CERPEN 5M

hahaha

  • Home
  • Quote gua
  • CERPEN
  • DAFTAR ISI
  • OPINI
  • TENTANG BLOG
Home » All post

Saturday, 12 July 2014

SIAPA PAHLAWAN DALAM MOS (MOS SERAM 10)



cerbung gokil mos seram



MOS hari kedua 

   Di ruang sebelah timur tepatnya di aula. Yona, Gugun dan Amir  duduk di kursi saling bersebelahan. Angin   bertiup semilir dari sawah belakang sekolah  bagaikan  AC sejuk merek Jepang . Wajah mereka nano nano mendengarkan konvoi ceramah dari bapak ibu guru SMA sewon. Dari jam tujuh sampai jam sebelas mereka dijejali dan dibanjiri ceramah. Wajah Asam, asin kecut. wajah terhenyak, melongo dan wajah menyipit ngantuk menghiasi sebagian pelajar.
   Bahkan Amir sedikit-sedikit  ngangguk-angguk dengan mata merem karena gak tahan dengan suasana siang itu yang panas, tapi sejuk sehingga terseret  ke alam mimpi dengan bunga-bunga nan indah dan Amir sebagai bintang film india.
   Kalau dilihat secara rata-rata lewat kamera di ruang aula itu peserta MOS sedang berjamaah ngantuk dan melongo. Padahal materi yang sedang disampaikan Ibu Fatimah itu  berguna dan sangat penting. Yaitu tentang tata tertib dan tata  krama.

   Ini salah satu penjelasan dari Ibu Fatimah.
“KETENTUAN TAMBAHAN. Dalam kegiatan sehari-hari di sekolah setiap siswa dilarang melakukan hal-hal berikut: Merokok, minum-minuman keras/mabuk, mengedarkan dan mengonsumsi narkotika,obat psikotropika, obat terlarang lainnya dan berpacaran di lingkungan sekolah.Berkelahi baik perseorangan maupun kelompok di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Bekerjasama/ menyontek pada saat ulangan/ ujian. Berbicara kotor, mengumpat, bergunjing, menghina, atau menyapa antar sesama siswa atau warga sekolah dengan kata, sapaan atau panggilan yang tidak senonoh. Membawa barang yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan sekolah, seperti senjata tajam atau alat-alat lain yang membahayakan keselamatan orang lain. Membawa, membaca atau mengedarkan bacaan, gambar, sketsa, audio atau video pornografi.
Dan selanjutnya,,...dan selanjutnya............

    Bagaimana tidak mengantuk. Bu Fatimah yang diperankan oleh Soimah (Soimah adalah sinden gaul yang sedang terkenal) membacakan tata tertib dan tata krama sepanjang kertas seratus meter dengan suara pelan, bening dan dengan suara bercengkok seorang sinden. Bahkan seorang guru di sebelah Bu Fatimah gak tahan ngantuknya tiba-tiba jatuh mendengkur karena  suara Bu Fatimah dalam membaca tata tertib tersebut mengandung sirep tidur dosis tinggi.
     Mungkin hanya Yona yang masih bertahan tidak terpengaruh oleh sirep mengantuk yang ditebarkan Ibu Fatimah. Tokoh kita yang cerdas dan pintar itu berusaha keras untuk melotot dan membelakakan mata untuk mendengarkan tata tertib itu dengan seksama.
     Dan tiba-tiba ada kata-kata yang membuat cewek judes ini manyun dan cemberut. Yaitu kata-kata yang udah ditebalin ama pengarang yaitu.... Dalam kegiatan sehari-hari , siswa dilarang berbicara kotor, mengumpat, bergunjing, menghina, atau menyapa antar sesama siswa atau warga sekolah dengan kata, sapaan atau panggilan yang tidak senonoh.
     Huff tapi apa yang dilakukan senior pada junior..sungguh kalo ditilik pasal tata tertib sekolah pastilah udah melanggar. Tapi apa daya, senior yang berkuasa dan sedang naik daun seharusnya menjadi contoh malah melakukan hal itu. Dan mereka tidak dihukum !!!

