CERPEN 5M

hahaha

  • Home
  • Quote gua
  • CERPEN
  • DAFTAR ISI
  • OPINI
  • TENTANG BLOG
Home » cerbung MOS SERAM
Showing posts with label cerbung MOS SERAM. Show all posts
Showing posts with label cerbung MOS SERAM. Show all posts

Monday, 3 November 2014

TAMATNYA MOS SERAM (MOS SERAM 16)

TAMATNYA MOS SERAM  (MOS SERAM 16)
Layar yang ada tulisannya tamat,  diganti tulisan...satu tahun berikutnya....


Nampak Farid, Gugun dan Amir keluar dari ruang senior. Yap, pagi yang bersinar cerah, secerah wajah mereka dengan seragam seorang senior. Hari ini mereka selesai rapat, dan mereka gembira karena esok hari mereka bertugas ngeMOS adik kelas..

Tapi tiba-tiba di kejauhan terlihat Yona datang tergopoh menggenggam selebaran kertas di tangan.

“Gue pikir, kalian segera hapus rencana kalian ngerjain adik kelas !?’ celoteh Yona ketika sampai di depan pintu sambil nyengir.

“Kenapa ?”  tanya Farid, Amir dan Gugun kaget.

“MOS kayak dulu itu udah di larang. Nih aku dapat surat dari kepala sekolah. Ada edaran dari Bapak Menteri Pendidikan. sekarang udah gak boleh ada MOS kayak gitu di Indonesia. Jadi rencana kejam kalian buat ngeMOS,  dibumihanguskan saja dari hati kalian !”

“Apa ?! gak mungkin ?”

Amir, Gugun dan Farid  mendengar berita itu langsung lemes dan terkulai di lantai. Mereka menangis tersedu-sedu. “Gak mungkin ? oh tidak, oh tidak mungkin, ini pasti mimpi,  gak mungkin MOS dilarang ! Ini gak mungkin terjadi ! Oh tidak, tidaaak mungkin !”

ratap dan ulang mereka sambil mukul –mukul lantai sampai bahu mereka terguncang-gunjang.

Yona menepuk pundak sohib-sohibnya tersebut.  “Sabar..sabar...udah ! maafin lah kelakuan para senior dulu ! gak baik punya dendam...udahlah ! yang lalu biarlah berlalu. Memaafkan itu sangat mulia...” hibur Yona.

Tapi pahit banget bagi Gugun, Amir dan Farid menerima kenyataan itu. Teringat peristiwa MOS dulu setahun yang silam dan penderitaan mereka, dimana mereka dikerjain habis-habisan dari disuruh makan permen menjijikkan, makan pete, trasi, lari-lari keliling lapangan, disuruh bawa barang yang aneh-aneh dan juga pakai aksesoris kayak orang gila. Terus sampai dijeburin ke sungai. Ohhhhh peristiwa itu terus teringat dan terngiang sampai sekarang ini. gak mudah dilupakan. Sakit hati mereka. Mereka ingin balas dendam pada adik kelas. Mereka ingin adik kelas ngalami hal yang sama, bahkan lebih kejam lagi agar sakit hati mereka terobati dan agar dendam  mereka terlampiaskan. Tapi sayang seribu kali sayang, MOS udah dilarang.

Akhirnya untuk menyembuhkan luka hati yang dalam, Gugun melakukan balas dendam pada adiknya, secara dia bertugas ngasuh adiknya. Kalau pas adiknya rewel dan Gugun teringat MOS, pantat adiknya trus dipukuli. Sementara Amir melakukan pembalasan yang brutal pada ayam-ayam ternaknya. Sambil membayangkan kelakuan senior padanya, dia  mencabuti bulu bulu ayam sampai gundul. Lalu bagaimana Farid melakukan aksi balas dendam?
Yap, Farid melakukan pelampiasan dendam pada pembantunya. Kalau dia teringat teman-temannya ngebully dia waktu MOS, pembantunya yang baik hati itu jadi korban  kekesalan Farid. Jamilatun dan Jamilah dimarah-marahi dan diperintah untuk hal kecil.

Ooowhhhh....adik-adikku yang manis dan  pembaca yang budiman yang tercinta lagi tersayang. Adegan kekerasan yang dilakukan Farid, Amir dan Gugun dalam cerita di atas gak boleh ditiru yach. Dan memaafkan adalah sangat mulia dan membebaskan hati yang membalas dendam. Seperti  nasehat renungan inspiratif ini :

Mungkin anda bisa membalas dendam. Sehingga ketika dendam itu terbalaskan, hati anda sembuh dari sakit. Hey, harap diingat; pembalasan anda bisa menumbuhkan dendam lain dihati mereka. Kemudian mereka membalas lagi kepada anda, lalu anda kembali membalasnya. Maka jadilah dendam itu berputar-putar sampai tidak tahu kapan saatnya untuk berhenti. Sehingga, anak keturunan kita harus ikut menanggung dendam yang sama; meskipun mereka tidak tahu menahu apa penyebabnya. Maukah anda mengorbankan anak cucu untuk sebuah dendam yang anda buat dengan orang lain? Tidak. Baguslah itu. Jadi, mari kita lupakan dendam kesumat itu. Cukup sampai disitu saja.  (renungan n kisah inspiratif)


sekian...dan terima kasih...
 !!



