CERPEN 5M

hahaha

  • Home
  • Quote gua
  • CERPEN
  • DAFTAR ISI
  • OPINI
  • TENTANG BLOG
Home » All post

Friday, 4 July 2014

MOS BIKIN SENGSARA GUGUN (MOS SERAM 8)

MOS BIKIN SENGSARA GUGUN (MOS SERAM 8)

       Langit sore di atas Pasar Brotoyudon nampak cerah, secerah wajah para pedagang yang laris maris dagangannya. Nampak anak-anak bertampang pelajar menyusuri dan mengobrak-abrik sekaligus mengubek-ubek isi pasar, sehingga pusinglah orang yang melihatnya. Banyak pembeli yang biasa rutin belanja di Pasar Brotoyudon pada mengeluh, karena akses ke pasar jadi ribet dan sesak. 
      Belum lagi ulah pelajar tersebut yang suka teriak-teriak  dan ribut rebutan barang. Belum lagi yang bersenggolan dan beberapa ada yang sukses membuat pembeli jompo menjerit terjatuh dan bakul beberapa pedagang jatuh berantakan. 
     Para pembeli di pasar  mengelus dada dan mencoba sabar. Saat itu mereka tidak tega untuk memarahi pelajar yang bermuka semangat lagi lugu itu. Dan membiarkan mereka  belanja sesukanya. Mereka para pelajar yang ikut MOS itu memang semangat berkobar-kobar  tapi juga tegang. Maklum, hari ini mereka berburu barang bawaan yang cukup membingungkan untuk dibeli. 
    Ayo adik-adik pembaca, kita buka catatan barang yang harus mereka bawa di hari kedua MOS :

Ø     Tempe panjang dengan panjang 9.5 cm,
Ø     jam tangan,
Ø     kuaci cap matahari terbit sepuluh,
Ø     kalung buah pisang lima puluh sisir,
Ø     topi bola kuning,
Ø     air mineral tiga liter,
Ø     timun jumlah tiga kilo warna putih bersih,
Ø     martabak kismis  satu dus !!

       Gugun, Yona, Amir  bersama   pedagang pisang dan beberapa pelajar serempak  mereka garuk-garuk kepala dan hidung merenungi daftar barang belanjaan. 
        Bingung apa maksud senior, Pisang lima puluh sisir  ? 
       "Wow kalau menurut analisa aku, aku udah dapat bocoran dari alumnus junior tahun lalu, kita jangan terlena dengan kata sisir dan jumlah, itu yakin adalah jebakan buat kita, biar kita salah dan dihukum.” Celetuk seorang junior yang bertubuh pendek yang bernama saudara Budi itu sambil manggut-manggut dan bertampang super serius. 
       Beberapa pelajar yang berjumlah kurang lebih sepuluh orang mendengarkan dengan penuh khidmat dan percaya pada Budi.

       “Aku pikir yang dimaksud dari pertanyaan itu seperti yang dikatakan Saudara Budi menurut pengalaman  siswa tahun lalu yang dimaksud pisang lima puluh sisir adalah kita harus membawa pisang lima puluh dan sisir satu, bukan sisir nya yang berjumlah lima puluh ..begitu !”  yakin Yona. 
       
     Karena waktu itu wajah dan analisa Yona terdengar mantap,  seluruh pelajar yang kebingungan itu kemudian mengamininya. Detik itu juga para pelajar menyerbu pedagang pisang dan langsung saja pedagang pisang laris manis. Terhitung sepuluh pedagang pisang ketiban rejeki nomplok. Padahal biasanya rejeki mereka  seret,  tekor dan rugi berat setiap hari, dan sekarang mereka bisa senyum-senyum sendiri soalnya dagangannya ludes gara-gara  pelajar yang bertampang lugu dan lucu itu.

      "Okey, setelah belanja pisang ...lets go ! kita belanja kuaci cap matahari terbit, air mineral tiga liter, sisir dan timun tiga kilooo..! waduuuh...! .jangan sampai kita ketinggalan dan kehabisan kayak pengalaman Gugun yang  kena hukum kemarin.”  Ceramah Amir.
     Maka tiga trio kwik kwok segera bergerak cepat ke lantai atas, ngubek-ngubek pedagang dan barang seisi pasar.

      Ternyata dari barang-barang yang  mereka beli, tantangan terberat adalah  dari kuaci cap matahari terbit. Soalnya  kuaci cap matahari terbit termasuk makanan bersejarah,  jadul dan udah langka di pasaran, tapi untung punya untung ternyata masih ada seorang pedagang yang masih jualan. 

    Pedagang yang berpikiran oportunis  itu senang bukan kepalang.   Tiba-tiba  dia punya ide menaikkan harga kuaci itu , yang sebetulnya hartanya lima ribu menjadi tiga puluh ribu. "Mumpung ada yang berminat.."  kikikik pedagang itu tersenyum licik tanpa sepengetahuan para pelajar dan hanya diketahui oleh pengarang. Gugun , Yona dan Amir mendengus kesal,  karena kata-kata pedagang itu berhasil tersadap juga oleh mereka .@.@

      "Huh, dasar pedagang  serakah ! lintah darat !" dumel Yona, Amir dan Gugun setelah  berlalu dari toko pedagang kuaci. 
     Mereka kemudian istirahat di lapak pedagang es campur. Melepas lelah  dan juga memuntahkan kekesalan sambil menikmati es berwarna merah kuning ijo yang penuh zat pewarna itu. Trio Kwik Kwok gak peduli efeknya yang penting tenggorokan mereka kering  dan mendapatkan pertolongan dari kehausan. 

    Huuh !  Gugun bertampang sengit, waktu ngeliat Cici Ciput melintas di depannya dan berhenti di pedagang timun yang letaknya bersebelahan dengan  pedagang es. Sampai sekarang Gugun masih belum bisa memaafkan Cici Ciput gara-gara lele  keriting hari kemarin. 
    Yona memandang sahabatnya itu dengan prihatin dan menasehatinya agar sabar. Sementara itu Amir melihat Jamilatun dan Jamilah sedang berjalan ke arah pedagang tempe, Amir berguman berkali-kali dia merasa iri bangett  dengan kemudahan hidup Farid yang memiliki dua pembantu kembar tersebut sehingga bisa enak-enakan dan ongkang –ongkangan di rumah tanpa merasakan susahnya mencari barang dan belanja untuk MOS. Huuh.....Amir menghela nafas berkali-kali.

