CERPEN 5M

hahaha

  • Home
  • Quote gua
  • CERPEN
  • DAFTAR ISI
  • OPINI
  • TENTANG BLOG
Home » All post

Wednesday, 10 October 2012

AKU

AKU
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang 'kan merayu
Yidak juga kau
Tak perlu sedu-sedan itu
Aku ini binatang jalan
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

(chairil anwar)

Tag
puisi terkenal, puisi karya chairil anwar, 
puisi chairil anwar judul aku


Wednesday, 12 September 2012

BEGITU ENGKAU BERSUJUD

BEGITU ENGKAU BERSUJUD
(Emha Ainun Najib)

Begitu engakau bersujud, terbangunlah ruang
yang kau tempati itu menjadi sebuah masjid
Setiap kali engkau bersujud, setiap kali
pula telah engkau dirikan masjid
Wahai, betapa menakjubkan, berapa ribu masjid
telah kau bengun selama hidupmu?
Tak terbilang jumlahnya, menara masjidmu
meninggi, menembus langit, memasuki alam makrifat
Setiap gedung, rumah, bilik atau tanah, seketika
bernama masjid, begitu engkau tempati untuk bersujud
Setiap lembar rupiah yang kau sodorkan kepada
ridha Tuhan, menjelma jadi sajadah kemuliaan
Setiap butir beras yang kau tanak dan kau tuangkan
ke piring ke-ilahi-an, menjadi se-rakaat sembahyang
Dan setiap tetes air yang kau taburkan untuk
cinta kasih ke-Tuhan-an, lahir menjadi kumandang suara adzan

Kalau engkau bawa badanmu bersujud, engkaulah masjid
Kalau engkau bawa matamu memandang yang dipandang
Allah, engkaulah kiblat
Kalau engkau pandang telingamu mendengar yang
didengar Allah, engkaulah tilawah suci
Dan kalau derakkan hatimu mencintai yang dicintai
Allah, engkaulah ayatullah
Ilmu pengetahuan bersujud, pekerjaanmu bersujud,
karirmu bersujud, rumah tanggamu bersujud, sepi
dan ramaimu bersujud, duka deritamu bersujud
menjadilah engkau masjid






Saturday, 8 September 2012

SEHABIS TIDUR

SEHABIS TIDUR
(Joko Pinurbo)

Sehabis tidur lahan tubuh kita terus berkurang.
Kita belum sempat bikin rumah atau tempat perlindungan,
diam-diam sudah banyak yang merambah masuk, bermukim
di jalur-jalur darah
di kapling-kapling daging
di bukit-bukit sakit
di ceruk-ceruk kenangan
di kuburan-kuburan mimpi
di jurang-jurang ingatan
di gua-gua kata
di sumber-sumber igauan
Berdesakan, berebut ruang, sampai kita kehabisan tempat,

sampai harus mengungsi ke luar badan

Thursday, 6 September 2012

HIKAYAT BURUH

HIKAYAT BURUH
HIKAYAT BURUH

Puisi: Husnul Kuluqi
Sumber: Suara Pembaruan, Edisi 04/02/2006

Hikayat Buruh Perempuan dan Kompor yang Padam
perempuan itu membisu di sudut dapur
malam belum benar-benar beranjak. Masih
ada sisa gelap, serupa kabut hitam tipis
terlihat jelas dari lubang angin yang telah
keropos. di langit, bintang-bintang merapuh
menjelang subuh. sesabit bulan pun pucat
berayun, timbul tenggelam di antara
gugusan awan
"kompor padam, api tak menyala lagi," perempuan
itu bergumam sendiri dalam dingin dan ngilu pagi
di rak kayu yang warnanya telah pudar piring
piring tertelungkup, lama tak terisi. gelas-gelas
menunduk, tak lagi menampung susu si kecil. di dapur
yang sempit, perempuan itu menghitung hari-hari
bersama perih dan nyeri yang datang
bertubi-tubi
"hari ini tak ada yang bisa ibu masak untukmu, nak.
minyak tanah mahal, harga kebutuhan pokok melonjak
di luar hitungan. ibumu hanya buruh, bapakmu sudah lama
di-phk. engkau akan tumbuh sebagai generasi
yang tak berdaya, kekurangan gizi dan kehilangan
masa depan," perempuan itu tersedu sendiri
di gulung hari-hari yang terasa berat
dan melelahkan
ketika pagi datang dengan wajah pasi, malam
benar-benar beranjak pergi. perempuan itu masih
saja di dapur memandang kompor yang tak
kunjung menyala. dan dadanya semakin gemetar
setiap kali mendengar tangis anak-anaknya
yang harus menahan lapar
2005



Tembang Pesisir
istriku, mendekatlah. mari bernyanyi
merayakan kemiskinan ini. sebentar lagi
mungkin kita akan mati. musim-musim
tak pernah bersahabat dengan kita
dan setiap waktu, kita mesti menghitung
kelu. tanpa jemu
lihatlah laut biru yang terbentang, ikan-ikan
yang berenang. kita tak lagi bisa menangkapnya
sebab perahu kita tertambat di dermaga
hanya jadi mainan anak-anak ombak. tak bisa
melancar, tak bisa bergerak
tanpa bahan bakar
duhai, nasib kita istriku. serupa
butir-butir pasir sepanjang pesisir, harus
selalu menghadapi amuk gelombang yang datang
sementara dari selat dan tanjung
maut tak berhenti mengintip
siap mendekat
istriku, mendekatlah. mari bernyanyi
sebelum maut menjemput. membenamkan
jasad kita yang malang
pada hitam tanah
dan bebatuan
2005
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Entri Populer

  • KUMPULAN SAJAK MASIH BISA TERTAWA (4)
  • MO GOK (KUMPULAN MOTIVASI GO-KILL)

Blog Archive

  • ▼  2015 (35)
    • ▼  October (1)
      • KARENA WAJAH KITA TAK SAMA
    • ►  September (3)
    • ►  August (4)
    • ►  July (23)
    • ►  May (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (94)
    • ►  December (8)
    • ►  November (6)
    • ►  October (12)
    • ►  September (5)
    • ►  August (6)
    • ►  July (12)
    • ►  June (9)
    • ►  May (7)
    • ►  April (3)
    • ►  February (12)
    • ►  January (14)
  • ►  2013 (29)
    • ►  December (16)
    • ►  November (8)
    • ►  September (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2012 (25)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (4)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (9)
  • ►  2011 (13)
    • ►  December (1)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  January (1)
Betapa mudah dan tak sadar menjadi sombong dan tidak iklas dalam beramal (kata mutiara)

Powered by Blogger.
Copyright 2013 CERPEN 5M - All Rights Reserved
Template by Mas Sugeng - Powered by Blogger