      Malah, lihatlah itu pembaca. Ketus Yona sambil berbisik ke kamera . Yona melihat di deretan belakang. Senior sedang merampas barang elektronik semacam gadget dari saku seorang junior yang ketahuan sedang facebookan saat ceramah Bu Fatimah.  Junior itu didakwa udah melangar peraturan dan langsung digiring ke ruang senior entah mau diapakan mereka. Tapi senior sendiri , Yona lihat  bawa gadget di saku mereka.  Huff, gak adil !. Tiba-tiba Yona terkejut. Seseorang mencolek bahunya dari belakang.
      “Mbak..ikutan les bahasa inggris LIA, ya ? bagus lho..nanti Mbak langsung bisa cas cis cus....” lirih seorang cowok junior berambut blonde dan berwajah oportunis sambil mengedipkan mata kirinya.
      Yona  belum menjawab dan hilang keherannya tiba-tiba cowok tadi udah menghilang di kolong kursi, rupanya dia  takut ketahuan senior. Lalu muncul cowok beda lagi, muncul di kaki kursi peserta MOS di depan Yona, menyodorkan selebaran kursus komputer , les Matematika dari bimbingan belajar .
     “Ikut bimbel ini ya Mbak....pendaftar 50 orang dapat diskon pulsa 50 ribu lho ? rugi kalo gak segera daftar.”  celoteh cowok itu dengan senyum seorang pedagang tulen.
      Yona meringis. Kok ya, sempet-sempetnya lagi MOS gini, tuu orang jadi sales, mungkin saking mandirinya  atau karena kebutuhan ekonomi mendesak membuat mereka berbuat kreatif seperti itu. Ketika Yona Miris dan  memuji mereka, Yona khawatir junior yang nyambi dagang itu terkena patroli senior.
      Bener saja, dua junior yang bertampang oportunis itu gak tahu kalau di belakang nya sudah ada senior. Dan langsung aja lima cowok senior itu menekuk tengkuk junior tersebut, dan mereka ditangkap untuk dibawa ke ruang senior.
    “ ini sekolah buat tempat belajar, bukan  berbisnis ! emangnya ini pasar !!” Kak Senior cepat merebut brosur di tangan dua cowo itu.
     “Dua cowok tadi  berontak dan menjerit waktu brosur di tangan mereka dirampas semua. “Jangan ! brosur itu modalku !!” jerit mereka.
      Kak Danang segera menyobek dan melempar kertas brosur itu ke tempat sampah. Konstan dua cowok junior itu histeris, dan  jeritan cowok itu mengerikan, membuat para peserta MOS yang tertidur otomatis terbangun.
    “Ada apa !!???”  siapa yang lewat !!” colot  mereka asal-asalan. Setelah mereka tahu kalau senior sedang menindak junior, hati mereka trenyuh. Tapi mereka gak bisa berbuat apa-apa waktu dua cowok itu digelandang paksa ke sekretariat OSIS.
     “Pastinya mereka mau diceramahin dan diberi hukuman setimpal, kalee.” Komentar seorang pelajar cowok yang ganjen.
     Semua kompak menghela nafas panjang  melihat pemandangan miris itu. Mereka mulai merasa kaku, dan melihat kaka senior itu seolah berubah jadi monster yang bengis. Dan mereka gak berani melihat tampang senior lagi dan di diam tempat duduk hanya bisa menelan ludah dan lutut gemetar.

     Setelah acara ceramah tata krama di aula selesai, peserta MOS digiring masuk ke kelas untuk dapat ceramah lagi. (yaelah ! ceramah lagi ?) tapi tentang ekskul. Kak Teguh, Kak Danang, Kak Nana dan Kak Jonathan berjalan gagah memasuki  ke kelas satu ef.
     Para senior melangkah dengan pede, kepala ditegakkan sambil nyebarin formulir pendaftaran untuk diisi. Mereka  mempromosikan kegiatan ekstra yang mereka pimpin. Ada kelompok karya ilmiah, pramuka, pecinta alam, sepak bola, badminton, cheerleader, household   skill atau dunia dara, Paski (Pasukan Inti), PKS, Team Robotika , teater sampe kelompok filatelis.

     “Eh, jangan salah sangka dan ragu, masuklah ke eskul dunia dara. Di situ kalian akan diajarkan bagaimana menjadi wanita sesungguhnya. Bayangkan, di zaman moderen dan serba internet ini, kaum perempuan akan diajarkan kegiatan, seperti memasak, membuat kue, menyulam, menjahit, dan tugas rumah lainnya. Ekstrakulikuler ini bermaksud mengajarkan siswi untuk menjadi wanita yang kreatif, mandiri, dan tangguh. “   Koar Kak Teguh selaku humas dari dunia dara sambil nyodorin formulir bagi yang berminat.  Ternyata siswi putri lumayan berminat juga, bahkan Gugun yang hobi memasak pun tertarik ingin ikut, tapi berhubung teman-temannya pada cekikikan mengejeknya, niat terpendam itu dikuburnya dan dia memilih formulir ekskul pramuka saja.
      Sementara itu Amir ikut kelompok filatelis. Alasannya, Emak udah merestui. Tadi dia sms minta persetujuan Emak. Dan Amir mantap milih group itu karena dia pikir kegiatan perangko tidak padat. Udah tahu sendirilah Amir gak suka tugas-tugas berat. Dan dari siswa di kelas hanya Amir yang milik ekskul yang sepi penggemar itu.

     “Memang benar, alam tidak bisa ditaklukkan. Kitalah yang harus menjadi bagian dari alam dan memahami keinginan alam. Sungguh tidak mudah memahami alam.”   Sekarang gantian Kak Nana selaku ketua tim pecinta alam dan pendaki gunung SMA Sewon Kidul mensuport kepada junior agar masuk timnya. Tapi sayang, gak banyak yang ikut eskul itu, cuma tiga anak. Cici Ciput, Fernando  dan Farid.
     Sementara itu, Sandara tanpa banyak pertimbangan dan seperti prediksi pembaca,   masuk klab cheerleader, bahkan dia  langsung jadi kandidat pengganti ketua cheerleader yang lama yang cedera waktu latihan. @.@

    Lalu bagaimana dengan Yona. Hmm, cewek yang sebenarnya manis itu sedang memegang dua formulir. Bingung. Antara memilih kelompok karya ilmiah atau team robotika. Mata Yona berbinar membayangkan dia akan aktif dalam dunia ilmiah, tapi dia juga sangat tertarik dengan  robotika dia  punya cita-cita ingin bikin robot..hmm robot yang bisa ngebantu dia masak kelak kalau udah jadi ibu rumah tangga..ehehe..cita-cita yang tinggi. Tapi apa daya, dia harus milih satu. Dia terpaksa milih team robotika secara dia penasaran banget dengan pembuatan robot. Dan tercatat, hanya dia satu satunya cewek dan satu orang saja di kelasnya yang daftar ekskul itu.