    Sementara itu Gugun merogoh saku celananya kemudian mengeluh panjang. "Ya Allah uangku tinggal sepuluh ribu. Guman Gugun. Wajahnya mendadak pucat , bercampur sedih dan suram. Teringat pesan Bapak padanya tadi pagi, Gun nih Bapak kasih uang, uangya kalau  lebih jangan buat hura-hura tapi  ditabung, ya. Yap, Gugun gak bakal lupa pesan Bapak itu, tapi Boro-boro uangnya lebih, buat belanja aja sekarang terancam kurang. Gerundel Gugun.

   "What Happen, Gun ??"   tanya Yona .
   "Gak apa-apa , its okey."  Cengir Gugun sok damai.

    Yona dan Amir tidak tahu  kalau uang Gugun di saku hampir habis.  Bagaimana tidak habis. Hari ini belanjaannya menyedot uang banyak banget, dari beli timun tiga kilo, beli bola buat dibuat topi, lalu beli  pisang lima puluh, sisir, sampai jam tangan.Yap, Gugun gak punya jam tangan, jadi  dia terpaksa beli demi keperluan MOS. Meskipun dalam hati keberatan tapi itu perintah senior.          
     Huhuhu harga jam tangan itu gak murah dan sekarang belum belanja martabak kismis, semoga uangnya masih mencukupi. Batin Gugun was-was.          Gugun, Amir dan Yona  segera bangkit dari duduknya. Setelah membayar es campur sekarang yang  menjadi tujuan  adalah pedagang martabak.        
     Pedagang martabak  ternyata mojok di sebelah selatan, tepatnya di pelataran parkiran. Mereka bernafas lega, sepertinya gak mungkin kehabisan martabak, karena ada lima puluh gerobak martabak berderet nongkong di situ.

        "Berapa harga martabak kismis, Bang ?" tanya Gugun hati-hati dan malu-malu. Dia melihat Amir dan Yona sudah menunggunya di halte angkot. Mereka udah beli martabak itu lebih dulu. Emang Gugun sengaja berlama-lama membelinya biar dua temannya itu gak tahu kalau dia sedang dalam keadaan emergency keuangan.

     "Dua puluh lima ribu, mau beli berapa kotak, mas ?"  kata pedagang itu dan dengan sigap langsung meramu martabaknya.
     "Maaf Bang, uang saya tinggal sepuluh ribu, boleh gak ngutang dulu Bang, soalnya ini darurat !  please, Bang.”   Ujar Gugun dengan suara lembut dan lirih banget, dan wajah  dibuat memelas dan mata penuh belas  kasihan. Tapi  pedagang martabak justru melotot dan memasang wajah bengis. Ditambah lagi karena wajah pedangan itu brewokan menambah suasana angker bin mengerikan di raut wajah tersebut.

    "Apa !!? utang ? gak ada utang-utangan !"   Dasar pembeli kere. Batin pedagang martabak tersebut kemudian ngambek menghentikan aktifitasnya mengocok telur. Cukup sudah melayani pedagang yang gak cukup uangnya. Kesal pedagang itu, lalu  duduk kembali di kursi, meraih buku TTS  sambil  menanti pembeli yang lain.
   "Please Bang....kasihan saya. Ini untuk MOS..besok setelah MOS...aku bayar deh,..nanti aku tinggalin kartu osis buat tebusan kalau abang gak percaya , besok martabaknya saya bayar..”  mohon Gugun dengan suara masih lirih dan tangan memohon-mohon. Yona dan Amir dari kejauhan menyipit matanya, bertanya dalam hati kenapa lama sekali Gugun beli martabaknya dan apa yang  dilakukan di sana kok Gugun seperti orang main sinetron.

   "Ya, udah ! gak usah utang, sekarang kubikinkah martabak tapi Cuma separo saja, ya ! atau..pokoknya kubuatkan martabak yang seharga sepuluh ribu....!”  tawar pedagang martabak yang ternyata masih punya rasa kasihan meski cuma setitik.

    "Baiklah." Lirih Gugun yang udah kehabisan akal. Dia pun duduk menanti martabak separo itu sambil gigit jari.
     Pedagang itu kemudian ber-aksi membuat martabak dengan cepat, lincah bahkan sambil ngedance bergaya hip hop dan lima menit kemudian martabak itu jadi. Pedagang martabak tersenyum puas lalu memasukkan martabak hasil karyanya ke kotak, dan Gugun menatap takjub, karena   martabak itu mungil dan tidak seimbang dengan kotaknya yang lebar.      Gak apa -apa deh , yang penting dapat martabak kismis. Ujar Gugun sambil meringis. Setelah membayar martabak dan benar-benar kehabisan uang dia berlari ke arah teman-temannya.


     Menjelang magrib, mereka pulang ke rumah dengan naik angkot langganan berlogo facebook. Waktu mau turun dari pintu angkot, Karena udah gak punya uang, Gugun meminjam  pada  Amir untuk bayar angkot tapi dia bilangnya begini, "Stts, Mir, bayarin angkot nya, ya ?..soalnya uang aku di saku ini gede buanget  n  gak ada recehan,"  bisik Gugun di sebelah Amir , lirih takut penumpang yang lain dan pembaca cerita ini mendengar.    
    Amir mengangguk dan  percaya saja  sama Gugun dan membayarkan ongkos angkot untuk sohibnya tercinta itu.


besambung ke............episode  MIMPI BURUK MOS

Thursday, 3 July 2014

MOS = MASA OTORITAS SENIOR (MOS SERAM 7)



cerita gokil mos seram


       "Toootttooot...!"  peluit panjang tanda  upacara bendera akan dimulai sudah dikumandangkan. Para peserta yang dihukum bernafas lega karena hukuman berakhir. Gugun berlari melintasi halaman dan segera bergabung menyusul barisan Yona , Amir dan anak sekelas dengannya. Anak-anak dari kelas satu  A sampai F bergegas dan berbondong-bondong berkumpul di halaman  upacara. Kakak -kakak paskibraka nampak gagah dan necis di tengah halaman dengan pakaian lengan panjang putih-putih dan peci hitam. Mereka berdiri di tengah halaman bersiap bertugas mempersiapkan upacara.

