CERPEN 5M

hahaha

  • Home
  • Quote gua
  • CERPEN
  • DAFTAR ISI
  • OPINI
  • TENTANG BLOG
Home » All post

Tuesday, 28 June 2011

SAJAK-SAJAK M. FADJROEL RACHMAN

SAJAK-SAJAK M. FADJROEL RACHMAN
(Puisi: M. Fadjroel Rachman)
Sumber: Pikiran Rakyat, Edisi 02/10/2007


Tolstoy Memenggal Napoleon
angin dingin menginjak wajah perunggu berlin timur, kaki
bernanah limbung tertatihtatih
aku hanya ingin istirah,mengenang masa lampau sirna & kertap
nyawa ketam liar terakhir
badai berkeliaran di panggung mimpi, mengisap ludah katakata,
selusin ayatayat feurbach

sepanjang sungai spree, angsa putih menjilati hujan beku &
ranum bunga violet kesepian
gemuruh ringkik-dengus kudakuda sejarah menyeret tolstoy
memenggal kepala napoleon
detik berbisik, "bukan napoleon, bukan robespiere,sejarah
merambat seperti rumput liar."
lenin mengeluh, kepala trotsky rekah cemerlang, letusan bunga
darah menyembur mexico
mayatmayat siapa menghitamungu bersimpuh di kakikaki
perunggu tuan marx & engels?
seekor gagak bertengger di kepala marx, melepas kotoran hitam
tepat di hidung mancung
hantuhantu malam menyusup digelap sejarah,melingkar sungai
membelah postdam/berlin
hujan tadi malam membersihkan debu menggumpal di bahu marx,
di kumis kelabu engels
aku menusuk mata beku kedua tuan penentang sejarah,
menyelipkan airmata berlin timur
bilahbilah perunggu menentang panas terik & salju dingin,
membius hentakan sepatu lars
pengkhotbah muda berkeliaran di jembatan kokoh mengutuki dosa
iblis dadudadu sejarah
marx membanting manifesto komunis, menulis pesanan, "tak ada
menu revolusi pagi ini!"
sebotol bir,sebotol bir tumpahkan ke muka kusut pelayan mengisi
aorta darah raja prussia
di tepi jalan pohon riuh mendengkur,membekuk badai tersesat
menyamun kunangkunang
trem terjungkal ke sungai beku, sejoli gagak limbung menyeret
jejak kaki perak purnama
selamat malam, selamat malam, meringkuklah bagai bayi di
buaian penista gerhana bulan
kenangan masih basah di pantai, kepiting laut menghitung
sisasisa rindu & tangisan senja


(berlin, 2006)


Puntung Rokok di Sukamiskin
: ya, aku mendengar tawa renyah di kamar isolasi, "engkau
memanggilmanggil namaku?"
angin berputaran bagai gasing disihir hantuhantu musim hujan,
kucaricari engkau tak ada
4 pintu coklat termangu, gembok kuningan merangka batu,
menyiksa sukma siang/malam
"lama tak bertemu, tuan kemana saja?"16 tahun lalu labalaba
menggigiti tirai jeruji hujan
bungabunga bermekaran menguliti besi,lumut & tembok
sel,menjilat dosadosa dunia fana
burung gereja sembahyang di kubah mesjid, tawanan seringai
azan, torehan lambung luka
"sungguhkah kita bersua di akhirat?" memanggul siksa dunia di
punggung berderakderak
purnama pucat mengusapkan wajah pada jejak telapak kaki,
menggarami mimpimimpimu
"tak mudah bukan melupakan masalalu?" cairan baja tercetak rapi
di pengap batok kepala
wajahwajah kosong melekat di dinding dosa yang luruh
bergelimpangan di rumah tuhan
kamarkamar kosong memanggilmanggil, merindu ciuman semesta
purba ke bibir pantai
harum kenanga membelit kawat berduri, mengemis langit
menyepak leleh gerimis perih
seribu jendela terbuka ke padang kering tak bertuan, hanya kabut
beku di ujung rumputan
kubah mesjid, menara gereja, menusuki langit yang sama dalam
siksaan membeku waktu
10 mata liar menikam harum tubuh perempuan muda, gairah dosa
terlukis di langit suram
"kami cemas," burung gereja menyisir lepuh,"ketakutan malam
membakar planetplanet"
2 puntung rokok, tumpahan ampas kopi di lantai sel,mengiring
lambaian perih perpisahan
telapak kaki menyalanyala menggigit pijar magma, bertasbih
cemas menderas arus waktu
keranda malam melarung takdir ke bintangbintang, merayap di
sungai kering planetplanet
: ya, aku mendengar tawa renyah di kamar isolasi,"engkau
memanggilmanggil namaku?"


