan Satrio serta Anggun terperanjat melihat lembaran uang kertas itu dibundel plastik bungkus es lilin.

"Pendaftaran dulu juga boleh bu," ujar Anggun yang gampang merasa iba itu. 
"Iya, bu, ...saya mbayar 30 ribu dulu..soalnya uangnya ini buat makan sehari-hari..hehe." kata ibu itu. "Bapaknya anak tukang angkut di pasar dan jarang pulang." tambahnya.
****
Anggun dan Satrio hanya manggut-manggut...dan tersenyum kecut. Masih memiliki ayah masih beruntung daripada beberapa anak sekolah sunyi yang dikosongkan nama ayahnya karena status anak itu yang tidak jelas. Batin satrio.
****
Lalu ibu itu dan anaknya pulang setelah bersalaman dengan beberapa guru di ruang panita pendaftaran.
Satrio dan Anggun nampak terhenyak di kursi. Mereka sampai lupa kalau ada uang seragam juga.Dalam hati apakah ibu itu bisa membayar. Trenyuh Anggun yang hanya saling pandang dengan Satrio sahabatnya itu.
***

"Hai, bu ! " Anggun dikagetkan oleh seorang anak dengan wajah keras, di belakangnya. Dia memamerkan seragam barunya. Seragam kelas besar.
"Cie..Fakih...wah seragam baru !" tapi Anggun tidak heran melihat kemeja yang tidak dimasukkan sabuk tersebut, dan dia duduk di meja dengan santainya.
"Fakih, turun nak, dan tuh kemejanya dimasukkan ntar diimarahi bu siti lhho..!" ujar Anggun.
**** 
Fakih tidak seperti biasanya nurut, padahal waktu dulu diajar oleh tiga guru ksatria sekolah sunyi dia selalu membantah. Anggun tersenyum teringat hari-hari waktu ngajar Fakih, dia dibully oleh anak itu. Bukan hanya dia tapi semua guru haha..
****
lalu fakih tiba-tiba menyelinap pergi ketika bel kelas besar dah berrbunyi.
anggun kembali menatap buku adminsitrasinya dan dia menulis nama pertama yaitu. ponaryo. entahlah dia belum mengenal karakter anak itu. tapi melihat sosoknya dia terbayang wajah Noffi. anak yang diantar ibunya jalan kaki sambil menggnendong adiknya yang kecil. anak dengan penampilan terlusuh di sekolah sunyi tapi disayang teman-temanya.


tiba-tiba satrio datang di ruang itu. dengan keringat bercucuran rupanya dia baru saja mengantar anak baru buat  melihat ruangan sekolah sunyi.


"wah gila, tadi jam sembilan Ponaryo baru datang..diia gak pakai sepatu bahkan gak pakai sandal..dia nyeker.mengikuti pelajaran haha..." tawa satrio sambil duduk di kursi kerjanya.


"kok bisa ?" tanya anggun.
"kataa ibunya dia lupa ngantar Pon ke sekolah. mereka bedua baru saja pulang dari sawah dan langgsung ke seekolah..!"


"Betulkan ?" anggun tertawa kecil. 


Oalah ponaryo sebuah nama sederhana sesederhana latar belakang hidupnya. semoga saja dia dapat mengikuti pelajaran di sekolah sunyi dan kelak menjadi bintang yang melesat dan bersinar terang di sekolah sunyi


(pkt)
SEKOLAH SUNYI (1) 25/7/2015
Hari ini sekolah Sunyi di kampung Sukaduku kedatangan tiga orang pengawas dari kota yang mengadakan SIDAK mendadak sekali. Guru-guru kalang kabut dan mengutuk kenapa UPT tidak memberitahu dulu ke sekolah, kalau ada kan mereka bisa memperbaiki administrasi atau setidaknya bikin gula aren buat oleh-oleh pengawas. Tapi nasi sudah menjadi bubur, pengawas nampak
kecewa ketika melihat pembelajaran di kelas hari itu sungguh memprihatinkan. Murid di kelas kecil, terlihat tidak bergairah kebanyakan mereka ngupil dan juga tidur selama pelajaran.

"Siswa di kota seumur hidupnya mungkin tidak pernah melihat sapi karena di sana jarang ada sapi, tapi kalian sebagai guru kreatif dan tinggal di kampung tidak memanfaatkan alam, sekali-kali ajak siswa ke kandang lihat sapi," ujar pengawas dengan bengis.