       Upacara bendera berlangsung seperti biasa serta digelar seperti saat mereka  SMP. Hanya saja pembina upacara kali ini terlihat berpidato berapi-api tentang keunggulan sekolah mereka, dan menjelaskan panjang lebar tentang semboyan MOS Sewon Kidul tahun ini , yakni" Garuda di Dadaku  .. .membentuk siswa berprestasi, bermental tinggi, semangat, kreatif, bertakwa dan santun.  Di akhir upacara, kepala sekolah membuka secara resmi acara MOS 2011...dengan guntingan balon warna warni dan puluhan burung dara di terbangkan ke udara. Siswa  gak nyangka banget pembukaan MOS nampak spektakuler cetar membahana, lalu mereka berteriak histeris dan bertepuk tangan dengan meriah   gempita.

      Setelah  upacara selesai, agenda acara berikutnya adalah istirahat sejenak selama seperempat jam, dilanjutkan dengan PBB atau Pelatihan Baris Berbaris.
      Dalam acara PBB, peserta dibagi dalam kelompok-kelompok menurut kelas mereka. Seperti yang telah pembaca ketahui, dalam kelas trio Kwik Kwok terdapat siswa bernama Fernando, Farid, Sandara, Cici Ciput, dan lain sebagainya. Maaf karena yang lain sebagainya itu  peran pembantu jadi tidak disebutkan semua ama penulis.^.^ Mereka berbaris rapi menunggu  perintah dan pengarahan dari  kak senior.

       Gugun nampak berdiri di barisan depan. Dia  melirik sadis ke arah Cici. Gugun teringat aja kericuhan di pasar Brotoyudon kemarin yang  menyebabkan dia kehilangan lele keriting dan dia dihukum keliling lapangan hari ini. Sementara itu Cici cuma senyum-senyum  merasa tak berdosa. Dan yang jadi top center di acara MOS adalah tentu saja Sandara. Dia seolah menjadi mahluk paling klincong di SMA Sewon Kidul. Dia emang cantik banget hingga menyedot perhatian kak senior dan  perbincangan cowok-cowok.

         Acara Pelajaran Baris berbaris pun dimulai.
         "Berbaris pertama kali dikenal pada jaman kekaisaran romawi pada saat kaisarnya Julius Caesar, dengan maksud agar pasukan yang berada di bawah kekuasaannya mempunyai rasa tangung jawab, disiplin yang tinggi dengan melihat hasil akhir  yaitu kerapihan kekompakan dan kesigapan !" Pidato Kak Danang sambil ngebaca kertas contekannya di tangan. Kak Danang seorang ketua PKS yang bertugas membimbing PBB kelas SATU  FF, yaitu kelas trio Kwik Kwok.
          Danang Satrio Aji  berdiri dengan tegap penuh semangat menghadap ke arah Juniornya. Dipandanginya barisan kelas satu FF itu. Lalu dia berceramah lagi sambil berpatroli keliling ke barisan. Yap dia mendekati tempat Sandara berdiri supaya bisa dengan jelas menatap sosok menakjubkan itu.
        " LDK  adalah sebuah pelatihan dasar tentang segala hal yang berkaitan dengan kepimimpinan. Pelatihan ini biasanya diberikan oleh pengurus osis lama kepada calon pengurus osis baru. LDK diberikan dalam dua bagian yaitu fisik dan LDK  mental. Ingat kekompakan itu menjadi poin besar di sini. Dan dalam pelatihan inti PBB adalah sikap dan penampilan , hentakan kaki, patah-patah, rata-rata air, irama langkah, kewajaran tenaga dan konsentrasi!"          
            Kak Danang lalu memberi contoh satu persatu apa yagn dijelaskannya, sementara  para junior mengawasi dengan seksama dan tegang. Karena  menduga Kak Danang itu  senior yang galak dan tanpa ampun serta basa-basi. Mereka teringat foto propil  Danang yang dipajang di bab dua, yaitu  adalah  foto aljogo kematian..Huh  mengerikan !
        Selesai melakukan  briefing, Kak Danang menyuruh  junior melakukan praktik PBB. "Oke, adik-adik, supaya   kegiatan ini menarik dan mantap, kami para senior akan mengadakan game, dalam  PBB kali ini kami akan menilai  kekompakan dan kebersamaan kalian. Jadi nanti barang siapa di antara kelompok kalian yang tidak kompak dan barisnya amburadul bersiaplah mendapat hukuman...."

     "Hadap kanan ! hadap kiri ! balik kanan !  hadap serong kanang !  hadap serong kiri ! jalan di tempat ! langkah tegap maju dan luruskan barisan !!" 

      Kelompok kelas FF  berhasil lulus di latihan dasar PBB itu, meski  Farid sempat kelupaan dan kehilangan konsentrasi. Yakni ketika dalam hadap serong kiri, dia MALAH hampir saja hadap serong kanan, untung dia segera menyusaikan diri dan karena waktu itu Kak Danang kurang memperhatikan dirinya dan lebih memperhatikan Sandara !!


    "Siaaapp !! baguss..!! sekarang coba gerakan  PBB level berikutnya..” lantang Kak Danang.

    Tiba-tiba pagi  yang tadi mendung,  mulai memancarkan sinar menguning dan menyengat. Titik-titik keringat mulai terlihat merembes di baju dan menetes di wajah mereka.
          "Ini adalah baris berbaris tingkat menengah."  jelas Kak Danang
          "  Hormat !"
            "berhitung,"
            "istirahat di tempat,"
             "Hadap kanan !"
            "hadap kiri,"
            "salahh kau !!"
            Kak Danang tiba-tiba memekik  melotot ke arah  barisan KWIK KWOK tepatnya menusuk ke arah Farid. Saat yang lain  hadap kanan semua, Farid malah  hadap kiri sehingga dia bertabrakan muka dengan Amir.
          "Kalian dihukum !"
          Alhasil anak sekelas  dihukum semua, kecuali Sandara.
          Kak Danang menerangkan "Sandara itu sebenarnya sudah benar gerakannya cuma salah dikit jadi tidak dihukum," ngeles Kak Danang sambil melempar senyum pada Sandara.
          Sementara yang lain hanya mengelus dada. Bayangkan satu kelompok dihukum kecuali Sandara. Yang cowok disuruh push up, sementara yang cewek harus skoot jump. Huh ! semua mengeluh....
          lalu sekali lagi Kak Danang melatih mereka..
          ."Okey ! ayoo, bangkit lagi ! SEMANGAT  !."..
       " Lencang kanan !  lencang kiri ! empat langkah ke depan jalan, !!!  dan bruukk !!"

