CERPEN 5M

hahaha

  • Home
  • Quote gua
  • CERPEN
  • DAFTAR ISI
  • OPINI
  • TENTANG BLOG
Home » All post

Thursday, 2 January 2014

PESAN SARAT MENAKUTKAN (MOS SERAM 2)

PESAN SARAT MENAKUTKAN (MOS SERAM 2)
(SEBUAH CERITA KOMEDI DAN AGAK PARODI)
maaf bila tulisan saya ini hanya merepotkan^.^


  Matahari pagi tersenyum dari balik pegunungan. Sinarnya menyinari hamparan tanah perkotaan dan pedesaan di daerah Klaten. Anak sekolah dari SD, SMP, SMA bahkan TK nampak bertebaran di jalan memasuki sekolah mereka.

     SMA SEWON KIDUL di pinggiran kota dan di apit oleh persawahan mulai ramai didatangi siswa.
     Yona, Gugun dan Amir seperti orang ilang saja. Berjalan berjejeran  dengan mata melotot dan mulut melongo melihat isi gedung SMA Sewon Kidul . Pembaca pasti heran siapakah ketiga remaja itu gerangan kiranya kenapa langsung di ekspos di cerita ini.

   Yap mereka adalah trio Kwik- Kwok dari SMP Gempita. Terang  saja, biar pembaca gak penasaran. Mereka tu adalah bintang utama dari cerita ini.  Gugun nama aslinya adalah Agung Laksana. Mukanya item, pas-pasan, dengan bodi gempal dan rahang kotak. Potongan rambut seperti Bapak ABRI. Tapi punya hobi yang kontra diksi ama perawakannya hehe. Yaitu hobi memasak. Dia anak sulung dari empat bersaudara. Dan dia anak yang kurang beruntung. Ayahnya penjual bakso keliling dan ibunya tukang cuci panggilan. Tapi dia lumayan pintar lho...terbukti bisa nembus di SMA Sewon.

      Tokoh kedua kita adalah Yona nama lengkapnya Septi Yohana Putri. Anak  nomer dua dari pegawai kantor pos. Wajah  gak cantik-cantik amat sih, manis juga kagak, cenderung judes. Potongan rambut lurus, tubuh kurus, putih, lumayan tinggi dan mata sipit. Dia mandiri, pemberani dan kritikus. Hobi berpikir ilmiah. Pintar tentu saja. Dia langganan rangking satu di SMP Gempita. Sayang, banyak teman gak suka dia. Karena dia pelit ngasih jawaban ulangan. Alhasil dia sering dibully. Tapi dia tenang aja, karena dia punya motto. Ga papa di bully asalkan guru-guru sayang sama dia, hehe.

     Sementara tokoh ketiga kita. Bernama Amir. Lengkapnya Amirudin. Meski otaknya minim, tapi dia  punya feeling baik, terutama kalau ngerjakan soal ABCD alias pilihan ganda karena itu dia beruntung banget bisa lolos di SEWON KIDUL, Amir digambarkan sebagai anak laki-laki  bertubuh kurus, tinggi, kulit sawo matang dan rambut keriting. Punya riwayat asma. Anak tunggal dari peternak ayam ini dididik dengan keras supaya gak manja dan meneruskan usaha orang tuanya yaitu usaha ternak ayam ?@@



Nah,  itu tadi  sekilas info tentang tokoh imut-imut kita . Cerita kembali berlanjut ke tokoh utama tadi yang terheran-heran atau tepatnya tertakjub-takjub melihat lingkungan SMA. Ini pertama kali mereka menginjakkan kaki di SMA yang cukup favorit di kota mereka itu. Gedung berlantai tiga dengan dikelilingi bunga kamboja, melati dan bougenvil.  Sebuah lingkungan sekolah yang terlihat begitu rindang, wangi harum, dan juga seram.hihi...
“Eh, kita kemana lagi ini ?” bingung Amir ketika sampai di depan ruang toilet. Ya ampuuun mereka kesasar ke tempat berbau itu.
“Dasar !  tujuan kita kesini bukan ke toilet ,.. (celetuk Yona.) atau cuma jalan-jalan  sliwar-sliwer di bab satu cerita ini, meski kita bintang utama di cerita ini, tapi kita kesini adalah untuk ambil seragam baru dan juga ambil jadwal MOS.” Terang Yona yang dikarakterkan sebagai cewe cerdas ini.
   Gugun manggut-manggut aja. Sambil nunjuk tempelan  gambar tanda panah dari pengarang yang memberi arah ke  ruang tempat sekretariat murid baru.
Mereka membalikan badan dan  berjalan dengan tampang culun menuju ke sekretariat.  Beberapa kali mereka sempat berpapasan dengan bebarapa  kaka kelas dua dan tiga. Trio Kwik Kwok menunduk memberi hormat plus segaris seringai di mulut dilemparkan ke  mereka. Tapi para senior itu berlagak  keren, sombong dingin dan cuek. Ketiga tokoh kita ini hanya mengangkat bahu  berusaha maklum. Mereka melangkah tetap penuh semangat dan tidak menyangka ada sesosok tubuh yang membuntuti mereka.