Kabut Tangkuban Parahu
jarum tajam cemara menusuk telapak cinta gemetar dan
berapiapi, demam menggelepar
masih hangat janji disekap kabut, ditidurkan rawarawa dibuaian
batuk tangkuban parahu
debu batu apung melesak tenggorokan, mendidihkan asap
belerang goagoa kebosananmu
aku menunggumu 182 ribu tahun, disiram hujan kenangan
berselimut racun asap belerang
aku berbisik menyebut nama sirna di kawahkawah beracun,
tebing berasap tak menyahut
kudengar macan tutul meraung, kijang menguik,membisikkan
kehilanganmu beribu tahun
bayangbayang gelap daun manarasa, menyembunyikan rahasia
langit menista adam-hawa
aku tahu kegelisahan bersemayam di kawahkawah beracun,
berselimut jilatan api magma
racun asap kawah menyambar tawa tergelak, sekeping tawa
berlari tersipusipu bunuh diri
"masihkah engkau mengenalku?"sembur awan panas telanjang
menyirami tebing tandus
"aku tersesat?" berjuta jalan bercabang disiram racun asam tak
lagi berujung ke afrika tua
aku menyeru, tapi engkau meronta menyelusup cemas di ribuan
bangkai belalang & kupu
aku menunggumu setua gunung sunda purba, menyimpan
kerinduan pertama adam-hawa
kabut terpendam, kudengar derai tawamu tersekap, berdesing
menyusupi poripori gunung
retakan aspal jalanan merahasiakan telapak luka, kembang
bakung menyihir kesedihanmu
aku masih mengenali airmata gelisah yang menari di kornea
hitam,seringan serpihan salju
aku menunggumu 182 ribu tahun di tebing asap tangkuban
parahu, bertasbih ledakan lava
cinta yang gemetar merangkai ledakan suar api kehilangan ke
daundaun luruh membusuk
kawahkawah tak bernama mengenali kesepian, mendidihkan
cerobong awanawan hitam
"bila engkau kembali, apakah merindu seperti ledakan magma
melesak dari perut bumi?"

Monday, 30 May 2011

Jangan Bersedih !

jangalah bersedih, kehidupan ini luas


Janganlah bersedih, karena Allah akan selalu bersama kita.Amiin.

Bismillah ...Ketika kita mengeluh : "Ah mana mungkin ....."Allah menjawab : "Jika AKU menghendaki, cukup Ku berkata "Jadi", maka jadilah (QS. Yasin ; 82)

Ketika kita mengeluh : "Capek banget...."Allah menjawab : "...dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat." (QS.An-Naba :9) 

Ketika kita mengeluh : "Berat banget yah, gak sanggup rasanya..."Allah menjawab : "AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupannya. " (QS. Al-Baqarah : 286) 

Ketika kita mengeluh : "Stressss nih ...Panik ..."Allah menjawab : "Hanya dengan mengingatKu hati akan menjadi tenang". (QS. Ar-Ro'd :28)

Ketika kita mengeluh : "Yaaaahh ... ini semua akan sia-sia .."Allah menjawab :"Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya". (QS. Al-Zalzalah :7)

Ketika kita mengeluh : aku sendirian .. gak ada seorangpun yang mau bantuin ..."Allah menjawab : "Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu". (QS. Al-Mukmin :60)

