CERPEN 5M

hahaha

  • Home
  • Quote gua
  • CERPEN
  • DAFTAR ISI
  • OPINI
  • TENTANG BLOG
Home » All post

Wednesday, 4 December 2013

SANG JUARA

SANG JUARA
Sang Juara mengangkat 1100 pun dengan tangannya
Dan ia berkeringat

Si juara lain mengangkat dua sungai air mata dengan
matanya
Dan ia tersenyum

Seorang juara yang mengangkat seluruh neraka dalam
Jiwanya
Dan ia mengasihi

Ia mengasihi , ia lupa, ia tak mendapat tepuk tangan atau
Mahkota daun
Ia tenang saja

Dan ia mengangkat seluruh langit yang penuh bintang
dengan hatiny a yang mungil

Cecilia Meireles
Horison 1979
(Puisi  Terjemahan)



surat buat bunda

surat buat bunda
Bunda, rasanya ini aneh..
hidup tanpa melihat wajahmu...
dan semua dilakukan sendiri..

Bunda, kami tidak ingin mengeluh..
Pasti ada jalan untuk mengusir mendung   ini

dan gelombang itu mengejek di hadapan  kami..
mencoba menakut-nakuti kami
ternyata tangan kami masih lemah dan belum sekuat
bila ada kalian..
harusnya kami bisa menari bersama gelombang ..
dan rasanya seperti menjadi pecundang...

Bunda, kami  tidak ingin mengeluh..
kami  masih punya tangan, kaki, ide dan hati..
dan juga Tuhan pasti akan menjaga kami..
dan akan membuat kami tersenyum lagi..

kami baik-baik saja, dan bisa hadapi ini..

Monday, 2 December 2013

PERI BIRU YANG JUJUR

dongeng peri biru yang jujur

Namaku peri biru, orang-orang memberi julukan seperti itu mungkin karena warna sayapku yang berwarna biru. Aku mempunyai sahabat bernama peri hitam. Dia dijuluki seperti itu karena memiliki sayap hitam. Tapi dia sahabat yang baik hati. Suatu hari kami bermain kejar-kejaran. Kami bermain di dalam ruangan istana. Peri hitam terbang di depan. Dia terbang lebih cepat. Aku berteriak memanggilnya. Aku yakin bisa mengejarnya. Peri hitam bergerak lincah dan terbang dengan cepat. Peri hitam menerobos jendela kamar ratu dan masuk ke dalam kamar ratu. Dia terbang mengitari meja dan barisan kursi. Dengan gesit aku mengejarnya dan berusaha menangkap sayapnya. Peri hitam masih belum bisa dikejar. Aku mengepakkan sayapku lebih cepat lagi menerobos deretan vas bunga di meja ratu. Dan “PRAKK !” aku menyenggol vas bunga ungu milik ratu. Vas bunga itu terjatuh dan pecah di lantai. Aku terkejut. Aku tahu vas bunga itu adalah vas kesayangan ratu. Dadaku berdebar keras. Wajahku ketakutan. Terdengar derap langkah prajurit mendekati kamar ratu. Aku terbang keluar dari kamar ratu melalui lubang angin.  aku pergi dan terbang jauh meninggalkan peri hitam dan teriakan prajurit.
            Sampai dimana aku ? aku merasa telah terbang jauh. Aku sampai di hutan terlarang. Kenapa aku sampai di sini. Aku berusaha lari. Aku mengira para prajurit pasti mengejarku dan hendak menangkapku. Aku menyesal kenapa aku bermain kejar-kejaran dengan peri hitam di ruangan istana. Aku pasti akan dihukum kalau ketahuan.
Aku merasa lebih baik bersembunyi di hutan terlarang. Hutan terlarang tertutupi pohon besar berdaun lebat. Tidak ada yang menemukanku di hutan terlarang. Pikirku. aku mendengar percakapan dua ekor burung di atas pohon. Mereka mengatakan kalau  peri bersayap hitam besok akan mendapat hukuman dari ratu. Peri tersebut dihukum karena masuk ke kamar ratu dan bermain di sana sampai memecahkan vas kesayangan ratu.
Aku terkejut mendengar berita itu. Aku ingin bertanya pada burung itu apakah berita itu benar. Tapi aku tiba-tiba  terperosok ke dalam lubang sedalam sepuluh meter. Lubang itu menutup dengan sendiri. Aku merasa itu jebakan. Kedua burung itu sudah terbang menjauh. Aku berteriak minta tolong. Tapi tidak ada yang mendengar. Aku hanya menangis. Dan menyesali perbuatan bodohku. Kenapa sampai lari dari tanggung jawabku. Dan sekarang peri hitam malah yang dituduh. Padahal aku sendiri yang memecahkan vas bunga tersebut. Kasihan peri hitam. Ujarku sambil menangis.
Tak berapa lama, sesosok raksasa mendatangi lubang perangkap tersebut. Raksasa itu adalah penjaga hutan terlarang.  Aku memohon agar dilepaskan. Kuceritakan masalahku pada raksasa tersebut. Aku berjanji tidak akan masuk ke hutan terlarang tanpa ijin. Aku akan  ke istana untuk mengakui perbuatannya. Kalau terlambat, peri hitam yang akan mendapat hukuman.
Raksasa penjaga mengerti dan dia memaafkan dan melepaskanku dari jebakan.  Aku mengucapkan terima kasih dan segera terbang menuju istana.
Sampai di istana, aku melihat peri hitam dan ratu sedang berbincang. Di samping mereka nampak prajurit penjaga. Aku segera bersimpuh di lutut ratu. Aku meminta maaf. Akulah yang memecahkan vas bunga itu bukan peri hitam. Aku menyesal telah bermain di kamar ratu dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatanku.
Ratu terkejut mendengar pengakuanku. Dia tersenyum. Dia justru memuji diriku yang telah mengaku. Kalau saja aku terlambat mengakui perbuatanku, peri hitam sudah mendapat hukuman akibat perbuatan ku. Aku berterima kasih ratu mau memaafkanku. Ratu mengatakan. Merasa bangga karena aku telah mengatakan kejujuran dan berani bertanggung jawab, meskipun perbuatanku menjatuhkan vas bunga termasuk tidak disengaja olehku.
Aku merasa lega . Aku sudah mengaku . Meskipun pada akhirnya aku tetap mendapat hukuman juga. Yaitu membersihkan kamar ratu selama seminggu. Peri hitam pun membantuku. Dia memang sahabat yang baik. 
 (19/3/2012/doukulap)