et masih ada sambungannya





AKHIR CERITA

 jam sembilan malam, seorang dalam gelap gulita dan sudah tua nampak mengendap-ngendap menuju gundukan  di samping kelas itu. Orang tua itu yaitu Pak Kebon yang tidak rela kalau cerita ini ditutup begitu saja sebelum dia  tampil di bagian akhir cerita. Pak Kebon dengan wajah tegang mengayuh cangkulnya ke gundukan itu. Suara cangkul yang menggores tanah terdengar keras.

Dua tahun sudah dia dihantui rasa penasaran, dan ingin mengungkapkan kebenaran hatinya tentang isi gundukan itu. Sampai pada gerakan cangkul ke lima puluh, gundukan itu sudah menganga lebar, tanah yang menimbun sudah dibongkar, dan terlihatlah sebuah karung menyembul, karung itu milik senior membuang sesuatu. Yah ini pasti mayat junior !  begitu pikir pak kebon.

Dengan keberanian yang dibuat-buat tukang Kebon berjenggot itu meraih karung tersebut dan dengan keringat menetes dan suara nafas kepayahan, Pak Kebon merobek isi karung yang menggelembung itu. Pak Kebon terbelalak ketika tahu isinya...

Ternyata bukan tulang belulang seorang korban MOS...atau mayat junior yang disiksa...tapi
Dalam karung itu...berisi..

Sampah non organik coklat dan bungkus sarimi yang sudah satu tahun ini tidak membusuk !! banyak banget sampahnya sampai membentuk gelembung pada karung tersebut seperti mayat ...!
Pak Kebon tersebut jatuh tersungkur dengan lemas di tanah. Dia mengusap keringatnya dan nyengir pada pembaca. “Maaf..aku salah sangka !”

KLIIK.........!!

Layar padam.


o

0

kalian harus percaya kalau kali ini bener-bener MOS SERAM  udah TAMAT....!!
ucapan terimakasih pengarang kepada
§  Allah swt.
§  waktu yang ada
§  trus pada modem sonny ericson
§  pada kopi semangat
§  pada books that make you fly
§  pada adik-adik, teman-teman yg udah ngikutin cerita menyebalkan ini dari awal ampe tuntas (thn 2011-2012) !!
§
§  terus tak ketinggalan pula buat staf guru, kepsek sma sewon tercinta...(krn SMA nya udah jadi setting dalam cerita ini !)  ngarang :)

akhirnya mohon maaf bila ada kekurangan, dan silahkan berkomentar kalo berkenan berkomentar...tentang cerbung ini..hehe ingat dilarang nangis !! dilarang nagih utang di layar coment dan perpisahan bukan segalanya (halah !) hahaha


*


*

$
$

Catatan
Dosa-Dosa Senior Selama Mos

1. bikin orang tua repot karena ikut bangun pagi,  ikut ngebantu ngiketin tali rambut, ikut ribut
2. bikin pedagang di pasar brotoyudon terganggu dengan kericuhan para junior
3. bikin penjual di pasar disingkirkan karena pedagang sibuk ngelayanin para junior
4. bikin becek dan bikin beriisik pasar brotoyudon..
5. bikin orang tua ngeluarin uang cukup banyak
6. memberi ceramah  tentang kedisiplinan, tapi senior juga sering terlambat dan bolos sekolah
 ========================================

Wawancara di televisi....

1.       Waduh tampaknya kalau seperti ini para guru, orangtua, dan kakak-kakak panitia MOS mesti mengawasi dengan ketat. Jangan sampai deh jatuh korban. Kan seharusnya MOS menjadi pelajaran berharga bagi para siswa baru, iyaaa kan?
2.       Haduh jadi bingung. Bagaimana nih jadinya sistem MOS ini?
3.       Ajang balas dendam turun temurun.
4.       Ajang penindasan...show power...begitu nyawa melayang...nyesel??

5.       TIDAK pada M.O.S!!! Itu cuman kegiatan nggak bermoral...
Apa coba yang bisa kita ambil? Nggak ada kan...

6.       Aku sampe berniat akan ngajar team building ke anak2 OSIS itu, supaya next MOS lebih valuable, lebih edukatif. Ga musim lagi bentak2 junior ... harus nya kan coaching dan mentoring aja. Gene hareeee ... orang akan lebih respect kepada orang yg baik hati,

7.       Setuju...Stop MOS.!!
Apalagi sampe ada kejadian ada anak yg meninggal krn gara2 MOS...keterlaluan bgt! Sebagai seorg ibu, gw ngga bisa terima ....
8.       Untuk menyelamatkan anak-anak kita dari budaya kekerasan yang berpotensi menimbulkan budaya balas dendam itu saya mengundang teman-teman untuk memberikan sikap : STOP MOS !!!!




