CERPEN 5M

hahaha

  • Home
  • Quote gua
  • CERPEN
  • DAFTAR ISI
  • OPINI
  • TENTANG BLOG
Home » All post

Monday, 31 October 2011

TANAH YANG SELALU TERSENYUM

puisi berjudul tanah yang selalu tersenyum

pagi berkabut
kalian ceria berangkat
berbondong bondong
mengeruk tanah
mengolah menjadi batu bata
keringat berpeluh dan tawa
suami istri bekerja bersama
mengangkut tanah
tangan yang menjadi baja
menghidupi banyak anak
dengan tanah itu
semakin hari makin menyemut
orang mencari nafkah tanpa banyak perhitungan matematika, logika dan modal yang banyak
selalu untung tanpa menggunakan ijazah sekolah
tanah itu selalu tersenyum
dia telah membantu banyak orang
tanpa pamrih
bahkan mereka mengeruk semakin banyak
tanah itu sudah membuat lapangan pekerjaan tanpa memaksa mereka berkorupsi
tanah tanah itu hanya khawatir
bagaimana kalau tanah habis beberapa tahun lagi
anak cucu terus mengeruk
dan rumah rumah akan longsor
ke lubang lubang tanah bekas mereka bekerja

pkt
puisi tentang kehidupan, 
puisi berjudul tanah yang selalu tersenyum, 
kumpulan cerpen online 5 m

SAJAK JOKI TOBING UNTUK WIDURI

SAJAK JOKI TOBING UNTUK WIDURI
(W.S. Rendra)

Dengan latar belakang gubug-gubug karton,
aku terkenang akan wajahmu.
Di atas debu kemiskinan,
aku berdiri menghadapmu.
Usaplah wajahku, Widuri.
Mimpi remajaku gugur
di atas padang pengangguran.
Ciliwung keruh,
wajah-wajah nelayan keruh,
lalu muncullah rambutmu yang berkibaran
Kemiskinan dan kelaparan,
membangkitkan keangkuhanku.
Wajah indah dan rambutmu
menjadi pelangi di cakrawalaku

Tag
SAJAK JOKI TOBING UNTUK WIDURI, 
puisi terbaik sepanjang masa,
 sajak W.S RENDRA, 
kumpulan sajak terbaik
kumpulan puisi dan cerpen online

MENCARI SEBUAH MESJID

MENCARI SEBUAH MESJID
(Taufiq Ismail)

Aku diberitahu tentang sebuah masjid
yang tiang-tiangnya pepohonan di hutan
fondasinya batu karang dan pualam pilihan
atapnya menjulang tempat tersangkutnya awan
dan kubahnya tembus pandang, berkilauan
digosok topan kutub utara dan selatan
Aku rindu dan mengembara mencarinya
Aku diberitahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan
dihiasi dengan ukiran kaligrafi Quran
dengan warna platina dan keemasan
berbentuk daun-daunan sangat beraturan
serta sarang lebah demikian geometriknya
ranting dan tunas jalin berjalin
bergaris-garis gambar putaran angin
Aku rindu dan mengembara mencarinya
Aku diberitahu tentang masjid yang menara-menaranya
menyentuh lapisan ozon
dan menyeru azan tak habis-habisnya
membuat lingkaran mengikat pinggang dunia
kemudian nadanya yang lepas-lepas
disulam malaikat menjadi renda-renda benang emas
yang memperindah ratusan juta sajadah
di setiap rumah tempatnya singgah
Aku rindu dan mengembara mencarinya

Aku diberitahu tentang sebuah masjid yang letaknya di mana
bila waktu azan lohor engkau masuk ke dalamnya
engkau berjalan sampai waktu asar
tak bisa kau capai saf pertama
sehingga bila engkau tak mau kehilangan waktu
bershalatlah di mana saja
di lantai masjid ini, yang luas luar biasa
Aku rindu dan mengembara mencarinya
Aku diberitahu tentang ruangan di sisi mihrabnya
yaitu sebuah perpustakaan tak terkata besarnya
dan orang-orang dengan tenang membaca di dalamnya
di bawah gantungan lampu-lampu kristal terbuat dari berlian
yang menyimpan cahaya matahari
kau lihat bermilyar huruf dan kata masuk beraturan
ke susunan syaraf pusat manusia dan jadi ilmu yang berguna
di sebuah pustaka yang bukunya berjuta-juta
terletak di sebelah menyebelah mihrab masjid kita
Aku rindu dan mengembara mencarinya
Aku diberitahu tentang masjid yang beranda dan ruang dalamnya
tempat orang-orang bersila bersama
dan bermusyawarah tentang dunia dengan hati terbuka
dan pendapat bisa berlainan namun tanpa pertikaian
dan kalau pun ada pertikaian bisalah itu diuraikan
dalam simpul persaudaraan yang sejati
dalam hangat sajadah yang itu juga
terbentang di sebuah masjid yang mana
Tumpas aku dalam rindu
Mengembara mencarinya
Di manakah dia gerangan letaknya ?
Pada suatu hari aku mengikuti matahari
ketika di puncak tergelincir dia sempat
lewat seperempat kuadran turun ke barat
dan terdengar merdunya azan di pegunungan
dan aku pun melayangkan pandangan
mencari masjid itu ke kiri dan ke kanan
ketika seorang tak kukenal membawa sebuah gulungan
dia berkata :
"Inilah dia masjid yang dalam pencarian tuan"
dia menunjuk ke tanah ladang itu
dan di atas lahan pertanian dia bentangkan
secarik tikar pandan
kemudian dituntunnya aku ke sebuah pancuran
airnya bening dan dingin mengalir beraturan
tanpa kata dia berwudhu duluan
aku pun di bawah air itu menampungkan tangan
ketika kuusap mukaku, kali ketiga secara perlahan
hangat air terasa, bukan dingin kiranya
demikianlah air pancuran
bercampur dengan air mataku