"Maaf, Pak, mereka semua di rumah sudah punya sapi sendiri-sendiri, jadi menurut saya tidak penting bawa mereka ke kandang sapi, mungkin bawa mereka ke mall pake truk ide bagus ?" timpal Satrio. Guru paling muda dan konyol itu. Sementara guru guru lain dan kepsek hanya ngangguk-ngangguk setuju dengna pendapat Satrio. 

dan para pengawas itu terpental ke tembok mendapat jawaban dari satrio itu. Dan saat itu mereka merasa malu dan tidak mau berdebat dengan guru sekolah sunyi yang bagi mereka adalah idiot. Merka cuma berjanji tidak akan memberikan bantuan apapun dan membiarkan sekolah yang sudah miring bangunannya itu ambruk .





SEKOLAH SUNYI (2)

Cuma : sekedar cerita-cerita-an
      Namanya Tohar. Murid paling special, diantara yang special. Bandel minta ampun. Satu hari saja dia  gak bikin siswa nangis, sudah untung. Ini tantangan sendiri buat ku sebagai guru kelas satu.  Sudah sering aku mengatasi anak seperti itu, dan pernah ada yang lebih dari dia. Kalau sehari saja dia tidak masuk sekolah, rasanya ada yang hilang,karena kelas menjadi sepi, karena mulut ku  akan berhenti mengomel. Bukan hanya siswa yang menjadi korbannya, tapi dia semakin keterlaluan karena para guru pun dibulllynya. Untungnya wali murid sudah tahu, dan seperti gak rela anaknya kena pukul atau pun kena tendangan oleh dia.
      Pagi itu,  suatu kehormatan tersendiri bagiku, seorang nenek mewakili semua wali murid menghadap ku , beliau masuk ke dalam kelas dan memberiku  bambu kecil panjang, “Nanti kalau tohar nakal, tolong ini pergunakanlah !” hormatnya. Suasana nampak khidmat. Lalu semua murid pun seperti mundur ke tembok. Wajah Tohar pun memucat dan menatapku tajam seperti membenciku. Lalu aku menghela nafas panjang, ternyata bambu kecil itu seperti sesuatu yang menakutkan semuanya. Aku  menerima bambu itu dengan menunduk  seperti sebuah pedang ksatria yang diberikan untukku menghadapi musuh, dan aku hanya meng-iyakan pada sosok sepuh itu. Selanjutnya aku berdiri di kelas dan merenung lalu masuk ke kantor. Dan diam-diam  kusembunyikan bambu panjang itu ke belakang lemari, aku tak berniat sekalipun menggunakan bamboo itu untuk mendidik atau apapun, aku akan menggunakan cara  lain yang lebih lembut,  meskipun murid itu sering melukai hatiku, tak pernah ada dendam  pada mereka. Kalau pun aku terpaksa menggunakan bambu itu, justru mungkin kelak akan melahirkan  dendam  kesumat pada mereka ke diriku, dan itu akan menakutkanku di dunia dan akhirat.   (Jrreng..! sekedar cerita-ceritaan sambil makan siang  dan sambil berlalu hehehe) 18/8/2015

====



Friday, 31 July 2015

KAMBING PAHLAWAN (1)

Episode : Menyelamatkan Harta Anak Yatim
Oleh aku


Genre = komedi, petualangan
pokoknya apapun yang terjadi, kk tua suka sekali cerita ini wkwk...


Yeah sebenarnya kk tua bingung memberi judul dalam cerita ini. Habis ini cerita yang luar biasa daripada yang lain dengan bintang filmnya adalah kambing dan kucing.
 alternatif judul cerita ini yaitu :
 Kambing pahlawan
 Kambing gaul
 Kambing spektakuler
 Menyelamatkan harta anak yatim
Dan
 Tiga ksatria kambing plus satu kucing.
Uah daripada pusing, biar saja pembaca memilih sendiri untuk judul cerita ini yang kira-kira pas.