         Farid lagi-lagi melakukan kesalahan, dia lupa gak ngitung gerakannya alhasil ketika barisan di depannya berhenti dia terus melangkah dan menabrak punggung teman di depannya, sehingga barisan menjadi berjatuhan dan berantakan.
          " Bodooh,  kau ! bodoh..!"   serapah Kak Danang sambil menunjuk-nunjuk wajah Farid lalu menyuruh anak skot jump dan push ap . Tentu saja kecuali Sandara . Dia tidak dihukum.
       Anak anak malang itu akhirnya bermandikan  keringat menerima hukuman dari senior, tapi mereka tetap mencoba tegar dan semangat. Mereka merasa hukuman  itu pantas untuk mendididik mereka. Dan mereka tetap tersenyum meski mendapat hukuman seperti itu.
         Bel berbunyi menandakan acara PBB berakhir dan anak-anak serempak  berteriak lega karena diperbolehkan istirahat. Kak Danang bergegas  menuju ke kelas  senior buat ngambil jatah makan snak, sementara para junior terlihat  mengejar Farid.
        "Fafiiidd !"   pekik mereka melampiaskan kemarahan pada Farid. Mereka pikir penyebab hukuman itu adalah karena kebodohan Farid. Farid  kemudian ditangkap dan  dibully kawan-kawannya, yaitu rambutnya diolesi pasir.


        Setelah acara istirahat dilanjutkan  materi berikutnya yaitu pengenalan tata tertib siswa. Anak-anak mendapatkan pengarahan materi  tata tertib di kelas masing-masing sambil terkantuk-kantuk.

        Entah kenapa waktu penjelasan tata tertib, sebagian besar siswa tidak mendengarkan. Yang  mengisi adalah wali kelas mereka. Mereka pikir kalau wajah wali kelas itu  gak galak dan terkesan mengantukkan, jadi  mereka  memilih asyik ngobrol dengan teman satu bangku sambil berdoa semoga acara pengarahan itu segera selesai.

        Ternyata harapan anak-anak tidak terkabulkan, setelah acara tata tertib, agenda berikutnya  lebih mengantukkan lagi. Anak-anak junior digiring eh diperintahkan berkumpul di tempat audio visual.
      Tempat audio visual itu merupakan aula yang disulap menjadi semacam bioskop layar tanjap.
 Anak-anak dipaksa duduk dengan  tekun menonton  film dokumenter perjuangan merebut kemerdekaan. Pemutaran itu menurut wali kelas  mengadung maksudd agar anak-anak mengerti perjuangan para pahlawan tempoe dulu yang sangat susah payah,  supaya anak-anak meniru spirit perjuangan mereka. Agar   dipraktekkan selama menuntut ilmu di sekolah itu. Tapi, sayang  mungkin dasar anak sekarang lebih suka facebookan dan  lebih suka twitteran serta instagraman , pas film kepahlawanan tersebut diputar mereka malah tidur masal. Bebarapa ada yang chatingan dengan hp dan bahkan  twitteran dan facebokan dengan laptop. Mereka mengapload foto dan membuat status tentang suasana MOS yang membosankan dan membuat tidur.
     "eh, Coba yang diputer sekarang film transformers 4, pasti seru..hihi.#mos-mosan.
      Ketik mereka di hp pada pengikut mereka.

       Mereka beryukur karena acara itu segera berahkir  cepat yakni jam 11.15 selesai. Kemudian  anak –anak kembali berkumpul di aula halaman dan berbaris sesuai  kelompok  kelas masing-masing.
 
      Mungkin ini adalah acara MOS terseru  sesi hari ini. Yaitu Senior mengadakan semacam game. Acara itu dijuluki the battle yel-yel ! jadi ini adalah game pertarungan yel-yel antar kelas. Para junior menyambut acara ini dengan antusias. Tentu saja yang kreatif dan gerakannya heboh yang akan menang.
      Acara batlle game  berlangsung sangat meriah penuh gegap gempita dan dengan cepat, singkat dan trio kwik-kwok bersorak. Karena yang menjadi   juaranya adalah kelas satu ff, Gugun, Amir, Yona dan lainnya memekik  gembira, gak nyangka aja kelas mereka yang menang. Semua itu sebetulnya terbantu oleh Sandara. Dengan bakat alam sebagai cheerleader, Sandar berhasil memimpin kelompoknya menjadi juara. Bahkan dia menyuruh Cici Ciput melakukan  gerakan salto pada saat kelompok kelas mereka  membuat formasi barisan piramida. Dan yel-yel kelas mereka sangat heboh  yaitu...never say never..never say never  .milik Justin Bieber. (hahaha)

          Setelah acara battle dilanjutkan kegiatan game lagi yaitu game bisik-bisikan. Game itu bertujuan mempereratkan persahabatan dan kekompakan kelas. Kelas satu ff sendiri dibagi dalam tiga kelompok. Gugun, Amir, Yona, bersama dengan Farid serta lima orang teman lainnya yang tidak perlu disebutkan satu persatu  karena mereka hanya peran pembantu.(gubrak !). soalnya kalau mereka disebutkan berarti pengarang tambah ongkos buat membayar mereka (haha becanda.)