 Sesosok itu berkelebat di antara rimbunan pohon bougenvil di depan koridor kelas. Wajah sosok itu tegas,  kulit hitam manis dengan alis tebal menghiasi  mata lebar  dan tahi lalat di dekat hidung. Sosok mirip Josua  itu bernama FARID. Siapa sih yang gak kenal AFARID. (pembaca geleng kepala masal karena ga kenal FARID) FARID adalah KAU TAU SIAPA GA BOLEH DI SEBUT !! di SMP gempita. (diharapkan pembaca dalam membaca tulisan berhuruf besar di atas pada terjungkal GUBRAK !)  



FARID digambarkan sebagai anak berotak lemot, sering sial dan gampang main gampar. Sebenarnya temannya udah empet banget ama gayanya cuma karena dia anak orang kaya jadi pada tunduk gitu, terutama kalau pas istirahat, teman-temannya tuh pada hobi menjilat FARID supaya dapat traktiran di kantin.


Lalu apa yang dilakukan cowo judes itu  di SMA Sewon Kidul. Rupanya, FARID diterima di sekolah  tapi  lewat jalur tidak umum. Alias jalur depan belakang oke. Ayahnya  pejabat Pemda udah nyogok pihak sekolah supaya FARID diterima. Sebenarnya FARID malu, karena semua orang pasti tahu dia ga mungkin di terima di SMA itu, wong ujian nasional lulus aja dia udah anugrah banget. Karena itu FARID berdoa agar tiga temannya dari SMP gempita yaitu Gugun, Yona dan Amir ga tahu kalau dia diterima di sekolah itu.
Tapi sial, bajunya tersangkut duri bougenvil. Terang FARID menjerit karena duri itu juga menggores kulit punggungnya. Gugun, Yona dan Amir konstan menoleh ke arah jeritan memilukan lagi menakutkan itu. Mereka  bergegas menghampiri FARID yang memang berwajah butuh pertolongan

“FARD ? ngapain kamu di sini ?”  kompak Gugun, Yona dan Amir seperti perintah dalam skenario cerita ini.

“Ya ampun FARID, kamu kan gak mungkin sekolah di sini kan, ini sekolah untuk anak pintar ? kamu tersesat kali ke sini ?”
“Atau kamu lagi jalan-jalan saja di  sekolah ini ?”
Berondong ketiga tokoh kita itu dengan wajah heboh dan gak berperasaan.
“Aku sedang terluka parah !!!”  omel FARID karena kesal ketiga trio Kwik Kwok itu sempet-sempetnya tanya-tanya dan basa-basi. Dia menyesal dia tadi gak pakai topeng Spidermen seperti saran dua pembantunya Jamilah dan Jamilatun. Kalau dia pakai topeng kan ga bakal ketahuan ..huhuhu...
Trio Kwik Kwok melihat FARID punggungnya berdarah.  Gugun dan Amir berpikir  FARID bisa kehilangan banyak darah atau  nyawa FARID mungkin gak bisa diselamatkan tapi yang utama mereka takut digampar dan males ngeliat tampang cowo itu. Lalu  mereka cepat ambil langkah seribu ngacir dari tempat itu untuk meminta bantuan. FARID bengong memandang kepergian Yona, Amir dan Gugun. Kok, tega mereka meninggalkannya sendirian di tempat itu. Farid meringis kesakitan.