Ketika kita mengeluh : " Duh .. sedih banget ..."Allah menjawab : "La Tahzan, Innallaha Ma'ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At- Taubah :40) 

Ketika kita mengeluh :udah putus asa banget nih / nyesel aku..!"Allah menjawab : "...dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". ( QS.Yusuf : 87) 

Ketika kita mengeluh : " benci banget, kenapa hal ini harus terjadi dalam hidupku.."Allah menjawab : "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah : 216)


Semoga bisa di ambil hikmahnya dan menjadikan kita lebih sabar dalam menjalani kehidupan.


Aamiin allahumma amin


tulisan diatas
dikutip dari blog she-nawangtri.blogspot.com
(ga sengaja walking walking blog menemukan tulisan di atas, nice)

Tag : dont be sad, kehidupan ini luas, tulisan favorit, 

Thursday, 5 May 2011

DAFTAR ISI CERPEN

DAFTAR ISI CERPEN

Friday, 28 January 2011

Kembalikan Senyumku

kumpulan cerpen remaja judul kembalikan senyumku



                                                                KEMBALIKAN SENYUMKU
                                                                   

Kubertanya pada bintang ketika ia padam, arti hidup yang kita jalani Kebencian yang takkan pernah mengering Hilang semua, Tuhan kau ada dimana…(superman is dead)