 =========================================================================


T                              A                            M                                      A                       T  T        


Wednesday, 17 September 2014

PEMBERONTAKAN PARA JUNIOR (MOS SERAM 15)


Para senior tambah panik. “Tenaaang, Amir belum meninggal ! dia cuma pingsan !”  teriak kak Nana mencoba menghentikan tangisan dan isakan peserta MOS.  Dia yakin Amir belum mati karena Kak Nana selaku ketua pecinta alam tahu persis orang meninggal itu kayak apa. “Tolong, beri pernafasan buatan !” perintahnya.

Para senior saling pandang. Bingung siapa yang rela berkorban ngasih pernafasan buatan.  Lalu tampilah Kak Teguh bagai pahlawan.

“Aku saja !”  Katanya gagah. Lalu dia melangkah mendekati tubuh Amir yang tergolek.

Para junior menonton aksi Kak Teguh dengan  menahan nafas dan berdoa agar Amir segera hidup kembali. Kak Teguh jongkok di samping kiri Amir dan siap ngasih pernafasan buatan. Dia memejamkan mata dan menghitung sampai hitungan ke tiga.

“Aku..gak apa-apa..! Tolongg jangan kasih aku pernafasan buatan...!!  akkgghh...!!” tiba-tiba Amir membuka mata dan bangkit dari tidurnya. Amir berontak ketika Kak Teguh semakin mendekat ke wajahnya. Dia berdiri dengan sigap.  Amir ketakutan setengah mati ketika  mendengar dia akan dapat nafas buatan dari Kak Teguh.

Para senior saling pandang. Mereka kaget dan heran, kenapa Amir udah bisa bangkit dan segar bugar serta gak terlihat kayak orang baru tenggelam dan sekarat. Selama lima menit mereka berpikir barulah tahu kalau Amir itu bersandirwara dan udah membohongi mereka.

“Ampun kakak senior,  Amir ngelakuin itu karena hatinya udah terluka, dia sakit hati banget karena ulah kalian.  Sebenarnya  bukan hanya kami tapi semuanya ! Kami para junior pasti merasa kesal dan merasa gak berharga karena kalian sebagai senior hanya bisa memerintah dan menghukum, gak pernah kalian muji dan memberi contoh bagaimana menjadi senior yang baik !!”    
Ucap  Gugun sambil membaca teks kecil dari pengarang. Soalnya kata-kata itu mengena banget dalam bab ini  dan dia gak ingin salah dialognya. @.@



Mendengar  Gugun  ngebela Amir, menambah panas dada senior.  Kesal karena merasa dikerjain dan juga merasa udah dipermalukan junior. Para Junior dan senior saling tatap. Amir dapat menangkap asap mengepul dari kemarahan yang mendidih para senior. ditambah lagi tatapan pedang di mata para senior, Lalu Amir  punya feeling dalam bahaya segera ambil langkah seribu.

"Kejar ! junior kurang ajar itu !" teriak Kak Danang.   Kak Danang  segera berlari mengejar Amir . Senior yang lain ikut di belakang Danang dan  Amir langsung segera ditangkap dan  ditimpukin pakai lumpur sawah. Bukan hanya Kak Danang, kak Teguh, kak Galih juga ikut meniru perbuatan Danang. Mereka ingin  menghukum Amir dengan pukulan lumpur.

Para junior hanya bisa menonton aksi  penyiksaan Amir dengan mata berkaca-kaca serta bingung. Tapi tidak dengan Gugun. kali ini melihat Amir dibegitukan, Gugun ngerasa gak rela. Entah kenapa hatinya miris. Nafasnya memburu, kesal dan panas. Dia merasa marah dan harus ngebela sohibnya itu. Tiba-tiba Gugun kerasukan semangat solidaritas tinggi. Dia bergegas melangkah mendekati perkelahian gak seimbang itu,   meraup lumpur  lalu tiba-tiba melempar lumpur sawah itu ke arah pipi Danang.

"PLAK !"
Kak Danang menghentikan penyiksaan pada Amir, dia  memegang pipinya dan menoleh ke arah yang membuat pipinya yang tampan jadi pedas dan juga kotor. Dia tahu, Gugun pelakunya. Pelajar junior pun heran dan terbelalak. Mereka gak nyangka  Gugun akan berbuat  seberani seperti itu,

Para senior mendadak  mem- pause kegiatan membully Amir. Mereka slow motion ke arah Gugun. "Ku-ku-rang...a-jaar !!"  pekik mereka.


"Hidupp Gugugn !"  para junior tiba-tiba bersorak gembira dengan aksi Gugun. 

para senior sekarang seperti mati kutu. mereka   bingung. kenapa para junior malah memuji ulah gugun.