       Sementara itu ketiga tokoh kita sedang celangak-celinguk di pertigaan koridor sekolah. Mereka berjalan tergopoh-gopoh mencari orang yang bisa mereka repotin bantuan. Pandangan mereka tertuju pada sosok tua, beruban, berjenggot panjang di kejauhan. Mereka segera berlari ke arah orang bongkok itu. Orang itu diberi label dalam cerita ini sebagai PAK BON. Pak Kebon sedang menyapu di belakang kelas sambil mendengarkan musik Ayu Ting-Tong di earphone. Konstan terlonjak kaget waktu ngeliat kedatangan tiga tokoh kita ini.
       “Kalian murid baru ya ?” sergah Pak Bon lebih dulu sambil menatap tajam pada Gugun, Yona dan Amir.
       Trio kwik kwok manggut-manggut, seperti terhipnotis oleh wajah Pak Bon yang bijak tapi mengandung setitik misteri itu.
       “Sebentar lagi, pasti akan menghadapi MOS ya..lihat..lihat..lihat gundukan itu ?” suara Pak Bon melengking berat dan dia menunjuk gundukan di depan rimbunan pohon anggrek. “Itu gundukan adalah korban dari MOS ! hanya aku yang tahu, di malam yang dingin dan sesepi itu aku sendiri...(Pak Bon sambil nyanyi dan diiringi lagu peter pan yang berjudul sendiri, sementara layar di atas rambut Pak Bon menggambarkan flasback dulu dia melihat dalam kegelapan senior memanggul karung berisi mayat peserta MOS lalu dikubur di gundukan itu. Wajah senior itu menakutkan sekali, tapi tidak begitu jelas, hanya dia tahu anak itu jerawatan !!  @.#




       Gugun, Amir dan Yona tercenung. Mereka kaget dan takut. Apalagi waktu Pak Bon itu tiba-tiba tertawa. ‘Hahaha...Maka kalian waspadalah..waspadalah..kejahatan terjadi bukan kerena pelakunya tapi karena kesempatan...!” teriak Pak Bon sambil ngangkat sapu ijuk  ke udara  mirip sapu nenek sihir itu. Ketiga remaja itu pun saling pandang dan kompak lari terbirit-birit dari tempat itu. Wajah mereka shock. Mereka merasa salah minta perhatian eh minta pertolongan. Mereka malah ketemu ama pak kebon aneh, freak dan juga mungkin sinting. Ketiga tokoh itu betul-betul bingung dan dibuat tak tahu apa-apa sama pengarang. Kepala mereka dipenuhi tulisan MOS seram..MOS seram..mereka lari ke ruang sekretariat murid baru. Mereka ambil seragam baru, formulir MOS lalu tanda tangan bukti pengambilan. Setelah itu mereka ngacir keluar dari gedung SMA. Mereka dilupakan oleh sesuatu. Yap, mereka lupa KAU TAHU SIAPA TAK BOLEH DISEBUT sedang kesakitan. Menunggu kedatangan mereka. Untung FARID segera mendapat pertolongan pertama dari mbak-mbak PMR.
       Sesungguhnya melihat orang terluka bagaikan mendapat durian runtuh. Mbak PMR seneng banget waktu ngeliat ada orang kesakitan di bawah pohon bougenvil plus berdarah. Mereka yang berjumlah kurang lebih sepuluh orang itu segera menggotong FARID ke ruang kesehatan. FARID secepatnya segera diobati dan tepatnya menjadi kelinci percobaan dari perkumpulan remaja yang ingin menjadi ahli kesehatan itu. Alhasil keluar dari ruang kesehatan,  tangan dan kepala FARID penuh perban, dan dia bagaikan setengah mumi, berjalan terseok seok sambil menyembunyikan dendam di dada pada tiga remaja kwik kwok. Dia kesal banget karena telah ditelantarkan  Gugun, Yona dan Amir sehingga nasibnya naas banget. Sebenarnya lukanya gak parah amat, tapi dia telah  menjadi korban eksprerimen para mbak PMR yang baru saja mendapat ilmu balut membalut perban. So ngeliat korbannya eh pasiennya udah bisa diperban seperti kue lemper, para anggota PMR itu pada keplok keplok puas sambil melambaikan tangan pada FARID yang berjalan menuju ke ruang sekretariat murid baru.