                “Kak, jangan ikutin aku !”  Angel menatap marah pada Pandu. Masih saja Pandu membuntutinya.
                “Kamu itu keras kepala, bunuh diri tidak akan nyelesein masalah !”
                “Kamu gak tahu apa-apa tentang aku Kak, hatiku sakit Kak !”
                “Tapi masih banyak orang yang sayang kamu ! berpikirlah jernih Angel !”   Pandu mencekal tangan kiri Angel. Cekalannya keras sekeras wajahnya yang cemas.
                Sayang. Huh, Angel mendengus. Ia menghentikan kakinya. Ia menatap tajam ke arah Pandu. Mencari-cari kesungguhan kata sayang itu. Ia gagal menemukan  sesuatu untuk menghilangkan pengapnya. Pandu yang dihadapannya bukanlah Pandu seperti Pandu yang dimimpinya. Ia tahu kenyataannya Pandu itu milik sahabatnya. Bukan, mereka bukan sahabatnya tapi musuhnya, kenapa dia masih bilang dia itu sahabat. Dia tidak memiliki sahabat, semuanya munafik !.
                Pandu, dia kira Pandu itu belahan jiwanya. Ia kira Pandu itu lah yang membuat dirinya satu-satunya dalam hidupnya. Angel kira  Pandu yang sering bersamanya, ke sekolah bareng dan pulang bareng, suatu hari akan menyatakan cinta padanya. Tapi ternyata dia suka dengan sahabatnya sendiri. Ia hanya sebagai pelampiasan saja. Sakit hatinya. Lalu si Marsa, teman baiknya tempat ia sering berkeluh kesah tentang masalahnya. Tempat ia menumpahkan uneg-uneg persoalan keluarganya, hidupnya. Tempat ia curhat tentang Pandu, tentang cintanya yang terpendam , sungguh ia tidak mengira ternyata Marsa suka dengan Pandu. Dan siang tadi ia membuktikan dengan mata kepala sendiri. Pandu dan Marsa jalan bareng di sebuah cafe. Tangan mereka berpegangan dan juga nampak mesra. Dan ketika ia melabrak peristiwa yang mengiris hatinya itu pada Marsa, apa kata Marsa, sungguh diluar dugaan.
                “Maaf Angel, aku dan Pandu sudah lama saling suka, tapi untuk menjaga perasaan kamu, kami tidak ingin menunjukan  tentang hubungan kami, dan aku tahu kamu dan Pandu sahabat,  kamu itu egois, kamu tidak tahu setiap kamu curhat tentang Pandu, hatiku sakit banget, aku ingin nangis tapi aku tahan,”
                Sahabat macam apa itu. Kenapa tidak dari dulu aja bilang. Munafik. Banget. bilang aja dia merebut Pandu dariku. Bukankah dia dari dulu tahu  aku suka dengan Pandu. Kenapa ia tidak mundur saja. Sial. Kesal Angel waktu itu. Lalu angel mendorong tubuh Marsa keras hingga Marsa terjatuh membentur pintu. Semua orang di kelas tahu itu. Lalu semuanya seperti memarahinya. Apalagi setelah itu Marsa sakit, entah sakit apa. Yang jelas semua orang menuduh dia penyebabnya.
                Tuhan betul-betul tidak adil. Siapakah sih Marsa, Marsa hanya cewek biasa, ia bukan model seperti dirinya, tapi semua orang sayang padanya, bahkan Pandu rela tidak masuk sekolah hanya untuk nungguin dia. Sementara Angel, ia anak orang kaya, ia juga butuh kasih sayang. Ia butuh diperhatikan, ia tidak punya tempat curhat.  Ibunya kabur ke luar negeri dan cukup mengirimi uang saja untuk kebutuhan hidupnya, ia hanya punya Pandu, tapi Marsa sudah mengambilnya. apakah itu adil. Huff  ia benci hidup ini.
                Ia tidak perlu hidup.  Buat apa hidup. Ia tidak dibutuhkan siapa-siapa. Ia tidak berguna. Ia tidak berharga bagi siapa-siapa. Ia sudah minta maaf pada Marsa. Marsa juga sudah memaafkannya tapi teman sekelasnya menjauhinya. Mereka mengecap dia, “anak manjalah, penguasalah ! egoislah ! jahatlah ! judeslah !”
                Cukup. Ia sudah minta maaf. Ia sudah mengiba di depan kelas. Tapi teman-teman pergi ketika ia datang. Mereka membiarkan dirinya sendiri di kantin, dan Angel merasa tidak diterima teman-temannya. Dan  sekarang ia sudah habis kesabarannya. Ia tidak akan meminta maaf pada mereka. ia juga sudah tidak peduli dengan Marsa. Ia juga tidak butuh Pandu. Ia juga tidak perlu meminta ibunya datang menemaninya. Cukup. Ia ingin hilang dari dunia ini.    Ia sudah tidak kuat menanggung  beban ini sendirian.
                Lampu taman sore itu sudah menyala. Mobil yang ditumpangi Angel terhempas menyilang di pinggir trotoar. Hampir saja mobil itu ringsek menabrak tugu jalan. Semua itu karena Angel menyetir dibatas kewajaran. Untung saja Pandu memutar stir dan mengendalikan mobil itu.
                “Kak, kenapa kamu selalu menggagalkan aku untuk mati, aku ingin mati kak, tidak ada gunanya aku hidup, semua orang membenciku, semua orang yang aku sayangi sudah hilang !”
                “Ya udah kalau kamu mau mati, mati saja lu, tapi ikut aku dulu !” Pandu menyeret tangan Angel. Ia tahu Angel akan mengambil silet atau pecahan kaca dan mungkin akan menggoreskannya di pergelangan tangannya. Dia tidak ingin Angel berbuat bodoh seperti itu. Ia ikut merasa bersalah kalau terjadi apa-apa dengan Angel. Ia sayang Angel. Tapi sayangnya hanya sebatas teman. Ia tidak bisa memaksa hatinya meskipun Angel selalu perhatian padanya. Dan  meski Angel  sempurna, cantik, kaya, tapi emosinya tidak stabil. Ia membawa angel ke tempat pemakaman umum. Di sana ia memperlihatkan gundukan nisan.
                “Lihat ! kalau kamu sudah mati, kamu nanti di kubur di sana,, atau mungkin di dekat sana, orang-orang nangisin kamu, tapi kamu tidak bisa apa-apa lagi, emangnya setelah mati terus masalah hilang gitu apa ?, berasa lo kalo kamu  ditanya  malaikat, hidup kamu untuk apa, masa muda kamu untuk apa, umur kamu, sehat kamu, kalau kamu mati dengan putus asa gitu, surga udah tertutup bagi kamu, dan itu makin runyam bukan !”  sentak Pandu. Wajahnya lengket dengan keringat. Suara Pandu udah mulai habis. Dia udah capek nyadarin angel.
                “kamu  tidak tahu apa-apa tentang aku kak, hidup kamu enak, gak kayak aku, kamu itu pintar nyeramahin aja,” pelan angel sambil menunduk. Ia tak berani menatap makam itu. Ia mendengar Pandu menghela nafas panjang.
                “Udah terserah kamu aja ! mati aja kamu ! di dada kamu itu  tersimpan kebencian, dan benci itu jahat, dan kejahatan itu akan senang bila kamu hancur, dia itu Cuma menghancurkan kamu angel !!” lantang Pandu. “oh ya orang yang mo bunuh diri itu orang yang pengecut tahu !” setelah berkata seperti itu Pandu melangkah tegas. Ia pergi meninggalkan angel.
                Angel berdiri mematung. Senja di langit. Suara sayup-sayup kendaraan yang merayap pulang menuju ke rumah. Air mata angel menitik. Ia ingin pulang. Tapi ia tidak tahu pulang kemana. Hatinya sudah hancur.  Kak, kembalikan lagi senyumku  seperti dulu.  lukaku   amat dalam, Kak. Angel merintih.
                Bener kata Pandu ada kebencian di dadanya. Dan itu emang jahat. Dan mungkin ia memang jahat. Angel menjatuhkan lututnya di tanah. Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan ia menangis tergugu di halaman pemakaman yang sepi itu. Ia tidak ingin mati. Tuhan, engkau ada dimana. Tuhan tolong aku.