Gugun  heran dia malah mendapat sambutan luar biasa. Dia bagai tongkat ajaib yang bercahaya dalam kegelapan. Menerangi hati para junior yang lemah, menjadi bangkit dan timbul kekuatan untuk melawan dan berontak pada senior.(wuihh, bahasanya )

Akhirnya satu persatu junior ngambil lumpur dan melempari senior dengan lumpur.
"Buk !
"Buk !"
"Crook!"
 "Ayo kita lawan para senior !!"

"ya...ayo emangnya senior itu segala-galanya bagi kami !"  timpal para junior yang geram.

"serbu para senioor !!"   kata para junior.

sekarang mereka benar-benar kalap. Para junior  melakukan barisan perang.   Bukan hanya satu persatu tapi seluruh junior sekarang melawan senior.  

Gugun, Amir, Farid, dan juga para junior lainnya baru menyadari kebodohannya, kenapa baru sekarang mereka berani  melakukan pemberontakan pada senior. Bukankah dipikir-pikir jumlah mereka lebih besar dari senior. Jumlah senior paling cuma lima belasan, sedang junior ada tujuh puluhan. Jelas secara matematis mereka yang menang.

“Senior jahat ! aku benci senior !!” kompak mereka. 

Lalu para senior dibully habis-habisan. 

"Hooaaah....tolooong !"  Senior terdesak dan menjerit minta ampun dikeroyok para junior. 

Para senior cewek rambutnya dicabutin satu persatu sementara para senior cowok celana panjangnya dipelorotin sehingga cuma pake celana kolor selutut, dan  habis itu mereka dilumuri pakai tanah sawah oleh para junior.

"Ampuuun !! jangaan !!"  jerit para senior meminta belas kasihan.

Tapi para junior gak bisa maafin mereka begitu saja. Junior lalu meng-arak para senior ke sekolah.  Mereka menggiring  senior bagai tawanan perang di sepanjang pematang sawah sambil nyanyi lagu kemenangan yaitu    “Garuda di dadaku...garuda kebanggaanku...kuyakin hari ini kita menang.....”
(lagunya gak nyambung ya ? hahhaha)

Tapi para junior yang seperti udah hilang akal itu gak berhenti juga. Mereka  bagai tentara bar-bar, lalu bersorak sorai dan gegap gempita karena mereka menang.  


Sementara itu para petani yang lagi kerja  di  sawah mengehntikan aktivitasnya dan melihat pelajar SMA Sewon dengan geram dan menahan emosi gak terkira. Ampe ubun-ubun mereka ngeluarin asap  saking emosinya.
"bocah-bocah SMA Sewon Kidul podo edan, sableng !" (translate gogle = anak-anak sma sewon selatan  e kemudian )
"Gendeng iki piye sawahe ku iki podo rusak gara-gara bocah-bocah kui ! (translate gogle =   gila, gimana ini swah ku rusak gara-gara anak-anak itu !")

Yap Gara-gara pelajar itu lahan sawah para petani  berantakan dengan sukses dan gemilang. Sawah yang baru ditanami satu minggu jadi  tak karuan diinjak-ijak kaki para pelajar SMA Sewon. Ketua Perkumpulan petani hari itu juga mengadakan rapat mendadak. Yak, mereka sepakat akan menuntut ganti rugi ama pihak sekolah SMA Sewon.

Sementara itu arak-arakan junior udah sampai di halaman sekolah SMA Sewon. Kepsek terkejut bukan kepalang melihat keramaian di  sekolahnya. Hampir saja Pak Kepsek terkapar jantungan, untung dia bawa pil anti jantungan di sakunya. dia segera menelan pil itu. bukan hanya  Pak Kepsek tapi seluruh staf guru kaget luar biasa. 

"Pak kepsek, kita salah sangka ! mereka itu mendemo kita !"  teriak wakil kepsek shock wajahnya menempel di jendela kaca melihat kebringasan para junior di luar yang menari-nari gila.

Mereka kira keramaian  itu  gempita keberhasilan dan keriangan MOS, tapi ternyata mereka sedang melakukan aksi demo dan pemberontakan besar-besaran oleh junior.

Maka untuk mengurangi dampak buruk akibat peristiwa langka dan memalukan itu, pihak sekolah detik itu juga membubarkan MOS. tanpa basa basi dan tanpa upacara penutupan, hari itu MOS ditutup.

Pagi  harinya  heboh ribut MOS  udah terendus media lokal, bahkan radio luar daerah, luar angkasa dan televisi swasta. Pagi itu  gerbang SMA Sewon nampak berjejer orang-orang menenteng kamera, perekam, kamera foto dan juga reporter yang megang mik.  Yona terlihat di antara kerumunan kuli tinta tersebut. Rupanya Yona dan Doni yang menghubungi media massa itu. Seorang reporter televisi  nampak berlari mengejar seorang siswi peserta MOS yang melewati barisan mereka.

“Mbak..tunggu..! .kami dari tivi LIMA mo nanya-nanya !”  siswi tersebut memalingkan muka, terlihatlah di kamera wajah tembem itu adalah Cici Ciput dan di sebelahnya adalah cewe berhidung mancung yaitu Sandara.