       Kembali ke tokoh kita.  Setelah waktu berjalan satu jam.  Mereka sudah mendekam di dalam angkot. Duduk berjejeran bersama pedagang sayuran di pasar Brotoyudon dengan pikiran masing-masing. Gugun, Amir, Yona membayangkan mereka yang akan mengikuti MOS. Mereka terngiang pesan dari Pak Kebon yang aneh itu. Mereka berusaha menenangkan hati dengan tidak percaya begitu saja dengan kata-kata Pak Bon. Yona menyakinkan dirinya, kalau zaman sekarang gak mungkin ada MOS yang  kejam  apalagi ampe bunuh-bunuhan. Sekarang udah reformasi dan era facebook, era orba udah lewat. Gak mungkin ada MOS seram. Dengung Yona dengan wajah meringis. Tapi tidak dengan Amir. Anak pengusaha ayam itu wajahnya   pucat.  Alisnya  melengkung ke bawah. Tas punggungnya di peluk di pangkuannya dan dia nampak galau membayangkan MOS yang akan diikutinya. Dia sedang berpikir bagaimana bisa melarikan diri dari tugas MOS. Sementara Gugun nampak melongo, dia seperti kelupaan sesuatu. Tiba-tiba dia mencolek bahu Amir. “Mir, kau tahu siapa !!!?” jerit Gugun kenceng. Yona menengok ke arah dua sohibnya, dan mereka pun teriak kompak. “Ya ampuun ?”  Mereka baru teringat FARID. Kok bisa-bisanya mereka teledor, meninggalkan FARID yang terluka parah dibawah pohon bougenvil. Mereka nampak cemas diapain ama FARID. Dan kamera pembaca  tiba-tiba close up ke arah penumpang remaja yang duduk di pojokan di apit dua pedagang cabe. Kepalanya dibalut perban. Matanya mencorong natap tajam ke arah Yona, Amir dan Gugun,  seolah mau membunuh tiga tokoh kita itu. “FARIIIDDD ??”  kaget Gugun, Amir dan Yona. Trio Kwik Kwok bergegas turun dari angkot untuk menyelamatkan diri. Tapi FARID ikutan turun dan meraih tengkuk ketiga nya. Tapi yang kesakitan justru  FARID.  Because tangan FARID diperban. Cowo item manis itu berteriak kesakitan di pinggir jalan. Gugun, Amir dan Yona mandang gak tega. Lalu dengan rasa nasionalisme dan manusiawi yang tinggi mereka memapah FARID. Mereka menyetop bentor (becak montor) dan mengantar FARID ke rumahnya. Sampai di halaman rumah mewah FARID, dua   pembantu kembar FARID yang  bernama Jamilah dan Jamilatun menyambut tuannya itu. Jamilah menjinjing sepatu dan tas FARID, Jamilatun  menggendong tuannya sambil menangis sesenggukan. “Tuan, kenapa tuan jadi begini ?” tangis dramatis Jamilatun sambil masuk ke dalam rumah. Sementara itu Yona, Amir dan Gugun tercenung di teras rumah karena tidak ada ucapan terimakasih atas jasa mereka. Boro-boro disuruh masuk atau diberi minum dan makan. Orang tua FARID belum pulang dari tempat bekerja.  Yona, Amir dan Gugun pulang ke rumah dengan tubuh lunglai, hati agak dongkol tapi mereka berusaha iklas agar dapat pahala..hihi..



Tokoh kita sudah pulang ke rumah masing-masing. Sore itu,  Amir meringkuk gelisah di kamarnya, memandang langit-langit kamar. Dia sedang sakit, tepatnya dia sedang pura-pura sakit. Itu adalah trik  untuk menghindari tugas-tugas susah. Sebagai anak tunggal, dia merasa punya hak untuk berbuat manja. Emaknya sering membelanya, dia  membiarkan anak semata wayang itu  tidur-tiduran di kamar sambil nonton tivi, sementara ayam-ayam di kandang kelaparan. Pak Agus datang berkacak pinggang di pintu kamar Amir. “Banguun ! laksanakan kewajiban kamu tuh..ngasih makan ayam !” Perintah Bapak.



“Tapi Amir lagi sakit . Besok Amir gak masuk sekolah Pak.”  Ngeles Amir dengan wajah dibuat menderita berat. Dibuat memelas kayak orang kena cacar dan juga sakit cacingan.  Dia berharap besok ga usah ikut MOS.
“Sakit apa ? masak sakit  doyan  banget makannya, ampe habis dua piring.” Celetuk Bapak yang udah hafal gaya anaknya itu.
Amir nyengir lalu sebelum pantatnya digebuk pake sapu ama Bapak , dia beranjak ke kandang melaksanakan perintahnya. Ihh galak ya ayah Amir. Dengung para pembaca.