        Game dimulai saat mereka sudah duduk memanjang di koridor seperti kabel telepon . Mereka   berbisik di telinga masing-masing secara berantai  untuk menyebutkan sederet nomer telepon  para senior...yang bukan nomer cantik sehingga perlu ingatan yang normal buat bisa menghafalnya.
     Lagi-lagi kelompok Gugun kena hukum, bukan salah siapa-siapa tapi salah kau tahu siapa tak boleh disebut alias Farid. Kupingnya dibisiki nomer ini ...55355565  oleh temannya tetapi Fafid malah di telinga teman berantai yang satu lagi menyebutknya jauh banget yaitu 7434343. Alhasil mereka kalah telak dan kelompok Gugun mendapat hukuman yakni dijemur di bawah terik matahari di  halaman selama tiga puluh menit.

         Untung aja senior Kak Jihan masih berbelas kasihan. Ketika melihat junior itu klepek-klepek kepanasan, Kak Jihan mengizinkan  mereka  memakan buah semangka  yang mereka bawa dalam tas karung goni. Jadilah mereka gegap gempita memakan semangka itu  sebagai pelega tenggorokan yang kehausan dan kepanasan.
       Jam 12.00 MOS belum selesai dan  dilanjutkan dengan acara sholat dhuhur bersama di masjid sekolah dan  tepat pukul 13.00 mereka diijinkan pulang. Mereka lega bukan kepalang ketika bel pulang  berkumandang. Mereka ingin cepat-cepat  pulang dan meninggalkan  acara MOS  yang melelahkan itu. Tapi sebelumnya, mereka menerima daftar catatan barang-barang yang akan mereka bawa di MOS hari kedua yaitu :

Ø Tempe panjang dengan panjang 9.5 cm,
Ø jam tangan,
Ø kuaci cap matahari tertib sepuluh,
Ø kalung buah pisang lima puluh sisir,
Ø topi bola kuning,
Ø rambut dikucir sepuluh dengan pita kuning untuk perempuan dan
Ø juga sepatu dengan tali rafiah warna kuning,
Ø tanda pengenal  berbentuk garuda,
Ø air mineral tiga liter,
Ø timun jumlah tiga kilo warna putih bersih,
Ø pakaian olahraga, dan
Ø martabak kismis satu dus !!

        Alamak...di depan pintu gerbang sekolah para junior  gubrak masal setelah membaca daftar barang yang  akan mereka bawa besok itu . Terbayang lelahnya mencari barang-barang itu dan membelinya di pasar Brotoyudon. Tapi mereka tetap tegar dan  akhirnya melangkah pulang ke rumah dengan wajah dibuat semangat.
       Sementara itu di tak jauh dari pintu gerbang sekolah nampak lima orang cowok berlarian. Mereka mengejar Farid. Rupanya mereka mau balas dendam dan ngebully Farid beramai-ramai karena gara-gara Farid sering salah mereka kena hukum. Tapi Farid untungnya  cepat bergerak menyelamatkan diri dari kejaran teman-temannya, dan keburu nangkring di box mobil pik up sambil memeluk sepeda federalnya. Mereka pulang sekolah tak bisa mengejar Farid yang semakin menjauh bersama lajunya mobil pik up dan hanya bisa berteriak menyumpahi Farid, sementara Farid duduk sambil mendekap sepeda dengan wajah polos, tak berdosa banget.







bersambung.....ke episode MOS BIKIN SENGSARA  GUGUN

hari ini telat mposting. Rencana mposting pas mau buka puasa tapi malah molor............

Wednesday, 2 July 2014

DENDAM KESUMAT PARA SENIOR (MOS SERAM 6)



dendam para senior MOS



             Ayam berkokok bersahut-sahutan menjadi nada dering gratis  warga desa SukaDuku. Orang-orang mulai terbangun. Tapi para ayam itu sedikit malu, karena kalah bangunnya dari anak-anak yang mau MOS. Yona, Amir, Gugun dan beberapa pelajar sudah terbangun dari jam empat lebih awal daripada ayam-ayam itu.

       Yona sibuk memakai aksesoris MOS di  kamarnya. Dia memakai dasi kacang panjang, dan pakaian atasan putih serta bawahan hitam. Ibu dan ayah  ikut sibuk membantu Yona mengkepang rambut Yona. 
       Sementara itu Amir sedang sibuk mengecek barang-barang yang akan dibawanya. Dia sudah bangun sejak pukul tiga. Rambut keritingnya sudah diminyaki mlipis. Dia sudah siap ber baju putih item, dan dasi kacang panjang.  Emak dan bapaknya juga ikut ribut membantu . Amir memasukkan dus lele keriting, cokelat rasa sirsak, semangka bergaris lima, dan cake satu dus. Emaknya mencentang daftar catatan kertas barang yang sudah dimasukkan ke dalam karung goni. Setelah dirasa semuanya lengkap, Amir mamakai topi kerucutnya, dan mencium punggung tangan kedua orang tuanya lalu  berlari ke luar  rumah  menunggu angkot langganannya.

     Sementara itu Gugun, terlambat setengah jam dari Amir dan Yona. Wajah Gugun nampak panik. Bagaimana enggak  panik, matahari pagi udah tergulir, sementara ia masih sibuk memandikan adiknya  dan juga menyuapi adik yang kecil . Setelah  selesai dengan aktifitasnya merawat adik-adiknya, barulah ia siap-siap dengan peralatan MOSnya. Meski banyak halangannya, Gugun mencoba tabah dan sabar. Akhirnya setelah selesai  memasukkan barang MOSnya ke dalam tas karung, lalu ia  mandi, berdandan dan makan. Wah, karung goninya terasa berat bangett ! Dia kemudian pamit ama bapaknya, karena ibunya sudah pergi dulu ke rumah tetangga kerja jadi kuli cuci.

       Di angkot langganan mereka, anggota trio Kwik Kwok  saling bertemu. Angkot bertuliskan facebook di pantatnya itu sudah penuh anak-anak yang akan ikut MOS. Yona, Gugun dan Amir sebetulnya pengin ketawa ngakak ngeliat dandanan anak-anak itu. Dan juga dandanan mereka. Seperti orang gila, tapi mau apalagi itulah aturan MOS. "Itu KAU TAHU SIAPA TAK BOLEH DISEBUT !” jerit  Yona ketika angkot mereka udah melaju dan dia melihat seorang cowok mengontel sepedanya di jalan.
       " Edan  ! MOS gini masih pakai sepeda." Heran Amir sambil memandang keluar jendela.
         Farid nampak tenang di atas sepedanya, bahkan dia seolah memelankan laju sepedanya. Dia yakin dan pede banget selama kegiatan MOS nanti pasti   gak ada yang berani ngapa-ngapain  atau  ngukum dia. Wong dia punya sepupu jadi senior. Tadi pagi dia bahkan telpon-telponan ama Kak Teguh dan Kak Teguh berjanji gak akan galak-galak ama dia. Jadi Farid seperti sengaja berpelan-pelan bersepedanya dan dia tidak takut terlambat !!