“Apa kesan kalian tentang MOS ?? apakah kalian takut akan MOS ??”   tanya reporter tersebut pada Sandara.

“Enggak, MOS tidak menakutkan kog !  Aku enjoy banget ikut MOS, ternyata kakak senior baik-baik, guru-gurunya juga. Yang jelas aku seneng banget dan patut diacungi jempol kakak panitianya. Karena selain baik, mereka juga kreatif menyusun kegiatan !”

Reporter tersebut nampak bingung dengan komentar Sandara yang tidak sesuai bayangannya, lalu gantian reporter tersebut mengarahkan miknya ke arah Cici.

Cici tersenyum gugup dan menyibakkan rambutnya karena mau diwawancarai. Terbayanglah dia nanti akan terkenal, lalu  ibu, ayah, nenek, kakek,  tante di rumah dan warga kompleknya serta teman sekolahnya pasti terkejut melihatnya nongol di tivi.

“Bagaimana kesan Mba tentang MOS di SMA Sewon ? kabarnya gara-gara MOS ini seorang wartawan telah dianiaya dan juga seorang peserta MOS hampir meninggal karena kelakuan kekerasan dari senior ?”

“Enggak kok, MOS di SMA ini sangat berkesan buanget, gue aja ingin MOS ini diulang lagi !! MOS ini mendidik kita agar tidak jadi anak manja, kaka kelas mendidik kami agar punya jiwa disiplin dan bermetal tinggi jadi wajarlah kalo siswa yang nakal, bandel dan lemah akan kena marah. MOS memperkenalkan pada lingkungan baru, dan juga menjalin persahabatan yang erat dengan teman baru dan juga kakak kelas. MOS di SMA Sewon is the best deh...menghibur..asyik banget ! dan top banget !” ujar Cici sambil ngacungin dua jempol ke kamera.

Dia berkomentar begitu, karena yakin banget komentar seperti itulah yang keren dan akan menarik perhatian penonton.

Tapi reporter tersebut malah mangkel, dia berhenti mewancarai Cici  dan Sandara, dan terdiam terpatung, karena bukan komentar seperti itu yang diharapkan. Reporter itu menginginkan berita miring dan berita yang kontroversial, karena itu dia segera menghapus video wawancara dengan Cici dan Sandara tadi. Reporter tersebut gedeg-gedek ngeliat Cici udah lari-lari di kejauhan sambil teriak ke teman-temannya. “Teman-teman ! besok siang nonton berita yach..aku diwawancari tadi...nanti lihat aku di tivi yachh teman-teman !”  koar Cici histeris di kejauhan.


Ya udahlah kita tinggalkan Cici yang kepedean gara-gara diwawancarai. Kita lihat ke kerumunan wartawan di pelataran SMA Sewon Kidul. Nampak bebarapa pelajar diwawancarai. Mereka antusias menjawab pertanyaan  dan dengan apa adanya mengungkapkan yang terjadi selama MOS. Bahkan Amir, Gugun , dan Yona diwawancarai dan difoto sebagai korban MOS kejam dan seram. Mereka menjelaskan dari A ampe  Z kejadian yang mereka alami ke  wartawan dengan semangat tahun 2012 .

******

Akibatnya esok harinya bumi sebelah selatan Klaten heboh. Karena di koran, di televisi memuat dan mengabarkan berita SMA Sewon Kidul. Bahkan Emak Amir langsung mengadakan kenduri selamatan lima hari lima malam, karena anaknya selamat dari bahaya. Tetangga Amir, Gugun dan Yona pada berduyun-duyun ke rumah trio kwik kwok menyalami ketiga anak itu. Amir, Gugun dan Yona dan pengarang cerita ini (idih nebeng terkenal ini pengarang) bagaikan seorang selebritis dadakan.  

Sementara Farid mendapat pelukan kasih sayang dari ayah, ibu dan kakak-kakakknya. Mereka bersyukur sekali Farid selamat dari Mos Seram. Farid terharu banget. Rupanya meski dia sering merasa diperlakukan tak adil tapi dia merasa keluarganya  ternyata masih perhatian padanya. dan 


Kedatangan masyarakat  ke rumah trio kwik kwok bukan karena sebagai ungkapan prihatin dan memahami masalah yang sebenarnya, tapi mereka cuma kagum punya kenalan yang muncul di televisi dan koran. Bahkan ada anak kecil yang minta tangan tangan ama Yona. Woahh hebooh banget ! hebooh hebooh deh ceritanya.


KLIK ! 
Alhamdulilah selesai.
(pengarang joged-joged karena tugasnya selesai) tamat nulis ceritanya..eitth tapi tunggu dulu..

Layar yang ada tulisannya tamat,  diganti tulisan...satu tahun berikutnya....


masih bersambung....

cerita humor mos seram

Monday, 1 September 2014

KEPANIKAN DALAM MOS (mos seram 14)

just cerita humor


masa otoritas senior



“Apa ini ?” Kak Danang kembali menjerit. Dia melihat  cap bibir di surat tersebut dengan wajah kegelian bin ngeri. Para senior terkejut ngeliat tanda cap bibir ndower besar dan menggelikan di surat tersebut.