 (...bersam...bung..)


MOS SERAM ( Prolog) (MOS SERAM 1)

MOS SERAM ( Prolog)  (MOS SERAM 1)
(MASA OTORITAS SENIOR ) MENAMPILKAN = DENDAM KESUMAT PARA SENIOR. CERITA INI SAYA PERSEMBAHKAN UNTUK..... Para korban MOS... ntuk para junior yang telah teraniaya..  Gugun, Yona dan Amir 
    Pendukung utama cerita ini ADALAH  Kim Yesung.. hehe..gaklah..  UCAPAN TERIMAKASIH BUAT Grup ANTI MOS.
  Pesan dari penulis... ..bagi yang berharap cerita ini kisah roman bak melodrama asia silahkan manyun karena ini bukan cerita romantis, atau .ini hanya cerita komedi, cerita parodi dan bahkan kartun-kartunan...mohon jangan ada yang tersinggung....dan jangan ampe ini cerita dianggapp sebagai provokator ataupun jangan sampai dicap ini karya saya  sebagai cerita kontroversial...^.^   Dan diharapkan yang membaca cerita ini adalah pembaca yang mempunyai selera humor yang tinggi, sedang, agak bersera humor dikit juga gapapa...yang penting halal..ahaha...maaf...kalau amburaduull...   Kesamaan kejadian, dan lain-lain dalam cerita ini bukanlah kesengajaan....dan cerita ini hanyalah bersifat menghibur ....menghibur hati yang terluka....                
                                                       PROLOG  
ENGKAU SEMUA YANG HATINYA PEDIH, MARAH, KECEWA, GERAM DAN INGIN MEMBALAS DENDAM, YUK KESINI SEMUA, MARILAH KITA BERKUMPUL UNTUK MERENCANAKAN PEMBALASAN DENDAM.
  BALAS DENDAM ITU MEMBEBASKAN KITA, DARI SEMUA RASA BURUK. KARENA PERLAKUAN TIDAK BAIK DARI ORANG LAIN, DAN MEMBALASNYA DENGAN  SESUATU YANG MEMBUATNYA BERLAKU LEBIH BAIK, KEPADA KITA DAN KEPADA SEMUA   MAKA BALAS DENDAM YANG TERBAIK ADALAH MEMAAFKAN AGAR TUHAN SEGERA MEMULAI PROSES UNTUK MEMBAIKKANNYA.   (Mario Teguh)

Wednesday, 1 January 2014

KETIKA KAK YETI TIDAK ADA

KETIKA KAK YETI TIDAK ADA
“Yud, tolong sapu halaman rumah !”  Teriak kak yeti dari luar rumah.
Yudi hanya menggosok-gosok hidung . Matanya lalu terpaku lagi ke film televisi harry potter yang sedang seru-serunya. Namun, tiba-tiba kak yeti sudah berada di hadapannya. Memegang sapu, dan bertampang sengit.
“yudi, kamu dengar tidak ya ? Kakak minta tolong sama kamu !”
Yudi mendongak sebentar, lalu mengikuti adegan pertarungan di televisi lagi. Kak yeti kehilangan kesabarannya. Diambilnya remote di meja, lalu klik ! Pesawat televisi padam.
“Aaah...!”  Yudi menjerit dan menggeram. Kak yeti lari terbirit-birit ke luar rumah. Yudi mengikik penuh kemenangan. Lalu kembali menyetel televisi.
Suatu hari, pulang sekolah, yudi masuk ke rumah tanpa melepas sepatu. Ups, lantai menjadi kotor. Ternyata lantai masih basah karena baru dipel. Melihat itu, kak yeti menatap yudi dengan garang.
“yudi ! Baca dong, tulisan di depan pintu ! Ah, lantainya jadi kotor  lagi ! Sebel aku sama kamu, yud !”  Geram kak yeti.
Sebelum berangkat sekolah, kak yeti yang sangat rapi itu , selalu membereskan rumah. Ia masuk siang.
Yudi tersenyum, lalu berjalan santai melewati kak yati dengan sepatu kotor. Kak yeti memburu yudi. Yudi menjerit dan cepat-cepat menyelamatkan diri ke kamar. Lalu cekikikan sendirian di kamar.
Setelah berganti baju, yudi makan siang. Setelah makan, piringnya ia letakkan begitu saja di atas meja. Yudi tidak peduli dengan pesan kak yeti agar mencuci piring sendiri setelah makan. Cepat-cepat ia berlari menuju lapangan, untuk bermain bola bersama teman-temannya.
Sepulang sekolah, kak yeti ngomel-ngomel lagi.
“yudi kamu kan sudah kelas enam sd, sebentar lagi smp, kenapa tidak latihan mencuci piring sendiri sih !”
“yee, aku kan cowok, mencuci itu tugas perempuan ! Jawab yudi.
Begitulah pertengkaran kecil yang sering terjadi antara yudi dan kakaknya. Kak yeti sangat rapi dan rajin membereskan rumah. Sementara yudi lebih suka nonton film dan main bola.