yang bercucuran.

Friday, 30 September 2011

SAJAK-SAJAK ENDANG SUPRIADI (NEGERI DEBU)

SAJAK-SAJAK ENDANG SUPRIADI (NEGERI DEBU)
Puisi: Endang Supriadi
Sumber: Republika, Edisi 07/30/2006


KABAR BAGI MAIDA 1
aku terluka ditempat gempa, maida
bukan oleh puing atau reruntuhan dinding
tapi oleh derita yang tertangkap mata
telah mencabik-cabik batinku. aku melihat
rumah rebah ke tanah. kota yang dulu cantik
kini telah jadi kota puing
di sepanjang jalan mata seakan dicucuk
duri ikan. kepedihan mereka menyusup ke dada. <
aku tak berpikir ini salah siapa. saut pun
berpuisi, "bencana alam bukan dosa!"
dari desa mancingan sampai ujung imogiri
aku tak melihat ada wajah ceria. semua
terlipat oleh duka. dan tak ada kesan meminta
belum lagi situs-situs yang sekan diperhangus
ya allah, selamatkan sejarah, dan tabahkan
hati mereka
aku terluka di tempat gempa, maida
bukan oleh rasa sakit di pipiku yang tergores
pisau milikmu, atau oleh tajam alismu yang
menancap di hatiku. tapi oleh tangan ini,
tangan yang masih ingin memberi dan membantu
namun terhenti dibatas oleh waktu.
Yogyakarta, 11 Juni 2006

NEGERI DEBU
duka sebegitu tajam tergores di langit ini
sayap kupu-kupu tak bisa membawa beban debu
juga sapu lidi terlalu pendek untuk menyapu
sehektar puing yang dititipkan gempa kepadamu
ini wilayah angin, bisik daun pada
sebutir debu. dan debu itu memang
tak pernah melihat onggokan bukit kapur di sana
kecuali rumah-rumah yang rebah
ditidurkan angin
sebatas mana rentang tanganmu ketika
gelombang memindahkan perahumu ke jalan raya?
atau ketika langit jadi hitam oleh gerhana
atau ketika sebuah menara bergeser karena gempa?
kita akan kembali ke dalam keabadian
melalui liku-liku dalam riset waktu
tak mudah kita menemukan ujung benang
dalam rajutan alam, tak mudah kita
memintal benang jadi gelas bagi air.
Yogyakarta-Jakarta, 12-13 Juni 2006



SAAT DI MANA KAU
saat di mana kau datangi kubur masa lalumu,
angin akan terasa pasir, gemuruh air akan terasa
petir. di setiap kota kau bilang aku bodoh
karena memasang tiang gantungan di mana-mana
itulah aku, sebuah tongkang yang lama tak berlabuh
sedang jiwa terlalu sesak oleh propaganda kehidupan
tujuh kali kau telepon aku tanpa suara. mana ada
tuhan menciptakan telinga hanya untuk mendengar
pintu yang ditutup. cuaca, adalah bahasa waktu yang tak
bisa kita raba. siapa dapat menterjemahkan kepak burung
yang seharian terbang dan tak turun ke dahan? semestinya,
kita tak menyentuh bulu miang bambu itu!

Jakarta, Maret 2006
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Entri Populer

  • 8 HAL YANG MEMBUAT SUSI PUDJIASTUTI MAKIN POPULER
  • SECANGKIR KOPI

Blog Archive

  • ▼  2015 (35)
    • ▼  October (1)
      • KARENA WAJAH KITA TAK SAMA
    • ►  September (3)
    • ►  August (4)
    • ►  July (23)
    • ►  May (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (94)
    • ►  December (8)
    • ►  November (6)
    • ►  October (12)
    • ►  September (5)
    • ►  August (6)
    • ►  July (12)
    • ►  June (9)
    • ►  May (7)
    • ►  April (3)
    • ►  February (12)
    • ►  January (14)
  • ►  2013 (29)
    • ►  December (16)
    • ►  November (8)
    • ►  September (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2012 (25)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (4)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (9)
  • ►  2011 (13)
    • ►  December (1)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  January (1)
Betapa mudah dan tak sadar menjadi sombong dan tidak iklas dalam beramal (kata mutiara)

Powered by Blogger.
Copyright 2013 CERPEN 5M - All Rights Reserved
Template by Mas Sugeng - Powered by Blogger