sumber gambar: dinda-perikecil.blogspot.com

Tag
kumpulan dongeng online, kumpulan cerita online, 
cerpen cerpen, kumpulan cerita
 DONGENG ANAK, cerita peri

Sunday, 1 December 2013

RUMAH UNTUK PARA TAMU

rumah untuk para tamu


Manusia adalah sebuah rumah tamu
Setiap pagi ada kedatangan baru
Kegembiraan, kegundahan
Keburukan, kesadaran, sesaat datang
Sebagai pengunjung tak diundang

Sambut dan jamulah mereka semua !!
Meski mereka adalah kerumunan nestapa
Yang dengan kejam merampas seisi rumah
Dia mungkin sedang memberimu kegairahan baru
Pikiran kelam, aib, dendam kesumat

Temui mereka di pintu dengan tawa
Dan undang mereka masuk

Syukurilah untuk siapapun yang datang
Karena setiap  darimereka itu telah dikirim
Sebagai penuntun dari seberang


(Matsnavi-Jalaludin Rumi)


Matsnavi-Jalaludin Rumi, kata motivasi super dasyat
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Entri Populer

  • Katanya ini adegan Dokter Ngawur dalam sinetron Indonesia
  • PENYIHIR BERPRESTASI

Blog Archive

  • ▼  2015 (35)
    • ▼  October (1)
      • KARENA WAJAH KITA TAK SAMA
    • ►  September (3)
    • ►  August (4)
    • ►  July (23)
    • ►  May (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (94)
    • ►  December (8)
    • ►  November (6)
    • ►  October (12)
    • ►  September (5)
    • ►  August (6)
    • ►  July (12)
    • ►  June (9)
    • ►  May (7)
    • ►  April (3)
    • ►  February (12)
    • ►  January (14)
  • ►  2013 (29)
    • ►  December (16)
    • ►  November (8)
    • ►  September (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2012 (25)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (4)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (9)
  • ►  2011 (13)
    • ►  December (1)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  January (1)
Betapa mudah dan tak sadar menjadi sombong dan tidak iklas dalam beramal (kata mutiara)

Powered by Blogger.
Copyright 2013 CERPEN 5M - All Rights Reserved
Template by Mas Sugeng - Powered by Blogger