     Okey pembaca, setelah semua junior ngumpulin formulir yang udah diisi, para senior yang tadi terlihat bermanis-manis muka dengan formulir ekskul, sekarang tiba-tiba mulut mereka menyeringai. Para junior secara alami langsung bersikap waspada, otak kanan dan kiri mereka mengatakan akan ada bahaya menghadang.
       Beberapa siswa menelan ludah, ada yang kakinya gemetar, sementara Amir sendiri justru menengadahkan kedua tangan di udara. Dia berdoa lirih “Ya  Alloh semoga aku gak dapat hukuman lagi.” Amin.


      Senior Jonathan mengeluarkan sesuatu dalam saku bajunya. Permen mint satu bungkus ! dia pameran ke seluruh kelas.
      “Ingat adik-adik, tujuan MOS selain memperkenalkan siswa pada keorganisasian, kegiatan ekstrakulikuler, juga menamamkan sikap mental, toleransi dan nilai positif yang lain. Karena itu, kalian jangan salah sangka dan berpikir yang enggak-enggak. Tujuan dari pada itu adalah untuk melatih agar kalian sewaktu udah jadi pelajar satu kelas di sini , yang semula tidak saling mengenal, menjadi bersaudara,  dan juga saling sayang menyanyangi tidak membedakan, dan tidak sok –sokan seperti permen ini. Hanya satu, dan kalian harus menelan secara bergantian permen itu, sebagai tanda kekompakan dan solidaritas dengan teman !”

    Setelah selesai berpidato,  Kak Jonathan menyobek bungkus permen dan memaksa siswa menelan, giliran pertama adalah Cici Ciput.
   Cici ciput tersenyum senang pada Kak Jonathan.  Dia merasa untung banget, dia makan permen yang belum dinodai itu. Lalu sisa permen tersebut dijejalkan  ke mulut teman satu bangkunya, setelah teman yang satu ngemut, lalu dilemparkan ke teman di belakangnya. lalu mereka dipaksa ngemut, lalu ke belakang, lalu ke belakang lagi, lalu ke deret bangku Sandara.
     Sandara mencimit permen yang tinggal secuil itu dengan wajah jijik. Cewek itu kontan ketakutan. Dia dari tadi udah mual-mual ngelihat banyak siswa menjilat  itu permen.
   “Ups, Sandara lagi sakit gigi, jadi dia boleh ga menelan permen ini !” Seru Kak Jonathan dengan senyum genit ke arah sandar. Dia berusaha melindungin Sandara. Dan Sandara membalas senyuman kak playboy itu dengan  senyum lega.
   Yona dan teman yang lain konstan mendengus kesal. Mereka geram karena secara tidak langsung udah   merasakan aura ketidakadilan di kelas itu. Tapi apa daya , bukan salah bunda mengandung, mereka hanyalah junior yang lemah. Permen itu digilir masal, dimakan secara bergantian, setiap anak menelan permen satu itu, sampai pada deretan bangku Farid. Farid yang udah biru wajahnya membayangkan dirinya nelen permen sadis itu, terpaksa berbohong.
   “Maaf Bang Senior, saya sariawan. Jadi gak bisa nelan itu permen !”  ujar Farid sambil meringis plus njeberin bibirnya agar sandiwaranya sempurna. Tapi para senior sepertinya gak kenal ampun dan udah nebak trik klasik Farid. 
    “Gak, ada alasan  !!  makan itu permen ! atau kalau elu gak mau melaksanakan perintah itu berarti dirimu gak punya kekompakan di kelas ini, bayangkan teman kamu udah berjuang, ampe pada mau muntah, elu mau enak  sendiri gara-gara sakit sariawan sedikit ! dasar manja ! Makan !“ sentak Kak Jonathan, sambil menjejalkan permen yang sempet terjatuh ke lantai itu ke mulut Farid, dan dapat dibayangkan betapa jorok permen itu, hingga kata-kata dari pengarang perlu disensor.

     Sampai pada giliran, Amir dan Gugun.  Kedua siswa polos itu  pasrah banget memakan permen ternoda itu meski  perut berontak. Mereka menelan permen yang udah menjadi  serpihan kecil. Dan terakhir sampai pada giliran Yona. Yona menelan ludah.
    “Ayo telan adik manis ?”  Ujar senior Kak Nana yang selalu berdampingan dengan Jonathan. Cewek senior itu menjulurkan permen itu dan wajah Yona memerah. Dia dari tadi hanya ngawasi ulah senior di kelas itu, dan dia harus memakan permen yang dijilati seluruh kelas, DIA TIDAK MAU ! Yona sudah tidak tahan lagi menahan emosi yang dari tadi diempatnya. Dia pun berteriak.


   “Tidakkk !! aku gak mau makan permen yang udah kotor, bau ! dan kena virus ludah satu kelas..!!”  pekik Yona dengan  mata mencorong.
     “Apaaa !!?? Dan para senior konstan slow motion menoleh ke arah Yona. Bagai ada cipratan lahar gunung berapi di kelas itu, siswa  sekelas mandang Yona yang  udah kayak orang kena pengaruh debus itu.
     Para junior dan senior kompak terbelakak, tersentak dan terjungkal. Gak ngira ada  yang berani melawan perintah senior. Dan orang itu adalah Septi Yohana Putri, anak pegawai tukang pos kecamatan Sewon.  