“Maaf kak..bukan aku yang bikin..tapi pembantu aku...itu juga cap bibir pembatuku, bukan punyaku. !” jujur Farid.

Kak Danang melotot. “Apa !? dasar anak manja ! jadi semua tugas kamu pembantu yang ngerjain !”  Kak Danang mukanya merah dan seperti mau ngamuk. Dia meraih lumpur sawah  di kakinya dan wajah Farid dibedaki lumpur.

Para peserta junior ada yang ketawa, ada yang terdiam karena  kasihan , ada yang merem karena ketakutan. Begitulah nasib Farid. Ya udahlah. Kita tinggalkan nasib Farid yang belum beruntung itu. Kali ini  saat penyerahan kado. Para senior tersenyum-senyum karena dapat hadiah dari junior. Yang terbanyak dapat kado adalah kak Jihan dan Kak Galih. Sementara itu  Kak Teguh sepupu Farid itu melongo, dia gak dapat kado sedikitpun, gak peserta cewek apalagi peserta cowok. Karena kasihan Gugun tampil ke depan dan menyerahkan kado itu dengan tulus pada kak Teguh. “Ini Kak, buat kamu, pulsa gratis 50 ribu !”

Para junior  langsung ketawa  dan nyorakin dia maho. Gugun  merengut kesal sementara Kak Teguh mandang  Gugun dengan pandangan merah membara alias marah. Gugun hanya menunduk karena dia niatnya cuma nolong tapi  Kak Teguh malah jadi malu bertambah-tambah, ihik. Gugun langsung disuruh push up saat itu juga.

Acara marah-marah senior gak berakhir begitu saja. Ada saja alasan yang bikin senior mau ngamuk-ngamuk. Seperti waktu pemeriksaan kelengkapan surat cinta ada setitik kesalahan dari peserta MOS, yaitu pada cap ceker ayam. Yang dimaksud senior adalah surat dengan cap bibir aja , gak ada cap ceker ayam, dan ceker ayam itu memang harus mereka bawa untuk dimakan.  Alhasil Gugun, Farid, Amir dan lima junior kena hukuman berat. Kedelapan junior yang salah paham itu digiring ke sungai di dekat sawah. Mereka dijeburin ke sana dan ditinggalkan begitu saja ketilep di sungai itu. Kelima junior itu megap-megap di derasnya air tapi untung semuanya pintar berenang dan mereka berhasil keluar dari air sungai lalu tergolek di pinggir sungai dengan tubuh basah kuyup , kedinginan dan merana.

 Merana karena usaha mereka selama MOS sepertinya gak pernah benar,  selalu salah di mata senior dan gak dihargai. Tiba-tiba Gugun dan Amir ingin menangis dan menjerit. Tiba-tiba dia teringat wajah seorang teman yang udah dilupakan lalu wajah nyebelin Yona muncul di bayangan mereka. langsung aja Amir ambil HP dan ngecall Yona.





"Yona aku kangen kamu,..tahu gak.?..aku pikir kamu benar...aku pikir kita semua Cuma dikerjain para senior. kita semua Cuma jadi budak dan jadi korban nafsu balas dendam senior..” ungkap Amir dengan tangis sedu sedan. Dia sedih. Sedih karena nasibnya di MOS selalu salah. 


Mendengar pengakuan blak-blakan Amir  tersebut Yona terhenyak. Dia prihatin dengan nasib anggota trio kwIk kwok. Yona udah lama maafin mereka. Tapi nasib udah menjadi bubur.

 "Mir, Tapi, ada benarnya kalau mereka para senior dibuat jera."  Dengung Yona lalu mengakhiri pembicaraannya karena pulsa Amir udah abis.

Amir termenung memikirkan kata-kata Yona. Tiba-tiba Gugun mencolek bahu Amir, dan Amir terbangun dari lamunannya. Gugun punya ide besar, dia membisikkan sesuatu di telinga Amir. Amir manggut setuju sambil senyum-senyum. Dia yakin, para senior kali ini akan tamat. Setelah itu Amir tergeletak pingsan. Gugun dan dua teman junior berlari ke arah kumpulan senior yang lagi ngasih materi ke junior.


“Amir sekarat ! Amir pingsan ! Amir gak bisa renang, dia.. dia tenggelam !!” teriak Gugun.
Mendengar teriakan dan wajah panik Gugun. Kumpulan briefeng itu menjadi kacau, wajah senior juga kacau.

“Ada junior tenggelam !?”  guman mereka kaget lalu mereka segera berlari ke sungai dan ingin memberi pertolongan pertama. Peserta MOS jadi ricuh dan bubar. Mereka berbondong-bondong lari menyusul di belakang senior menuju ke tempat Amir . Mereka terkejut waktu nemuin Amir sudah tergolek di bibir sungai, dengan wajah pucat dan membiru.