       Benar saja sampai di halaman Sewon Kidul , udah banyak para peserta MOS berkumpul, mereka berbaris seperti ular di depan gerbang. Mereka akan melalui pemeriksaan barang oleh senior.
       Barisan sudah sepanjang seratus meter. Nampak meriah oleh topi kerucut dan karung goni yang disandang mereka. Dan  bebarapa mata remaja itu terlihat kelelahan karena semalam nglembur membuat ID Card. Kartu Identitas  mereka lucu-lucu. Karena kali ini dibebaskan dan tidak ada aturan. Mereka membuat ID dengan kreatif dan gila. Bahkan bebarapa ada yang memasang foto profil kartun dan juga foto yang super narsis. Banyak sekali yang pakai tokoh kartun dari film Naruto, Samurai X,  Ipin Upin,   bahkan tokoh korea pop dan drama korea juga jadi foto profil.  Dan yang lebih gila lagi ada yang nempelin foto propil ayam sebagai fotonya.  Kita lihat yok ID Card dan tagline  tokoh utama kita, Gugun tampil dengan foto propil asli yaitu potongan rambut bross dan tampang seperti bapak ABRI  dan berslogan apapun yang terjadi tetap semangat !! sementara Yona, tampil dengan foto bergaya  kayak robot dan senyum dingin, slogannya adalah vidi vini vinci, sedangkan Amir tampil dengan foto profil waktu bayi. ! Tuh karena saran dari emaknya, menurut Maknya  foto bayi  lebih bagus dan lucu. Meskipun malu tapi Amir gak bisa melawan perintah ortunya, slogannya adalah ingin jadi anak sholeh selamanya ....!

      Satu meter lagi giliran trio kwik kwok masuk ke pemeriksaan senior. Yeah, setelah menyemut antri setengah jam akhirnya nama mereka disebut. Dada mereka deg-deg serr melihat beberapa peserta MOS yang kena hukuman karena barang mereka kurang atau cacat. Mereka melihat beberapa pelajar dipaksa lari mengelilingi lapangan sekolah  atas kesalahan mereka.

    "Yak, kamu Agung Laksana maju !!"  seorang senior cowok bertubuh tegap  membaca ID card namanya. 
     Gugun langsung maju ke hadapan lima senior. Dua cewek dan tiga cowok senior memelototinya  bengis dengan mata seolah memancarkan ikon pedang bermata tajam. Mereka memakai baju osis dan tampang mereka sungguh dibuat sangar. 
     "Yap aksesoris yang dipakai sudah tepat !" komentar senior  sambil menatap Gugun dari ujung rambut sampai ujung sepatu. "Dasi kacang panjang, pakaian atasan putih dan celana hitam, tas karung goni, tagline ada,  topi kerucut...okey bagus ! " celetuk mereka sambil kedua tangan disilang posisi siaga.
      Gugun diizinkan  maju dua langkah, dan sekarang dia menghadap ke senior yang lain. 
      Dua senior bernama Kak Nana plus Kak Danang memberi isyarat tangan agar  Gugun memperlihatkan  isi karung goninya. 
      "Siap, Kak !"  Gugun lalu membuka karung goninya. Dia mengeluarkan barang-barangnya , pelan dan seolah tanpa suara. Dia menelan ludah karena grogi dan  takut salah dihadapan senior.

      "Okey, cokelat rasa sirsak jumlah satu, buah semangka bergaris lima......cake brownies satu dus dan,..... apa ini.!!???..” senior Kak Danang meringis. Dia  memeriksa lele goreng dalam kotak snak itu. “Ini tidak keriting."  Ucapnya sambil membolak balik ikan lele itu. Padahal kamu tahu, kemarin kami menyuruh kamu membawa lele kumis keriting..!”  mata Kak Danang langsung mendelik keras ke arah Gugun. 
      Yona dan Amir yang  baris di belakang Gugun nampak  kaku. Mereka akan diperiksa  berikutnya sambil  menunggu reaksi senior .Mereka takut Gugun dihukum. 
      Dan praduga mereka menjadi kenyataan.  "Lari tiga kali keliling halaman !! dan bilang saya teledoooor.!!.saya ceroboooh...!!" perintah kak Danang dengan murka . 
       Gugun akhirnya cuma bisa nyengir dan sebagai pelajar yang berjiwa besar dan berhati sportif diapun melaksanakan perintah seniornya. Dia lari keliling halaman.
        Sementara itu Amir dan Yona  di hari pertama  pemeriksaan barang MOS  ternyata mulus, lulus dan mendapat angka delapan. Sekarang mereka dapat masuk melewati pintu gerbang sekolah sambil senyum-senyum dan bernafas lega, tapi mereka kasihan melihat Gugun.

       Detik-detik MOS akan segera dimulai. Sambil menunggu berlangsungnya upacara bendera dan acara pembukaan MOS, siswa baru terlihat sebagian besar berceceran di halaman. Sebagian kecil  di dalam kelas. Mreka berdiri di lobi dan di lorong kelas. Mereka asyik ngobrol dengan kenalan baru, ada yang main hp, bahkan main laptop. Ada juga yang di luar kelas cuma berdiri melamun gak punya teman , dan nonton anak-anak yang kena hukuman.