    “Apa kau bilang tadi  !? kamu melawan, kami ?? “  Kak Nana terkejut bercampur murka.
     Semua senior meradang.
    “Bawa dia ke ruang khusus.” Teriak Kak Danang selaku senior yang wajahnya paling sangar, bengis, nakutin, sadis dan juga presiden patroli keamanan sekolah itu.
    Kak nana, teguh dan jonathan saling pandang. Wajah mereka Nampak bego seolah gak tahu yang dikatakan Danang. Mereka gak tahu artinya  ruang khusus.
     “Ruang khusus apa ?”  bisik Kak Teguh garuk-garuk kepala.
     “Caelah !!  bawa anak sok ini ke sana.”  Perintah Kak Danang sambil nunjuk ke ruang Osis pada Kak Teguh dan Kak Nana.
      Dua senior  setelah ngeh lalu mencekal kedua tangan Yona, dan menarik kasar Yona  keluar kelas.

     “Jangan pegangin aku ! mau dibawa kemana aku !!?”  Yona berontak sambil berteriak minta tolong ama dua sohibnya. “Toloong, teman-teman !”
     Tapi Amir cuma siul-siul sambil mandang ke langit, seolah gak dengar suara. Sementara Gugun  menundukan kepala dalam -sedalamnya sekali dan bilang dalam hati  im sorry say goodbye...alias mereka gak bisa ngapa-ngapain.

    Yona menatap dua sohibnya dengan mata berkaca-kaca. Dia gak percaya Gugun dan Amir gak bisa menolongnya sama sekali. Yona diseret keluar kelas. Hingga suara S.O.S Yona gak kedengaran lagi di luar kelas.
    “Itulah, hukuman bagi yang berani melawan senior. Masih jadi junior aja udah sok !”  Galak Kak Nana dan Kak Danang menambah suasana tragis saat itu. 
     Para junior bergidik ketakutan. Amir dan Gugun, saling pandang. Mereka merasa lemah, lemas dan lunglai. Mereka merasa jadi pecundang sejati dan merasa gak bisa berbuat apa-apa dan  Yona sekarang di bawa ke ruang penyiksaan. Mereka menitikkan air mata.

      Lalu penderitaan mereka ternyata belum berakhir. Setelah tragedi permen mint, Kak Nana ngeluarin teh botol, dan satu  persatu anak dipaksa meminum botol itu secara bergantian.  Setelah acara minum teh botol itu selesai, giliran Kak Danang ngeluarin roti buaya dari tasnya. Roti itu udah berjamur berwarna abu-abu di pinggirnya dan keras. Dan lagi-lagi roti itu harus ditelan  oleh seisi kelas secara bergantian dan bergilir saling mengigit. Alhasil, setelah Kak Senior keluar dari ruang kelas, pada junior pada muntah-muntah masal. Kecuali Sandara yang memang dibebastugaskan hari itu dari perintah kakak senior. Hmmm,....kejaammm.



Bersambung
ke RUSAKNYA PERSAHABATAN AMIR, GUGUN DAN YONA (MOS SERAM 11)




Friday, 11 July 2014

Bagaimana Cara Menjadi Penulis Hebat

"PKT , bagaimana cara menjadi penulis hebat ?"

Ditanya seperti itu saya hanya termangu. Karena susah menjawabnya. Seperti soal Matematika yang biasa tidak bisa saya jawab waktu ulangan zaman SMA.

Kenapa susah, PKT ?

1. Pertama, karena saya bukan penulis hebat. Dan saya belum pernah mengalami menjadi PENULIS HEBAT. Saya hanya orang yang suka menulis saja.

2. Kedua, karena definisi HEBAT ITU BERBEDA antara satu orang dengan lainnya. Bisa saja definisi HEBAT menurut PKT bisa berbeda dengan pendapat yang lain. Dan pendapat tersebut tidak bisa dipaksakan.


Tapi apakah tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan itu ?

TENTU SAJA BISA. Yaitu PARA PENULIS HEBAT ITU SENDIRI yang bisa MENJAWABNYA.

Siapa penulis hebat itu ?


MUNGKIN Penulis Hebat  versi banyak orang  adalah penulis  yang sudah  menghasilkan karya besar yang   laris dipasaran. Dan penulis serta  karyanya populer di masyarakat

Jadi kalau begitu mungkin CARA MENJADI PENULIS HEBAT adalah banyak menulis, banyak membaca, banyak riset dan berlatih. Banyak bergaul dengan dunia kepenulisan dan  pembaca.

Yang jelas untuk menjadi penulis hebat bukan sekedar berhayal atau hanya menulis seperti tulisan  ini.

 TAPI  sekarang mulailah menggerakan jari dan MENULISLAH...................dan jangan pernah berhenti mencintai PEKERJAAN MENULIS.


Salam
PKT




Thursday, 10 July 2014

Ketika mendengarkan "WE WILL NOT GO DOWN"

Tadi waktu sahur, tiba-tiba terbayang aja sebuah negeri yang jauuuh
ketika aku sedang makan sahur dengan lahap bersama keluarga
dan juga sambil menikmati tayangan bola dengan gempita ria
Jauh di sana, di dalam rumah, anak kecil dan keluarganya makan sambil
ketakutan, sambil berharap tidak ada roket atau peluru menemukan mereka.
(PKT)
syair dan terjemahan lagu we will not go down