“Apa..apa yang terjadi ?” gemetar Kak Nabila ketakutan. Dia takut terjadi apa-apa dengan junior.

“Bagaimana ini ?” cemas Kak Jonathan, “Kalau dia meninggal bagaimana ?”  takut  Kak Jonathan. Terbayang dia akan dipenjara dan  bertanggung jawab bila ada junior yang meninggal.

“Tenang !” kata Kak Jihan mencoba sabar.  Dia mencoba menenangkan tujuh puluh peserta MOS   yang panik dan mandang trenyuh ke arah tubuh Amir. Semua deg-degan, karena gak nyangka akan terjadi moment  tragis  ini.  

“Ini kecelakaan, murni kecelakaan !” Oceh Kak Nana sambil berjalan bolak balik mencoba menenangkan diri. Dia yang terkenal paling cerewet dan cewek paling galak selama MOS mulai dihantui rasa bersalah dan ketakutan. Bayangan Amir mati terpampang  di depan mata.

“Dia pasti mati, dia mati..ohh sahabatku,..malang benar nasibmu !” tangis Gugun pecah. Dia bersimpuh di pinggir  tubuh Amir. 

“Kasihan kau, kasian ortumu pasti shock berat !  kau anak tunggal, anak semata wayang, kasihan ortumu kalau kau pulang MOS tinggal nyawa doang !”

Tangis Gugun makin pecah dan menyayat hati..ditambah lagi iringan lagu know u by heart milik  dave koz  dan lagu intrumental yesterday kenny G disetel di HP seorang junior menambah suasana perih dan menyedihkan.  Beberapa peserta ikut larut dalam suasana memilukan itu. Semua menitikkan air mata dan menangis.


 bersambung.....

Monday, 18 August 2014

SURAT CINTA BUAT SENIOR (MOS seram 13)

just cerita humor
surat cinta buat senior



Aggh..ada MOS lagi. Para junior menjerit di rumah masing-masing seolah gak percaya dengan kenyataan yang ada. Pulang dari SMA Sewon Kidul mereka curhat ama ortu mereka tentang MOS yang baru mereka lewati dan juga tentang bonus MOS satu hari itu. Dan ini dia barang atau peralatan yang harus mereka bawa besok hari.

        “Adik-adik besok kalian bawa makanan bebas ! kemudian pake Topi SD ..karena kalian masih junior jadi jangan sok pakai topi dewasa..Pakaian compang camping harus sobek-sobek karena kita akan outbound ke sawah. Jangan lupa siapkan kado untuk senior. Siapkan kado yang menarik  dan usahakan agar dapat pujian dari senior. Oh ya jangan lupa buat surat cinta untuk senior...dibikin yang indah...dan juga sertakan cap bibir dan ceker ayam.( Tertanda senior.).”


        Yona udah menyatakan  mundur dari MOS dengan alasan yang tak jelas. Surat pengunduran diri diterima di ruang senior sore itu. Para senior bersorak. Mereka malah senang kalau Yona gak ikut MOS. Bagi mereka Yona adalah penghalang utama  mereka menjadi senior. 

       "Sekarang tidak ada lagi mahluk berwajah sok pintar itu yang  membuat kita jadi seperti si bodoh..ahahaha......."
       Para senior tetawa penuh kemenangan.

       Sementara itu Yona senyum-senyum di warnet karena dia nggak dengar para senior itu  tertawa mengerikan. Yona sore itu lagi santai main facebook di warnet ayahnya di kantor pos. Yona lagi bikin grup anti MOS dan diluar perkiraan dia dapat anggota sampai seribu dalam waktu yang enggak lama. Bahkan Yona dapat ratusan  inbox yang menyatakan kalau mereka gak suka MOS.

     Mereka berpendapat MOS (Masa Orientasi Siswa) telah dilakukan dengan tanpa konsep dan arah yang jelas. Mereka prihatin dan mengecam praktek senior yang menurut mereka diluar kemanusiaan dan meniru gaya feodal.  Guru tidak memberikan panduan yang edukatif kepada murid-murid senior tentang tujuan dari MOS ini, sehingga MOS lebih dominan digunakan oleh murid-murid senior sebagai ajang perploncoan dan ajang balas dendam semata. Ujar mereka.
Bahkan  Yona terhenyak. Dia membaca inbox yang dikirimkan oleh anggota grup  bernama Doni. Doni mengaku sebagai reporter radio bintang yang udah ternoda dan terhina oleh ulah senior. Doni menceritakan pengalamannya ketika meliput MOS di SMA Sewon.
    “Ahhh itu kan SMA gue !” pekik Yona. Dia gak nyangka senior bersikap seperti itu pada seorang reporter. Ugghh. Yona kecewa berat dan mengganggap sikap kaka senior itu arogan dan memalukan. Masak ngebuly reporter di sawah. Yona ampe menangis karena sedih. Lalu Yona membalas inbox Doni dan mereka jadi sahabat yang akrab.