                Esok harinya. Pandu kaget. Teman kelasnya kaget. Ia melihat Angel masuk kelas.  Angel tersenyum pada teman-temannya. Ia duduk di kelas dengan wajah yang jauh dari cemberut. Tidak ada wajah yang masam dan mendung seperti kemarin.
                Aku tidak akan membiarkan diriku hancur. Aku akan mulai dari awal lagi. Tidak ada yang membiarkan diriku sedih dan sakit selain diriku sendiri. Kalau aku tidak mengizinkannya, itu tidak akan terjadi. Dan aku akan berusaha membuat diriku tersenyum lagi. Yah, hanya diriku sendiri yang membuat aku tersenyum lagi. Guman angel. Terima kasih Tuhan Engkau telah menyadarkanku.

(tamat) 


(“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan (kesusahan) “  (Qs. Ath. Thalaq (65) : 7)



tag
cerpen galau, 
cerpen sedih kumpulan cerpen, 
kumpulan cerpen online judul kembalkan senyumku
Newer Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Entri Populer

  • KUMPULAN SAJAK MASIH BISA TERTAWA (4)
  • MO GOK (KUMPULAN MOTIVASI GO-KILL)

Blog Archive

  • ▼  2015 (35)
    • ▼  October (1)
      • KARENA WAJAH KITA TAK SAMA
    • ►  September (3)
    • ►  August (4)
    • ►  July (23)
    • ►  May (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (94)
    • ►  December (8)
    • ►  November (6)
    • ►  October (12)
    • ►  September (5)
    • ►  August (6)
    • ►  July (12)
    • ►  June (9)
    • ►  May (7)
    • ►  April (3)
    • ►  February (12)
    • ►  January (14)
  • ►  2013 (29)
    • ►  December (16)
    • ►  November (8)
    • ►  September (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2012 (25)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (4)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (9)
  • ►  2011 (13)
    • ►  December (1)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  January (1)
Betapa mudah dan tak sadar menjadi sombong dan tidak iklas dalam beramal (kata mutiara)

Powered by Blogger.
Copyright 2013 CERPEN 5M - All Rights Reserved
Template by Mas Sugeng - Powered by Blogger