TERJEMAHAN  LAGU WE WILL NOT  GO  DOWN  
Sebuah cahaya menyilaukan putih
Menerangi langit di atas Gaza malam ini
Orang-orang berlarian mencari perlindungan
Tidak tahu apakah mereka hidup atau mati
Mereka datang dengan tank dan pesawat mereka
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tidak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini
Perempuan dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara yang disebut pemimpin negara jauh
Berdebat tentang siapa yang salah atau benar
Tapi kata-kata tak berdaya mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom pun berjatuhan seperti hujan asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini
Terjemahan  lagu WE WILL NOT GO DOWN  di atas saya ambil dari blog ini http://arieslenterajiwaku.wordpress.com/
Lagu We will not go down (Song for Gaza) di ‘compose’ oleh Michael Heart. Dia lahir di Syria dan besar di Eropa (Switzerlan & Austria). Dia hidup pada banyak budaya yang berlainan.. Di tahun 1990 dia tinggal di Los Angeles Amerika di studio lokal sebagai pemegang gitar dan Engineer Recording. Walaupun tidak beragam Islam demi alasan kemanusiaan hatinya tersentuh untuk membuat lagu yang dipersembahkan untuk rakyat Palestina. Niat awalnya Ia ingin menjual lagu tersebut dan disumbangkan ke Gaza. Tetapi karena sulitnya prosedur untuk menanganinya sendiri ia membebaskan lagunya untuk diunduh secara gratis, dengan harapan si pengunduh menyumbangkan donasi ke badan/organisasi yang membantu rakyat Palestina. (lihat di Webnya  http://michaelheart.com). Lagunya begitu menyentuh perasaan dan membangkitkan semangat.
Dan  lihat  VIDEO  FOTO PENDERITAAN RAKYAT PALESTINA  Dalam  LAGU  WE WILL  NOT  GO DOWN  yang saya ambil di Youtube ini  KLIK DI SINI 
http://cerpen-5m.blogspot.com/2014/06/we-will-not-go-down-gaza-michael-heart.html

"WE WILL NOT GO DOWN" - Lyrics:

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they're dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who's wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die

We will not go down
In the night, without a fight

We will not go down
In Gaza tonight

Tuesday, 8 July 2014

MIMPI BURUK MOS (MOS SERAM 9)





    Fuuh , hari yang cukup melelahkan dan luar biasa  untuk siswa siswi baru SMA Sewon. Tapi dalam benak mereka masih merasa wajar untuk  MOS di SMA pasti begitu. Setelah sore harinya diisi kegiatan belanja barang dilanjutkan malam harinya mereka nglembur membuat pernak pernik MOS.
    Untuk siswa laki-laki disibukkan membuat topi bola dan semua disibukan membuat ID Card dan tagline dengan dasar gambar burung garuda. Semua junior menggerutu, kenapa tagline mereka di hari pertama harus diganti dan membuat lagi dengan lambang negara indonesia itu.
    Mereka berpikir mungkin itu sesuai dengan sempoyan MOS tahun ini yaitu, mereka teringat Pak Drajat saat briefeng MOS, dengan semangat Pak Drajat mengatakan kata-kata garuda di dada dan hatiku ( Pak Drajat pun tangannya sibuk membentuk tanda garuda superti gerakan gadis Sailormoon, Power Ranger dan lain-lain yang pusing kalau ngeliatnya)..membentuk siswa berprestasi, bermental tinggi, semangat, kreatif, bertakwa dan santun.

   Yaah, mungkin tagline besok disesuikan dengan tema MOS. Tapi membuat tagline burung garuda susahnya bukan main. Apalagi yang tidak bakat gambar pasti akan mengeluh dan capek deh. Ditambah lagi ada aturan gak boleh gambar garuda itu hasil print-printnan atau hasil scan dan fotokopi atau jiplakan hukumannya akan berat. Tapi mereka mencoba tetap semangat, anak-anak junior emang pantang menyerah.

   Malam ini Amir terlihat sedang menggaris-garis dan mencorat caret kertas manila di depan ruang tipi dengan berpeluh sambil ngemil dan nonton sinetron PUTRI YANG TERTUKAR. Berkali-kali gambarnya dihapus karena salah dan dia ngerasa gambarnya tidak terlihat seperti burung garuda malah seperti burung dara..
    Hoho...keringat bercucuran di kening Amir dan malam semakin larut. Sementara itu tokoh kita yang lain, si Yona, juga sedang nglembur, anak yang hiper dengan dunianya sendiri itu malah asyik melakukan kegiatan itu sambil ndengarin lagu korea pop favoritnya, berkali-kali dia mengganti cd dari Super Junior lalu SNSD lalu Shinee. Pokoknya semua koleksinya dia setel bagaikan konser yang tak pernah selesai, musik korea jadi temannya mengerjakan gambar garuda.

    Sementara itu bagaimana tokoh pria yang satunya yaitu Agung Laksana alias Gugun. Gugun juga sedang telaten dan nampak khidmat berbaring tengkurap dengan celana selutut dan kaos singlet di lantai mengerjakan gambar tapi beda dengan Yona dan Amir, dia mengerjakan sambil ditemani keributan adik-adiknya yang pada bertengkar, sesekali mereka merebut pensil di tangan Gugun dan menaiki punggungnya, tapi Gugun mencoba bersabar.