         Baiklah cerita ini bermula di sebuah kandang kambing milik Oda Jek. Ode Jek seorang remaja berusia 15 tahun  tinggal di kampung Sukaduku memiliki tiga ekor kambing imut. Kambing itu bernama Biskuit , Wafer dan  Garpu . Begitulah terdengar asal saja Oda ngasih judul kambing itu. Oh ya si Biskuit adalah kambing hitam kurus dan dia itu memiliki masalah pencernaan, agak gak selera makan jadi kurus. Sebenarnya dia sengaja gak makan banyak, dia selalu ingin langsing, jadi dia ceritanya sedang menjalani diet berkepanjangan. Wafer adalah beda banget dengan Biskuit . Wafer kambing jantan jenis gembel  itu  paling dekil dan jorok, tapi berperut sebesar drum minyak, bulat,  gemuk ngimpluk-ngimpuk, bulunya tebal tapi kecoklatan karena jarang mandi, dia itu yang paling gembel diantara yang gembel.  sementara  Garpu kambing kecil berwarna putih bersih tanpa noda, dia yang paling kece dan imut diantara dua saudaranya itu.
        Sebenarnya gara-gara salah asuhan dan perawatan dari Oda Jek, perilaku kambing itu jadi aneh. Biskuit si kambing betina itu suka sekali ngedance, bahkan sekali-kali dia berputar-putar dan menari tari jaipongan atau bahkan ia bisa menari balet. Ia sangat bangga kalau ayam-ayam di kandang bertepuk tangan melihat dia menari. Sementara si Wafer, meskipun penakut ia sebenarnya jago silat, ia juga punya kegiatan yang mulia yaitu mengumpulkan sampah. Ia suka memisahkan sampah organik dan non organik, karena yang  organik bisa dia makan dan yang non organik bisa ia barter dengan rumput segar sama Oda Jek. Yah, ia kambing yang berpikir kapitalis dan kemaruk. Sementara itu Garpu, ia punya hobi menonton tivi  dan baca buku. Diam-diam dia sering nangkring di jendela dan nonton film bersama Oda Jek. Karena itu si Garpu menjadi kambing pemimpi. Cita-cita dia adalah menjadi Spiderman, yah ia ingin sekali merayap di dinding seperti Spiderman dan dia ingin sekali sekolah. Dulu ia pernah ikut Oda Jek diam-diam ke sekolah, alhasil seisi sekolah pada ngetawain Oda Jek, bahkan guru pun menghukum Oda Jek gara-gara dituduh membawa hewan  dan bikin keonaran saat ujian nasional. Padahal waktu itu Garpu hampir diwawancarai oleh sebuah stasiun swasta karena ikut ujian nasional.
      Yah, Garpu itu memang pintar, ia kambing yang bisa penjumlahan dan menulis halus, dan ia sangat terinspirasi sekali dengan Warrior Sheep dan Mario Teguh.  Dan untuk menambah penampilannya yang jenius, si kecil Garpu selalu pakai kacamata bulat yang sudah bolong satu, yah itu kacamata Oda Jek yang udah dibuang di tempat sampah tapi dipakai oleh Garpu dan Oda Jek gak peduli dengan penampilan kambing kecilnya itu  karena PR di sekolah udah terlalu banyak.
        Oke, cerita pembukaan sudah selesai. Marilah kita kulik ke cerita selanjutnya, saat ini di pagi cerah dan indah, kandang ayam menjadi heboh oleh kedatangan Garing. Garing itu kucing tetangga milik si yatim piatu Widuri. Garing gak henti-hentinya menangis sesenggukan dan mengelap ingusnya. Wafer, Biskuit dan Garpu mengelilinginya dengan heran.
        “Habis sudah, habis sudah, kasihan Widuri,” kata Garing.
        “Hu hu  ceritakan ada pa, Rong ?”  tanya Wafer, yang mulai gak tahan. Belum tahu cerita dari Garing, kambing gembel itu ikut menitikan air mata. Pasti cerita Garing itu sangat menyedihkan.