        Peserta MOS yang dihukum lari kelililing lapangan nampak berteriak-teriak tak karuan. Sebagian besar siswa  tertawa menatap anak yang dihukum itu  karena berpikir mereka lucu. Tapi ada juga yang cuma nyengir karena kasihan pada mereka.
        Yona dan Amir di pinggir lapangan berdiri saling pandang. Yona melihat di antara anak-anak yang kena hukuman itu, mereka melihat  KAU TAHU SIAPA TAK BOLEH DI SEBUT. Farid berlari keliling lapangan sambil teriak-teriak AKU GAK AKAN TELAT LAGI ! AKU TELAT ! AKU BEGO ! . Siswa siswi  riuh  menertawakan Farid bahkan bertepuk tangan memberi semangat.   Bayangkan aja dia dihukum sambil membondong sepeda dipundaknya. Ihikhik...rupanya dari info yang terpercaya, Farid dihukum karena dia datang terlambat,  Yaiya lah..dia udah berangkatnya santai, pake sepeda dan ngontelnya pelan. Sementara MOS itu dimulai pukul setengah tujuh....!

     Farid bajunya basah oleh keringat. Meskipun begitu Farid tetap membondong sepedanya  sampai finis. Bebarapa peserta MOS meledek-ledek dirinya. Farid ngambek dan gak percaya ama Kak teguh. Kak Teguh tadi tidak membelanya, waktu kakak senior semua menjatuhkan hukuman atas keterlambatan dirinya. Kak Teguh yang notabene sepupunya hanya menunduk dan bilang maaf.
    "Huh ! awas kau Kak Teguh....! batin Farid murka. Tapi sebenarnya dia tak bisa berbuat apa-apa . Dia gak bisa melawan sepupunya itu, karena dia tak biasa bertengkar dengan Kak Teguh . Orang tua Farid  akan memarahinya kalau  dia bertengkar dengan saudara. Jadi sakit hati itu cuma dipendam Farid dalam  hati, yang jadi masalah kok Kak Teguh tega-teganya ngasih hukuman ama dia..!!!  dongkolnya.


BERSAMBUNG KE :
EPISODE MOS = MASA OTORITAS SENIOR

Tuesday, 1 July 2014

KERICUHAN DI PASAR BROTOYUDON (MOS SERAM 5)



MASA OTORITAS SENIOR




  Satu hari lagi, acara MOS di SMA Sewon Kidul akan dibuka dan diselenggarakan dengan meriah. Para senior nampak ribut meeting dan sibuk membuat aksesoris dan label-label untuk kelas MOS. Sementara itu peserta MOS masih memiliki waktu  buat libur, dan itu digunakan  mereka buat membeli peralatan MOS. Dan mari kita buka bersama-sama  kertas catatan mereka tentang  barang yang akan mereka bawa di hari pertama :

1 . lele kumis keriting jumlah satu

2. cokelat rasa sirsak jumlah satu

3. buah semangka bergaris lima

4. topi kerucut seperti penyihir bagi peserta cowok

5. rambut bagi perempuan dikucir lima,   pita warna kuning,

6. tas karung goni

7. dasi kacang panjang

8. pakaian putih hitam.

9. cake brownies satu dus



  Alhasil pasar paling wahid dan terkenal di seantero Klaten Raya pun dirusuhkan oleh anak sekolah dan bertampang sok dewasa itu. Pasar Brotoyudon adalah pasar yang menyediakan barang-barang yang cukup lengkap bagi kebutuhan masyarakat Klaten dan sekitar. Terdapat kios dua lantai seluas dan selebar seperti mall tapi nampak kumuh dan semrawut. Lantai  atas sendiri adalah tempat pedagang daging dan bolo-bolonya, lalu lantai bawah tempat pedagang sayur-sayuran, grosir pakaian dan juga elektronik.Sepanjang gang dan jalan disesaki bau cabe rawit, bau bawang busuk, bau comberan  dan juga bau keringat para pedagang dan pembeli yang tumblek blek , dan suara bising para pedagang menawarkan dagangan seperti suara kodok di musim hujan.


       Terlihat tokoh kita Gugun, Yona dan Amir sedang berlari-lari menyusuri gang Pasar Brotoyudon. Sudah satu jam mereka ngubek-ubek pasar tapi belum mendapatkan semua yang mereka inginkan. Mereka sudah mendapatkan karung goni, kacang panjang, pakaian putih hitam , cake brownies dan lain-lain. Yona  membeli pita warna kuning satu roll.
      “Yah, kurang lele keriting, tapi gak tahu dimana belinya,... Semangat !!!” kobar Yona  waktu ngelihat dua sohibnya terkapar lemas di depan etalase toko emas.
     “Tobat deh,...bisa pingsan aku !” ujar Amir sambil kipas-kipas wajahnya dengan tangan. Suasana pasar dirasakannya semakin panas menggodok tubuhya.
    “Huum.. Kayaknya lele kriting di lantai atas .”  Guman Gugun dengan  tampang nyerah. Soalnya dia baru salah alamat saja naik turun  dari lantai dua. (Gak nyangka banget, kan ?kalau pedagang ikan ada di lantai atas, hehehe)

     “Tuh, teman-teman kita !” celetuk Amir sambil nunjuk tampang-tampang siswa baru yang berjumlah  tujuh puluh orang  pada nyari barang-barang buat MOS. Tiba-tiba mereka melihat dua pembantu kembar Farid melambai ke arah mereka. “Enak ya hidup Farid, gak susah-sudah, udah ada dua pembantu ngebantu dia belanja cari barang-barang.” Batin trio kwik-kwok ngiri.
       “Eh lele keriting tinggal lima ekor, cepat ke lantai atas !” teriak Jamilatun pada trio kwik kwok.

       Amir , Yona dan Gugun gak membuang waktu. Mereka bergegas bangkit dan cepat-cepat naik ke lantai atas. Beberapa kali mereka bersenggolan dengan para pembeli yang membuat para pembeli terjatuh dan terpental.
       “Dasar anak-anak, edaaan !!!” serapah mereka. Tapi tiga tokoh kita itu tak peduli dan seolah udah kehilangan nurani. Mereka berlari cepat dan seolah gak ingin ketinggalan dan kehabisan lele kriting.
Benar saja sampai di tempat pedagang lele mereka melihat tiga ekor lele keriting di baskom sedang menari-nari dan berwajah muram. Yona segera membeli satu, begitu juga Amir langsung ambil buntut lele itu dan membayar ama pedagang, dan Gugun sedang ngitung apakah uangnya masih cukup buat membeli lele, ketika hendak membeli, lele itu sudah lenyap.