    Sementara udara malam terasa panas, mungkin mau turun hujan. Di rumah Farid yang terletak di perumahan pejabat dinas, nampak ramai oleh ulah dua pembantunya Jamilatun dan Jamilah. Mereka berdua sedang sibuk membantu tuannya mengerjakan PR membuat tagline burung garuda dengan karton sementara tuannya, tuan Farid alias KAU TAHU SIAPA TAK BOLEH DI SEBUT sedang enak-enakan maen PS tak jauh dari mereka.
    Ketika mendengar derap langkah kaki ke kamar, dua pembantu yang setia itu segera sembunyi di belakang sofa. Ayah Farid masuk ke kamar Farid dan mendekati anak nomer tiganya itu.
   “Gimana MOSnya gak ada kesulitan kan ?” tanya ayah sambil menyedot pipa cerutunya.
    ”Beres, Pap !” jawab Farid. Dia gak ingin menceritakan yang sebenarnya terjadi, kalau dia sempat dibully teman-temannya karena kebodohannya. Karena buat apa mengatakan sesungguhnya kalau cuma diceramahi dan dibanding-bandingkan. Batin Farid tenang.
    “Baguslah, kau sudah seperti kakak-kakakmu, contohlah mereka yah.?.” kata ayah sambil mengacak rambut Farid. Farid Cuma meringis dan bernafas lega ketika ayah Farid keluar dari kamarnya.
      Dan dua pembantunya keluar dari tempat persembunyiannya dan melaksanakan perintah tuan yang dicintainya itu yaitu menggambar burung garuda. Farid cuma mendengus. Sampai kapanpun Farid merasa gak mungkin seperti kakaknya yang terlanjur pintar itu...huhu..Farid jadi berhenti main PS dan melamun.

     Sementara dua pembantunya sibuk mengosok gambar yang gak jadi-jadi itu dengan penghapus. Beberapa kali mereka gagal membuat gambar garuda yang ada adalah bentuk gambar ayam. Tapi dua pembantu itu demi tuan Farid gak akan menyerah. Akhirnya pukul satu malam, ketika tuan muda Farid udah tertidur pulas, Jamilatun berteriak kegirangan “Yeah, akhirnya berhasil menggambar garuda !!” sementara Jamilah sujud syukur saking bersyukurnya.

     Pagi hari jam tiga ayam-ayam berkokok bersahut-sahutan. Mereka tidak ingin ketinggalan seperti hari kemarin ama anak-anak yang mau ikut MOS yang udah bangun lebih dulu. Suara ayam gaduh tak karuan karena ingin membuat kehebohan buat penduduk desa yang sedang tertidur pulas dan nyenyak tanpa masalah. Warga desa yang masih ngantuk merasa aneh kenapa ayam-ayam berkokok terlalu pagi, mereka merasa ada yang salah paham pada ayam-ayam itu lalu beberapa warga desa yang pengangguran memilih meraih selimut dan tertidur pulas lagi.

   Peserta MOS bangun dari tidurnya yang gelisah, lalu mereka mandi dengan tergesa karena takut kehilangan waktu, makan tergesa, lalu memakai aksesoris MOS. Untuk cowok memakai tas bola kuning, tas karung goni tetap, pakaian olahraga dan tanda nama garuda sementara untuk cewek memakai pita rambut dari tali rafiah sebanyak sepuluh. Terbayang betapa repotnya dan ributnya mereka.
    Para orang tua ikut bangun pagi dan bertindak membantu mereka, bahkan kakak dan adik-adik para peserta MOS diikut sertakan buat menali rafiah rambut. Kakek dan nenek pun dibuat ribut. Pokoknya semua isi penduduk rumah dibuat heboh gara-gara ada penghuni rumah yang ikut MOS. Bahkan yang punya adik bayi, bayi ikut ribut dengan tangisan yang tak pernah berhenti. Komplit dah betapa rusuh dan ributnya suasana pagi itu.


   Mendekati jam setengah tujuh, nampak pelajar berderet dan bercecaran memasuki gerbang SMA Sewon Kidul. Mereka memakai aksesoris yang menurut pandangan orang awam pastilah aneh dan gila mendadak. Penulis sendiri percaya para peserta MOS itu pasti malu atau yang memiliki rasa bangga pastilah sangat luar biasa semangatnya.

    Pintu gerbang telah dibuka. Para kakak senior sudah siap dengan tampang galak bagaikan penjaga istana kegelapan. Seorang junior yang beruntung sebagai peserta pertama yang masuk ruang pemeriksaan barang, menggigil tubuhnya sampai karung goninya terjatuh dan menimpa kaki kakak senior karena saking nurvousnya. Bayangkan karung goni berisi barang-barang kurang lebih lima kilo itu menjatuhi kaki mungil Kak Nana tentu saja menimbulkan rasa sakit di kaki Kak Nana. Konstan si junior tanpa basa-basi langsung didepak dan disuruh lari keliling halaman sekolah sampai lima kali. Huh seram !

    Kembali peserta MOS mengalami antrian panjang di ruang pemeriksaan barang. Seperti hari kemarin , tokoh kita ini, trio kwik kwok harus bersabar menunggu giliran pemeriksaan. Tapi yang lebih membuat mereka bertanda seru adalah kenapa banyak sekali terlihat para siswa yang kena hukuman. Sepertinya gak ada yang bener dari mereka. Sudah ada lima puluh siswa berlarian di halaman menerima hukuman. Yang membuat mereka bertanya-tanya, mereka melihat KAU TAHU SIAPA TAK BOLEH DISEBUT sudah berada di antrean terdepan. Heran, kenapa Farid bisa bangun pagi, rupanya tokoh kita yang kian menggemaskan itu hari ini pakai mobil jemputan ayahnya, jadi sampai ke sekolah lebih awal. Dia takut juga kerena hari kemarin terlambat gara-gara mengayuh sepeda.