        “Kalian tahu, Widuri sekarang diasuh oleh Paman Kabul Monserat. Tapi pamannya itu sangat jahat, super jahat dan lebih jahat dari yang pernah jahat. Dia itu cuma ngambil harta warisan orang tua Widuri buat foya-foya. Kalian tahu kan orang tua Widuri sebenarnya paling kaya di kampung ini, dan harta setelah mereka meninggal sebenarnya cukup buat Widuri kelak kuliah, tapi apa yang dilakukan Paman Kabul. Ia sekarang sedang membangun rumahnya seperti istana dan itu menggunakan uang Widuri. Memang gak kelihatan kejahatannya, tapi ia juga memperlakukan Widuri dengan tidak hormat. Widuri sering dibentak-bentak, dan disuruh bersih rumah seperti pembantu.”  Garing memeras hidungnya sehingga menimbulkan suara aneh. Lalu Wafer juga tidak kalah heboh ikut menangis. Garpu dan Biskuit mandang Wafer  itu heran. Rupanya Wafer terlalu menghayati cerita Garing.
       “Kok Paman Kabul gitu ya, bukankah anak yatim dipelihara oleh negara dan juga memakan harta anak yatim itu kan dosa besar.” Celetuk Garpu.
      Garing, Wafer dan  Biskuit mandang Garpu melongo.
     “He, kakak-kakak, aku membacanya di buku dan juga mendengar dari pengajian Mamah Dedeh di tipi.” Ujar Garpu sambil nyengir.
       Ketiga hewan itu lalu bernafas lega. Rupanya Garpu gak ngawur saja bicaranya, tapi ia mempunyai dasar yaitu dari buku dan televisi. Mereka pun sedikit bangga punya teman dan adik kambing seperti Garpu yang berpandangan luas tapi meski susah dipahami mereka itu.
     Alhasil ketiga hewan itu setelah dikompori oleh cerita Garing mereka jadi emosi segunung merapi. Dan mereka berniat akan membantu Widuri.
      “Kita harus rebut kembali harta warisan itu ke tangan yang berhak ma men !” ujar si kambing gembel, Wafer.
      “Tapi gimana caranya, aku kan gak bisa apa-apa, aku cuma bisa ngedance dan juga aku ini adalah kambing yang langsing dan terlalu cantik,”  dengus Biskuit dengan nada putus asa dan kecewa yang tinggi.
     “Kaka Biskuit, ingat kita meskipun punya kelebihan tapi punya kekurangan, jadi sebenarnya kita punya otak dan juga kita punya kaki yang mungil dan kita harus percaya pada kemampuan kita sendiri kalau kita hebat, ingat dimanapun berada kita harus semangat Shaun The sheep dan Warrior Sheep. Ingat jangan jadikan perjuangan mereka akan sia-sia kalau kita lembek begini.”  kobar Garpu yang  berdiri di pintu kandang itu. Sementara itu Wafer menepuk kepala Biskuit dengan kaki kotornya sehingga wajah Biskuit jadi penuh debu dan kotoran jerami. Biskuit kesal banget tapi Wafer Cuma berniat memberi semangat pada kakaknya si Biskuit itu.
    “Hidup Shaun The Sheep !”
    “Hidup Warrior Sheep !”
      Mbek ! mbekk ! Koar mereka kemudian. Detik itu juga mereka akan pergi ke rumah Widuri. Mereka akan menyelamatkan harta anak yatim meskipun belum tahu caranya. Dan si Garing pun berterima kasih tak terhingga pada tiga sahabat kambingnya itu tapi belum apa-apa, baru sampai di halaman, si Wafer tiba-tiba berteriak histeris.
     “Tidaaak ! aku gak ikut perjuangan kalian ! kalian saja yang pergi,  di sana ada banyak  preman dan juga leher seram huaah takutt !” Wafer kemudian lari terbirit-birit kembali ke kandang dan  memamah rumput untuk menutupi ketakutannnya.
      Biskuit dan Garpu saling pandang. Mereka sekarang sadar apa yang akan mereka hadapi kalau nekad pergi ke rumah Widuri, yah di sana ada  tentara bebek, preman sapi rumpi dan juga yang paling ganas dan seram adalah si leher seram panjang angsa, yah siapa yang tidak takut kalau pantat mereka di gigit angsa monster itu, rasa sakitnya bisa berbulan-bulan, dan rasa malunya bisa bertahun-tahun,
      “Jadi gini , katanya mau nolong Widuri masak gitu aja kalian udah nyerah, katanya kalian itu kambing paling keren, kambing yang peduli diantara manusia yang udah gak peduli dan katanya kambing pahlawan, kalau begini mending aku pergi ke dukun saja,”  ujar Garing yang mulai kecewa itu.