Suatu hari, ketika pulang sekolah, yudi menemukan rumahnya sepi sekali. Tidak ada orang di rumah. Ia menemukan secarik kertas di atas meja, berisi pesan dari ibunya. Isinya, memberitahu kalau kak yeti dibawa ke rumah sakit karena terserempet motor. Ibu meminta yudi mengerjakan tugas rumah yang biasa dilakukan kak yeti.
Yudi menelan ludah. Kak yeti di rumah sakit ?  Yudi tidak percaya. Kenapa ini bisa terjadi ? Ah kini ia harus mengerjakan pekerjaan rumah.
Siang itu yudi menyapu halaman rumah dan menyiram bunga. Huh, capeknya ! Keluh yudi , lalu menjatuhkan tubuhnya di atas rumput. Nafas yudi ngos-ngosan. Ia heran, karena kak yeti bisa melakukan semua itu setiap hari.
“aku tidak boleh kalah !” Guman yudi, lalu berusaha bangkit lagi. Yudi menyelesaikan tugas menyiram rumput. Lalu mencuci piring.
Tiga hari pun berlalu. Kak yeti masih di rumah sakit. Yudi menyapu ruang depan. Ia merasa bosan. Pekerjaan rumah membuatnya tak sempat bermain dan nonton televisi. Tiba-tiba yudi merasa kasihan pada kak yeti. Ia menyesal tidak pernah mau membantu kakaknya yang rajin itu.
Saat sedang melamun, tiba-tiba pintu terbuka.
“kak yeti !” Teriak yudi. Namun ia kemudian terdiam, karena yang muncul ternyata ibu dan paman bagus.
“kak yeti masih belum boleh pulang yud,” ujar ibu sedih.
Saat itu, yudi merasa rindu sekali pada kakaknya.
Esok harinya, sepulang sekolah . Yudi langsung mampir ke rumah sakit. Ia membawa bungkusan kecil. Berisi kue kesukaan kak yeti. Tepat di depan kamar kak yeti, yudi bengong. Kamar itu kosong. Kak yeti dan seorang anak  lain yang sakit tipus sudah tidak ada. Jangan-jangan kak yeti....
Saat itu,masuklah seorang perawat. Langsung saja yudi bertanya.
“yang kemarin di kamar ini kemana, suster ?”  Tanya yudi gugup.
“yang satu sudah sembuh, yang satunya lagi sudah dibawa ke kamar mayat !” Kata   perawat itu.
Yudi tercenung. Tiba-tiba lututnya lemas. Yudi terjatuh di depan ranjang kak yeti. Bungkusan kue kesayangan kak yeti terlepas dari tangannya. Air mata  yudi tidak bisa dibendung.
“kak yeti ! Jangan tinggalkan aku ! Aku sayang kak yeti !  Maafkan yudi....” Isak yudi lirih.