     Farid maju ke depan, dia nampak lebih percaya diri, dan yakin dia gak bakal kena hukuman. Kak Danang mendekati Farid dan membuka isi karung goni Farid,
   “Barang yang kamu bawa ada yang salah !” seru Kak Danang bengis. Farid menelan ludah sambil menatap para senior yang hari ini nampak kecentilan dengan seragam pink-pink.
    “Lalu jam tangan elu mana ?” tanya Kak Danang dengan berteriak.
     Waduh ! Farid terbelalak. Dia lupa. Dia emang ga suka bawa jam tangan. Tapi dia lupa kalau jam tangan adalah syarat barang yang harus dibawa di MOS. Farid menatap Kak Teguh yang berdiri di samping Kak Nabila dan Kak Galih.
    Kak Teguh saudara sepupunya itu pura-pura gak lihat farid. Dia asyik ngobrol dengan teman seniornya, boro-boro bicara membelanya. Farid menggeram ke arah kak Teguh, tapi  Kak Teguh seolah gak kenal dan malah bersiul-siul sambil mandang langit.

   Huh, awas kau Kak, kubunuh kau !!..kesal Farid dalam hati sambil ngeloyor pergi ke tempat hukuman.

   “Apa ini ? tagline garuda kamu nengoknya ke kiri ! astaga ceroboh sekali !!”
    Farid terkejut. Burung garuda buatan Jamilah dan Jamilatun kok bisa nengok ke kiri, ihik. Farid garuk-garuk rambut. Ia merasa bersalah dan mendadak berkeringat dingin. Ini salahnya yang gak memeriksa gambar tersebut dan terlalu percaya pada dua pembantunya itu. Dia mulai mendapatkan feeling bakal kena hukuman berat.
   “Idiot, sebagai junior udah berani ngelawan kami. Emang kamu kira kamu hebat ampe salah tiga !! .tuh pisang yang kami maksud itu satu..dan sisirnya itu lima puluh..dasar ceroboh..!!..lari keliling lapangan tiga puluh kali.!!” perintah Kak Danang. Farid terkejut tapi dia gak bisa protes.
   "Siap, Kaak !" Fardi   menurut saja.
   Farid menjalani hukuman keliling halaman sekolah sambil mendekap jam dinding di dada. Tentu saja itu menimbulkan kegelian bagi yang memandangnya.

     Setelah itu Gugun maju selangkah. Dia sekarang mendapat giliran pemeriksaan. Seperti dugaannya semua barang lulus kecuali pisang lima puluh sisir dan juga martabak kismis. Kak Nabila marah-marah.
   “Apaan ini ???” Kak Nana menatap kotak martabak dan  kayak ga percaya lalu menatap wajah Gugun dengan tajam. Dia mengira Gugun itu doyan makan dan serakah. “Keterlaluan, Masak, martabaknya tinggal separo !”
   “Sumpah Kak, bukan saya yang makan, itu asli dari pedagang martabaknya.”
   “Maksudmu pedagang martabaknya yang makan ini martabak !!” Kak Nana nyengir. “Sangat menggelikan....pake alasan yang jelas-jelas bohong !”
   “Maaf Kak, tapi itu benar, sumpah, saya gak bohong !” Desis Gugun dengan wajah dan suara memelas mengiris hati dan jiwa. “Saya membelinya karena uang saya gak cukup jadi Cuma di kasih martabak imut dan kecil sama pedagangnya.” Jujur Gugun sambil buat tanda victory dan sumpah.
     Gugun berharap dengan jujur meski memalukan akan membuat Kak Senior memaafkannya. Tapi usahanya sia-sia karena tetap kakak kakak senior gak percaya banget.
    “Makan tuu martabak !” Mereka memerintahkan Gugun untuk memakan martabak itu yang udah lumayan basi dalam waktu lima detik. Gugun menghela nafas dia gak bisa menelan.
    "Telan !" perintah Kakak senior.
     Dengan diiringi penghitung waktu di tangan Kak Galih, Gugun terpaksa memakan martabak itu. Dia sampai tersedak dan mau muntah, karena memaksakan diri makan martabak dengan cepat. Para senior semua tertawa ngakak, dan seperti bahagia dengan pemandangan miris itu
    “Mau minum , kasih dia minum ?” seru Kak Danang. Gugun mengangguk . Dia memang butuh segelas air supaya mulutnya gak seret. Kak Galih datang, dan kepala Gugun diguyur pakai air kopi.
    “Nih jongos hahaha...!” maki kakak senior pada Gugun.
     Gugun terkejut. Dia gak nyangka dapat perlakuan seperti itu. Tapi apa daya dia gak bisa melawan mereka. Setelah itu Gugun disuruh lari keliling halaman bersama teman lain dan bergabung dengan mereka yang kena hukuman.

    Yona meradang melihat teman-temannya di hukum. Hari ini senior terasa nampak sangat keterlaluan. Banyak yang dihukum karena kesalahan kecil . Yona memandang kasihan ke arah Gugun yang lari-lari sambil berteriak menghina diri sendiri . Yona merasa,  para pelajar di tengah halaman itu seperti pemandangan para tahanan yang sedang olahraga apel pagi lari di pagi hari.
    Yona menghitung siswa yang dihukum. Luar biasa, hari ini anak yang dihukum banyak banget. Mereka rata-rata salah di dua barang bawaan. Satu di burung garuda. Banyak yang bikin asal-asalan, ada yang nengok ke kiri seperti punya Farid. Ada juga yang nengok ke atas, ada yang kepalanya dibikin nunduk , kalau yang itu jelas salah besar. Tapi yang salah kecil  juga kena hukuman, gambar burung garuda itu diukur dengan penggaris harus sesuai aturan. Tapi kurang satu centi aja dihukum. Dan kesalahan terbesar ada di pisang lima puluh sisir yang dimaksud itu di luar dugaan, yang dimaksud itu yang lima puluh itu sisirnya bukan pisangnya .