Bersambung.



Monday, 27 July 2015

the school of dedemit 2

the school of dedemit 2


BAB I
MAKANYA SEKHOLAH

“Hai, apa kabar ?
Monyeng mencoba menakut-nakuti gadis itu. Dia menggelinding tepat di depan gadis tersebut. Lalu berdiri dengan sigap, mengangkat kedua tangan ke atas, lalu berusaha melebarkan matanya, dan menunjukkan gigi serinya yang tidak terlalu panjang.

Gadis itu matanya berkedip  beberapa kali.  Monyeng terkejut. Gadis itu mengamati dirinya dengan seksama. Dia udah berhenti menangis. Gile, gak ada takut-takunya itu cewek. Gadis yang bernama Aurel (dipertegas  ya, ini bukan Aurel putri Anang Hermansyah! @.@) bangkit lalu berjalan mengitari Monyeng. Natap monyeng dari ujung kepala ampe ujung kaki. Monyeng mundur perlahan. Glek ! monyeng menelan ludah. Dia merasa takut banget. Aneh, sebagai hantu harusnya dia itu gak penakut begini.

“BHAHAHAHAH !” gadis kecil berparas cantik yang rambutnya panjang diiket itu tertawa   ngakak. Ha, jadi kamu hantu pohon karet yang sering diceritakan para pekerja Papa ! gile, tak disangka ternyata hantunya imut dan lucu...
Monyeng meringis. Dia malu sekali. Dengan coment dari Aurel tersebut. Dia malah dibilang lucu. Sungguh kata-kata yang tak disangka dan diduga, dan dalam dunia perhantuan sungguh nista.

“Ada apa ini Nyeng ?”  Ibu monyeng melayang keluar dari istananya (pohon karet), dan mendarat tepat di samping monyeng. “Oh, ternyata ada mahluk dari dunia lain ?” heran Ibu yang tangan kanannya megang centong. Rupanya ibu baru selesai masak.
“Iya, ada apa ini, belum malam udah ribut !” lalu tetanga-tetangga monyeng pada bersliweran mendekati tempat kejadian perkara.
“Maaf, Ibu RT, ini anak saya monyeng sedang menakut-nakuti gadis kecil, yang kemungkinan dia tersesat di bukit ini...!” kata Ibu monyeng pada Ibu RT Hantu pohon karet. Di belakang ibu RT ada lima hantu pohon karet, dan juga si Baweel, cowo hantu seumuran monyeng tapi cukup terpandang  karena dia anak pemimpin hantu pohon karet yang bernama Mbah Karto Suromenggolo. 

“Kenapa  gadis itu malah ketawa  ?” tanya mereka serempak.
“Iya, maaf bapak dan ibu, anak saya ini .....Monyeng kamu itu gak pernah belajar yach..!!”  marah ibu.  “Kamu itu malu-maluin ibu aja..” bisik ibu di telinga monyeng.
Ibu untuk menutupi harga dirinya akibat kemampuan putranya yang abal-abal  itu kemudian mendekati gadis kecil itu. Dia mencoba menunjukan kemampuan kalau dia ibu yang super baik buat putranya .
Lalu ibu monyeng yang dulu bernama cendrawartini  itu mengobat-abitkan rambutnya, sehingga kutu-kutunya bertebaran kemana-mana, di depan gadis itu dia inign mengajari the monyeng bagaimana menakut-nakuti manusia.

Gadis itu matanya terbelalak. Rupanya aurel emang punya kemampuan yang langka. Dia dalam cerita ini disebutkan mempunyai kemampuan  indigo. Jadi emang bisa lihat mahluk soft (alias mahluk halus) . Melihat Ibu monyeng bergaya dan menunjukkan kemampuan darah kuntilanak. Gadis itu menatap cendrawartini dengan seksama.

Huah, ibu monyeng agak heran. Karena aurel belum juga takut. Dia kemudian tertawa bergema dan berecho seperti suara khas kuntilanak. Lagi-lagi aurel malah mengernyitkan dahi.  Ibu monyeng betul-betul kesal.  Emang sih,  suara ibu monyeng bagi produser musik terlalu merdu dan berfalselto terlalu tinggi..jadi bisa dimaklumi kalau aurel malah menikmati suara tertawa yang mendayu-dayu tersebut.