    “Lho !  mana lelenya ,Bang?” Tanya Gugun heran.
    “Tuh udah dibeli Neng itu !” Tunjuk pedagang plontos itu sambil senyum. Pedagang itu gembira ria karena dagangannya laris manis. Tapi sebenarnya dia  merasa bersalah. Karena udah nipu anak-anak itu. Dia menjual lele berkumis keriting palsu. Yaitu dengan lele yang kumisnya dililitkan pada lidi sehingga kriting. Tapi siapa suruh, ada lele keriting. Kan susah banget nyarinya kalee, jadi dia ngebantu para pelajar itu. Batin pedagang itu ngedukung setan melawan hati nuraninya.

     “Hei, curang, kembalikan lele itu !” marah Gugun.
      Gadis manis pakai kaos itu pun menoleh. Alamak, Gugun kaget. Dia sepertinya pernah liat itu anak. Yap, dia ingat, itu anak yang dia lihat waktu di briefeng MOS. Dia adalah teman Sandara. Cewek berpipi tembem itu bernama Cici Ciput.
     “Enak aja !  Aku dulu yang beli, seesnaknya saja minta lele yang sudah dibeli !” Ngotot Cici.
     “Tapi aku yang nyampe di sini dulu, tadi aku sedang ngitung uang dulu, eh tahu-tahu udah kamu beli !!"
      "Jahat kamu!! kembalikan lelel itu !” 

     Gugun yang yakin udah gak ada lagi lele keriting di Pasar Brotoyudon atau bahkan di Klaten Raya menjadi seperti gila dan kesurupan.Taskresek item berisi lele di tangan Cici direbutnya. Cici kaget. Dia gak mengira, Gugun yang bertampang polos itu akan berbuat sejauh itu. Cici meraih lagi taskresek yang udah dicengkeram Gugun. Akhirnya dua anak yang udah SMA itu tarik menarik taskresek berisi lele sehingga lele dalam taskresek pun mual perutnya dan muntah-muntah. Gak tahan dengan perilaku maniak dua manusia itu, sang lele mengigit taskresek dan meloncat setinggi-tingginya   untuk melepaskan diri.



     Gugun dan Cici terkejut, lele itu  udah terbang terlempar dan menghilang di antara kaki-kaki pedagang dan pembeli di pasar. Meskipun kedua anak itu berusaha mencarinya, lele itu udah sembunyi dalam comberan. 

     Gugun dan Cici tinggallah bertatapan dengan tampang sama-sama super mencorong marah. Cici gak terima, lalu kepala Gugun diteplaknya, Cici pun menangis. Orang-orang di pasar kaget dan semua fokus melihat ke arah mereka.  Gugun jadi malu dan merasa dia yang salah dan menjadi terdakwa. Bahkan ibu-bu sangat marah kepada Gugun. 
    “Maaf kan aku, baiklah aku akan nyari lele itu dan lele itu buat kamu.” Ujar Gugun sambil ngeloyor lunglai dan pergi ke comberan. Dia mengudak-udak ke air hitam dan bau itu dan alhamdulillah dia menemukan lele itu yang sudah dalam keadaan pingsan. Rupanya lele itu shock dengan bau comberan yang udah terkomtaminasi oleh formalin dan juga bau sampah busuk. Hoho ngawur kali ini pengarang. 
       Dengan sopan Gugun nyerahin lele itu pada Cici. Cici merasa puas. Tanpa ucapan terima kasih, dia pun ngacir ngeloyor pergi dari Pasar Brotoyudon setelah mendapatkan lele keriting itu.


       Gugun menghela nafas panjang. Air matanya mengalir. “Sabar ya Gun.” Kata Yona dan Amir sambil menepuk pundak sohibnya itu. Gugun mengangguk. Dia bersyukur punya dua sahabat yang menguatkannya (ceile @.@). Gugun melangkah pulang dengan diapit dua sohibnya itu. Sementara itu sayup-sayup dia mendengar keributan pelajar yang pada berebutan barang-barang buat MOS. Mereka cuma meringis waktu ngeliat pelajar cakar-cakaran dan marah-marah di tempat penjual semangka. Rupanya waktu itu semangka lima garis emang terbatas jumlahnya, sehingga membuat pembeli yang notabene peserta MOS itu panik dan marah. Dan rebut-rebutan menjadi arena memalukan di pasar itu. Para bapak ibu, emak tante, om, dan pembeli yang lain  geleng-geleng kepala dan dalam hati merasa terganggu oleh ulah para pelajar tersebut.
        Sinar senja menghiasi Pasar Brotoyudon. Gugun, Yona dan Amir sudah sampai di terminal dan naik angkot langganannya. Wajah mereka lelah. Tapi mereka tenang, karena sudah mendapatkan barang-barang yang dibeli. Sementara Gugun mencoba tegar. Terpaksa dia membeli lele di rumah tetangganya. Lele yang tidak keriting. Dan dia siap dengan konsekuensinya  esok hari. Dia berdoa semoga MOS besok tidaklah seketat dan sekejam bayangannya.



(bersambung....)
KE EPISODE :  
MOS HARI  PERTAMA, DENDAM KESUMAT PARA SENIOR !

Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Entri Populer

  • Quote menulis dari penulis indonesia
  • KARENA WAJAH KITA TAK SAMA

Blog Archive

  • ▼  2015 (35)
    • ▼  October (1)
      • KARENA WAJAH KITA TAK SAMA
    • ►  September (3)
    • ►  August (4)
    • ►  July (23)
    • ►  May (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (94)
    • ►  December (8)
    • ►  November (6)
    • ►  October (12)
    • ►  September (5)
    • ►  August (6)
    • ►  July (12)
    • ►  June (9)
    • ►  May (7)
    • ►  April (3)
    • ►  February (12)
    • ►  January (14)
  • ►  2013 (29)
    • ►  December (16)
    • ►  November (8)
    • ►  September (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2012 (25)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (4)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (9)
  • ►  2011 (13)
    • ►  December (1)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  January (1)
Betapa mudah dan tak sadar menjadi sombong dan tidak iklas dalam beramal (kata mutiara)

Powered by Blogger.
Copyright 2013 CERPEN 5M - All Rights Reserved
Template by Mas Sugeng - Powered by Blogger