Tiba-tiba yudi mendengar suara cekikikan yang sangat dikenal di belakangnya. Yudi menoleh ke belakang. Astagaaa ! Tampak kak yeti berdiri di samping ibu. Perban yang kemarin melilit di kepala dan tangannya sudah tidak ada. Kak yeti nampak segar bugar. Ah , rupanya yudi salah tebak. Yang meninggal itu ternyata si pasien penderita tipus.
“kamu menangis, yud ?” Ledek kak yeti sambil tergelak.
“siapa yang nangis, week ! Aku cuma latihan sandiwara kok, buat tugas bahasa indonesiaku besok !” Alasan yudi sambil menyeka air matanya dengan ujung krah baju. Di dalam hati ia lega sekali dan bersyukur pada tuhan.
Hari itu kak yeti sudah sembuh dan diizinkan  pulang sekolah. Yudi berjanji, besok ia akan membantu pekerjaan rumah, walau tanpa diminta kak yeti. Meskipun cowok, sebentar lagi aku kan smp, harus belajar mandiri. Guman  yudi riang.
“yud, tolong sapu halaman rumah !”  Teriak kak yeti dari luar rumah.
Yudi hanya menggosok-gosok hidung . Matanya lalu terpaku lagi ke film televisi harry potter yang sedang seru-serunya. Namun, tiba-tiba kak yeti sudah berada di hadapannya. Memegang sapu, dan bertampang sengit.
“yudi, kamu dengar tidak ya ? Kakak minta tolong sama kamu !”
Yudi mendongak sebentar, lalu mengikuti adegan pertarungan di televisi lagi. Kak yeti kehilangan kesabarannya. Diambilnya remote di meja, lalu klik ! Pesawat televisi padam.
“aaah...!”  Yudi menjerit dan menggeram. Kak yeti lari terbirit-birit ke luar rumah. Yudi mengikik penuh kemenangan. Lalu kembali menyetel televisi.
Suatu hari, pulang sekolah, yudi masuk ke rumah tanpa melepas sepatu. Ups, lantai menjadi kotor. Ternyata lantai masih basah karena baru dipel. Melihat itu, kak yeti menatap yudi dengan garang.
“yudi ! Baca dong, tulisan di depan pintu ! Ah, lantainya jadi kotor  lagi ! Sebel aku sama kamu, yud !”  Geram kak yeti.
Sebelum berangkat sekolah, kak yeti yang sangat rapi itu , selalu membereskan rumah. Ia masuk siang.
Yudi tersenyum, lalu berjalan santai melewati kak yati dengan sepatu kotor. Kak yeti memburu yudi. Yudi menjerit dan cepat-cepat menyelamatkan diri ke kamar. Lalu cekikikan sendirian di kamar.
Setelah berganti baju, yudi makan siang. Setelah makan, piringnya ia letakkan begitu saja di atas meja. Yudi tidak peduli dengan pesan kak yeti agar mencuci piring sendiri setelah makan. Cepat-cepat ia berlari menuju lapangan, untuk bermain bola bersama teman-temannya.
Sepulang sekolah, kak yeti ngomel-ngomel lagi.
“yudi kamu kan sudah kelas enam sd, sebentar lagi smp, kenapa tidak latihan mencuci piring sendiri sih !”
“yee, aku kan cowok, mencuci itu tugas perempuan ! Jawab yudi.
Begitulah pertengkaran kecil yang sering terjadi antara yudi dan kakaknya. Kak yeti sangat rapi dan rajin membereskan rumah. Sementara yudi lebih suka nonton film dan main bola.

Suatu hari, ketika pulang sekolah, yudi menemukan rumahnya sepi sekali. Tidak ada orang di rumah. Ia menemukan secarik kertas di atas meja, berisi pesan dari ibunya. Isinya, memberitahu kalau kak yeti dibawa ke rumah sakit karena terserempet motor. Ibu meminta yudi mengerjakan tugas rumah yang biasa dilakukan kak yeti.
Yudi menelan ludah. Kak yeti di rumah sakit ?  Yudi tidak percaya. Kenapa ini bisa terjadi ? Ah kini ia harus mengerjakan pekerjaan rumah.
Siang itu yudi menyapu halaman rumah dan menyiram bunga. Huh, capeknya ! Keluh yudi , lalu menjatuhkan tubuhnya di atas rumput. Nafas yudi ngos-ngosan. Ia heran, karena kak yeti bisa melakukan semua itu setiap hari.
“aku tidak boleh kalah !” Guman yudi, lalu berusaha bangkit lagi. Yudi menyelesaikan tugas menyiram rumput. Lalu mencuci piring.
Tiga hari pun berlalu. Kak yeti masih di rumah sakit. Yudi menyapu ruang depan. Ia merasa bosan. Pekerjaan rumah membuatnya tak sempat bermain dan nonton televisi. Tiba-tiba yudi merasa kasihan pada kak yeti. Ia menyesal tidak pernah mau membantu kakaknya yang rajin itu.
Saat sedang melamun, tiba-tiba pintu terbuka.
“kak yeti !” Teriak yudi. Namun ia kemudian terdiam, karena yang muncul ternyata ibu dan paman bagus.
“kak yeti masih belum boleh pulang yud,” ujar ibu sedih.
Saat itu, yudi merasa rindu sekali pada kakaknya.
Esok harinya, sepulang sekolah . Yudi langsung mampir ke rumah sakit. Ia membawa bungkusan kecil. Berisi kue kesukaan kak yeti. Tepat di depan kamar kak yeti, yudi bengong. Kamar itu kosong. Kak yeti dan seorang anak  lain yang sakit tipus sudah tidak ada. Jangan-jangan kak yeti....
Saat itu,masuklah seorang perawat. Langsung saja yudi bertanya.
“yang kemarin di kamar ini kemana, suster ?”  Tanya yudi gugup.
“yang satu sudah sembuh, yang satunya lagi sudah dibawa ke kamar mayat !” Kata   perawat itu.
Yudi tercenung. Tiba-tiba lututnya lemas. Yudi terjatuh di depan ranjang kak yeti. Bungkusan kue kesayangan kak yeti terlepas dari tangannya. Air mata  yudi tidak bisa dibendung.
“kak yeti ! Jangan tinggalkan aku ! Aku sayang kak yeti !  Maafkan yudi....” Isak yudi lirih.