Okey,  kalau ini pasti kamu takut ? guman ibu monyeng. Monyeng memandang cemas ke arah ibunya  itu. Dia cemas, kalau ibunya nanti kalap karena di tonton tetangga gak berhasil nakut-nakutin, sungguh memalukan sekali. Apalagi di depan ibu RT dan juga anak bangsawan  hantu, si bahweel.

Ibu monyeng lalu mengeluarkan desis dan melototkan matanya tapi dia tak berhasil membuat biji matanya keluar, matanya malah terasa perih, lalu ibu monyeng membuka mulutnya lebar-lebar. Dengan maksud menununjukkan gigi dan mulutnya yang menakutkan. Tapi karena udah terlalu tua dan gak pernah latihan membuka mulut lebar,....yang terjadi malah satu gigi cendrawartini jatuh menggelinding ke tanah.
Ouchh...!! teriak ibu sambil memegang  giginya yang kesakitan.

Hahahahhaa...gadis tersebut  malah  ketawa terpingkal-pingkal.

Ibu RT dan tetangga Monyeng, pada geleng-geleng kepala ngeliat Cendrawartini. “Huff payah !...betul-betul..hantu gak berpendidikan. Gak level ama  kita. betul-betul memalukan.”  Guman ibu RT kecewa.  Lalu ibu rt dan beberapa warga hantu membalikkan badan, meninggalkan ibu monyeng dengan cibiran dan hinaan.

Monyeng lalu menyeret tangan ibu ke dalam rumah. Agar ibu bisa mengendalikan dirinya yang pasti akan terbawa emosi.
“Ini semua gara-gara kamu nyeng...”   isak Ibu monyeng sambil mencabik rambutnya, karena malu. “Makanya kamu sekolah nyeng..biar jadi hantu yang hebat..!”

“Emangnya dulu ibu sekolah ?”......tanya Monyeng yang merasa takjub dengan ide ibu.
“Enggak !! (gubrak ), kamu itu gimana sih nyeng...zaman dulu mana ada sekholah..baru sekarang aja itu adalah sekolah buat demit. Kemarin ibu waktu ke pasar dapat selebarannya, banyak anak-anak sini yang udah sekolah di sana. Tuh si bahweel juga  sekolah di sana, kamu sekolah ya ?” bujuk ibu dengan mata mengerjap.
“Apa ibu punya uang. Kita kan miskin.”
Ibu mencubit pipi monyeng dengan gemas. “Tenang, jangan  pikirkan biaya Nyeng, ibu akan berjuang habis-habisa demi kamu. Kamu harus sekolah, harus pinter, harus jadi hantu populer...aku yakin kelak keluarga Cendrawartini akan terangkat harkat martabatnya kalau kau jadi anak berprestasi !! kalau perlu ibu akan bekerja jadi  pembantu suster ngesot atau jadi pelayan  tuan pochong yang terkenal itu.” Guman ibu.


Monyeng terharu banget.  Ibu dan anak itu kemudian berpelukan dan menangis lalu terdengar lolongan srigiala di atas bukit. So sweet....(hahah a) lalu mereka dikagetkan oleh tangisan yang makin mengencang. Ya ampun, gadis itu menangis lagi. Aurel  masih tertinggal di depan rumah monyeng. Pasti dia tak tahu jalan pulang.

Bersambung..................

Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Entri Populer

  • 8 HAL YANG MEMBUAT SUSI PUDJIASTUTI MAKIN POPULER
  • SECANGKIR KOPI

Blog Archive

  • ▼  2015 (35)
    • ▼  October (1)
      • KARENA WAJAH KITA TAK SAMA
    • ►  September (3)
    • ►  August (4)
    • ►  July (23)
    • ►  May (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (94)
    • ►  December (8)
    • ►  November (6)
    • ►  October (12)
    • ►  September (5)
    • ►  August (6)
    • ►  July (12)
    • ►  June (9)
    • ►  May (7)
    • ►  April (3)
    • ►  February (12)
    • ►  January (14)
  • ►  2013 (29)
    • ►  December (16)
    • ►  November (8)
    • ►  September (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2012 (25)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (4)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (9)
  • ►  2011 (13)
    • ►  December (1)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  January (1)
Betapa mudah dan tak sadar menjadi sombong dan tidak iklas dalam beramal (kata mutiara)

Powered by Blogger.
Copyright 2013 CERPEN 5M - All Rights Reserved
Template by Mas Sugeng - Powered by Blogger