   Yona di belakang kerumunan  ngelihat seorang pelajar cowok yang dia lihat di pasar Brotoyudon yang bernama Saudara Budi berani bertanya dan protes.
   “Kenapa aturannya berganti tidak seperti kemarin. Tahun kemarin kan yang dimaksud lima puluh itu pisang bukan sisir.” Protes Budi.
   "Soal aturan itu terserah kami yang ngatur dan kalian dilarang protes !" Tanpa banyak cincong. Konstan tuu cowok kena gamparan kursi plastik karena keberaniannya bertanya itu.
    “Bawel lo junior !! itu balasan buat kamu !! sekarang lari keliling halaman tiga puluh kali !!” dorong Kak Jonathan bengis dan tak punya belas kasihan.

     Alamaakkk !! betul-betul menjebak dan merasa seperti dikerjain para senior dan seperti mimpi buruk, Hari ini Yona juga kena hukuman gara-garanya dua hal itu. Gara-gara salah bawa pisang lima puluh sisir dan gara-gara burung garuda yang kurang sempurna satu centi. Dia bersama teman-temannya  dihukum di suruh lari-lari sambil harus teriak saya oon, begitu terus kalau enggak mereka bakal kena marah, dan disemprot ama bentakan dan sentakan.

    Dalam hati para senior tertawa penuh kemenangan dan kepuasan, karena semakin tambah banyak yang dihukum dan disiksa dan menderita semakin memuaskan mereka. Itulah  cara mereka mendidik mental dan kesungguhan para junior dalam belajar seperti perintah petinggi sekolah Sewon Kidul.

    Yona mendengus dari kejauhan. Merasa ada yang gak adil.  Sambil berlari menjalani hukuman, Yona menoleh ke arah Sandara yang sedang melangkah dengan imutnya di koridor kelas dengan sepatu merek luar negeri yang gak usah disebut mereknya karena pengarang gak nerima iklan gratis @.@ Dan sepertinya Sandara gak dapat pemeriksaan dari kakak-kakak sangar itu. Ya hanya Sandara yang bebas dari hukuman.
    Ya Sandara dan Cici Ciput dan beberapa siswa the gank Sandara yang tidak dihukum. Pisang lima puluh sisirnya pun tepat seperti aturan kakak senior. Rupanya para senior tadi malam udah pada nelpon Sandara dan bilang barang yang dimaksud yang benar itu sisirnya yang berjumlah lima puluh. Para kakak melakukan hal nista itu karena hanya ingin berkenalan dengan Sandara saja.

   Yona  memperlambat larinya. Dia beriringan dengan Amir. Halaman sekolah SMA Sewon jadi seperti arena lomba marathon karena saking banyaknya siswa yang berlarian karena kena hukuman.
    Yona memandang cemas ke arah Amir. “Amir istirahat !” Yona melihat Amir mulai megap megap lari-lari sambil mencengkeram perut.
    Yona khawatir sakit asma Amir kumat. “Aku kuatt, Yon !” Jawab Amir masih ngos-ngosan. Amir sedih, dia teringat dia kemarin menyembunyikan riwayat penyakitnya itu di daftar formulir peserta MOS, dia menghapus daftar penyakit yang dideritanya, karena dia malu. Dia tidak mengatakan kalau dia penderita asma akut. Dan akan kumat kalau dia kecapean.

   Benar saja kekhawatiran Yona terjadi. Ketika kurang satu putaran lagi tubuh Amir nampak limpung dan dia tiba-tiba terjatuh lunglai di atas rumputan . "Amiiir !!" jerit Yona. Yap dia pingsan dengan suksesnya. Dan disusul bebarapa siswa yang lain juga seperti ketularan Amir. Mereka berjatuhan di rumput , pingsan. Terhitung total  sepuluh orang yang pingsan waktu itu. Laki-laki empat, perempuan enam.

   Para siswa siswi PMR segera bertindak. Mereka bersorak ketika melihat ada yang pingsan, dan gembira ria menolong siswa  pingsan itu dan dibawa ke ruang perawatan. Sementara itu Farid melihat rekan-rekannya para junior terkapar dia jadi punya ide. Farid tiba-tiba terjungkal  pingsan juga tapi dia memilih rumput yang bersih sebagai tempat pingsan . Dia rupanya pura-pura pingsan sebelum nanti dia pingsan beneran. Lagi-lagi para regu PMR yang udah disiapkan itu bergerak cepat langsung memapah Farid dan dia digotong ke ruang perawatan. Dalam hati Farid tertawa penuh kemenangan karena triknya berhasil.


Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Entri Populer

  • Quote menulis dari penulis indonesia
  • KARENA WAJAH KITA TAK SAMA

Blog Archive

  • ▼  2015 (35)
    • ▼  October (1)
      • KARENA WAJAH KITA TAK SAMA
    • ►  September (3)
    • ►  August (4)
    • ►  July (23)
    • ►  May (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (94)
    • ►  December (8)
    • ►  November (6)
    • ►  October (12)
    • ►  September (5)
    • ►  August (6)
    • ►  July (12)
    • ►  June (9)
    • ►  May (7)
    • ►  April (3)
    • ►  February (12)
    • ►  January (14)
  • ►  2013 (29)
    • ►  December (16)
    • ►  November (8)
    • ►  September (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2012 (25)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (4)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (9)
  • ►  2011 (13)
    • ►  December (1)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  January (1)
Betapa mudah dan tak sadar menjadi sombong dan tidak iklas dalam beramal (kata mutiara)

Powered by Blogger.
Copyright 2013 CERPEN 5M - All Rights Reserved
Template by Mas Sugeng - Powered by Blogger