Tiba-tiba yudi mendengar suara cekikikan yang sangat dikenal di belakangnya. Yudi menoleh ke belakang. Astagaaa ! Tampak kak yeti berdiri di samping ibu. Perban yang kemarin melilit di kepala dan tangannya sudah tidak ada. Kak yeti nampak segar bugar. Ah , rupanya yudi salah tebak. Yang meninggal itu ternyata si pasien penderita tipus.
“kamu menangis, yud ?” Ledek kak yeti sambil tergelak.
“siapa yang nangis, week ! Aku cuma latihan sandiwara kok, buat tugas bahasa indonesiaku besok !” Alasan yudi sambil menyeka air matanya dengan ujung krah baju. Di dalam hati ia lega sekali dan bersyukur pada tuhan.
Hari itu kak yeti sudah sembuh dan diizinkan  pulang sekolah. Yudi berjanji, besok ia akan membantu pekerjaan rumah, walau tanpa diminta kak yeti. Meskipun cowok, sebentar lagi aku kan smp, harus belajar mandiri. Guman  yudi riang.


Tag
cerpen anak-anak ketika kak yeti tidak ada, 
cerpen online cerpen 5 m
cerpen anak-anak
cerpen pendidikan
cerpen lama banget


Ayub dan ulat-ulat yang menggerotinya

apa itu sabar


Kesabaran yang tidak terbatas,

"Bukankah kita mengalami kelimpahan harta jauh lebih lama daripada cobaan ini ?
terbilang hanya beberapa bulan kita mengalami ujian ini, tapi kenapa sudah sedemikian rupa mengutuk-ngutuk,
sedangkan ujian ini sama sekali tidak setimpal dengan keruahan kesenangan yang pernah kita rasakan...

diambil dari petikan kisah..
Judul= Ayyub dan Ulat-Ulat yang menggerogotinya
sebuah novel dari Muhammad Makhdlori
Penerbit= diva press


sabar adalah

Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Entri Populer

  • Katanya ini adegan Dokter Ngawur dalam sinetron Indonesia
  • PENYIHIR BERPRESTASI

Blog Archive

  • ▼  2015 (35)
    • ▼  October (1)
      • KARENA WAJAH KITA TAK SAMA
    • ►  September (3)
    • ►  August (4)
    • ►  July (23)
    • ►  May (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (94)
    • ►  December (8)
    • ►  November (6)
    • ►  October (12)
    • ►  September (5)
    • ►  August (6)
    • ►  July (12)
    • ►  June (9)
    • ►  May (7)
    • ►  April (3)
    • ►  February (12)
    • ►  January (14)
  • ►  2013 (29)
    • ►  December (16)
    • ►  November (8)
    • ►  September (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2012 (25)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (4)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (9)
  • ►  2011 (13)
    • ►  December (1)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  January (1)
Betapa mudah dan tak sadar menjadi sombong dan tidak iklas dalam beramal (kata mutiara)

Powered by Blogger.
Copyright 2013 CERPEN 5M - All Rights Reserved
Template by Mas Sugeng - Powered by Blogger