#
$

$

      Lain Yona lain pula Gugun dan Amir. Dua tokoh kita itu meski udah dihukum ampe pingsan, tetap semangat ikut MOS. Bagi mereka nurut ama senior adalah penghormatan bagi diri mereka sendiri. Sudah kewajiban junior hormat dan patuh pada senior. Dan mereka gak boleh ngelawan perintah senior. Karena itu , sore ini Gugun lagi sibuk nyobek-nyobek celana jeansnya. Padahal itu jeans baru. Itu dilakukan demi MOS. “Ini untuk MOS, Mak !” jelas Gugun pada emaknya yang ngomel ngomel dan seperti gak rela celana itu digunting dan disobek-sobek karena celana itu celana  yang gak murah. Tapi apa daya itu syarat MOS. Emak hanya bisa mandang dengan hati teriris  pada  anak sulungnya itu sedang menggunting , merobek dan menyobek celana  dengan temannya yang bernama Amir.     


       Amir sengaja  nyobek-nyobek celananya di rumah Gugun karana takut nanti Bapak marah. Setelah mereka selesai menyobek celana sehingga celana mereka seperti celana rombeng.  Tugas mereka selanjutnya adalah membuat surat cinta untuk senior. Dan surat cinta itu harus diberi label  cap bibir plus cap ceker ayam.

     Nah, untuk yang satu itu, mereka berpikir keras bagaimana ngerjainnya. Cap bibir ? beuhh gak mungkin lah dilakuin kita. Emang kita cowo apaan, bow ?  Ujar dua cowok itu. Mereka pikir cap bibir hanya dilakukan cewe, karena itu Gugun punya ide. Dia nyuruh adik-adik perempuannya buat  cap bibir ama lipstik Emak. Alhasil, jadilah cap bibir yang imut banget di surat cinta Gugun.  Dan Amir ikut nebeng juga. Adik Gugun ngecap bibir di surat Amir. Sekarang tinggal cap ceker ayam. Ada-ada aja tuh senior.  Gugun dan Amir geleng-geleng india karena pusing.
          Sebenernya  mudah. Di rumah Amir ada ratusan ayam kampung, dan tinggal ambil ceker mereka buat ngecap. Karena itu Gugun nitip suratnya ama Amir buat dicap, secara dia gak melihara ayam di rumah. Amir pun setuju, sore itu cowo kriting itu pamit pulang dari rumah Gugun. Dia melambai pada sobatnya dan pulang ke rumahnya. Dalam hati dia berdoa semoga tugas MOS segara beres dan berakhir dengan sukses.

         Sepeninggal Amir pulang, Gugun terhenyak di kursi bambu di depan rumahnya. Dia kelupaan sesuatu. Masih ada yang harus dia lakukan , yaitu nyiapin kado termanis buat senior. Uhh, Gugun punya ide, dia mau ngasih hadiah pulsa gratis 50 ribu ama senior. Ahhh, uang lagi. Untung uang pinjaman dari Farid masih cukup.


        Sementara itu di rumah Farid, dua pembantu  Farid yang bernama Jamilah dan Jamilatun sedang kerja keras bikin surat. Di malam sunyi dan sepi ini, aku sendiri. Btw Jamilatun dan Jamilah yang Cuma tamatan SD KELAS III ngerasa kesulitan bikin surat. Tapi mereka ingin buat tuan farid itu suratnya  perfeck. lalu dua pembantu yg  jadi TKW di Malaysia puluhan tahun itu  dan udah dikenalkan ama DUMAY itu browsing di internet. Dan menemukan contoh surat. Setelah dicopas contoh  itu lalu diganti dengan tulisan tangan dan diganti nama untuk senior (wah kreatif juga hha). ,...tulis Jamilah ampe nitik air mata saking menghayati isi surat yang dibuatnya.  hmm lega sudah dua pembantu itu lalu memasukkan surat tersebut di dalam amplop. Tak KETINGGALAN cap bibir disertakan pula .

         Terdengar  rintik air hujan di luar rumah bertingkat itu menambah suasana melow. Dan Farid sendiri lagi enak-enak main PS. Tapi kegiatannya segera berahkhir ketika ayahnya  masuk kamar dan ngasih dia ultimatum untuk belajar. Farid nurut, dia duduk di kursi belajar, membuka buku, lalu tertidur karena gak kuat dengan materi isi buku itu. Dan rintik air hujan menjadi deras, dan malam makin larut dan sunyi.

       Visualisasi malam yang gelap perlahan berubah menjadi terang dan sangat terang , cerah dan sangat cerah. Sinar matahari berkilauan menyilaukan di antara dedaunan basah   di pinggir jalan.  Terlihatlah sekumpulan anak-anak berpakaian seperti pengemis berlari-lari kecil bagai tentara yang sedang latihan keras. Maaf maksudnya, seperti pengemis dan juga seperti orang aneh,  karena celana mereka robek-robek dan mereka pake topi SD segala. Yap, mereka adalah peserta MOS dari SMA Sewon. Terlihat  spanduk yang dibawa  senior di barisan depan berkibar membuat orang di pinggir jalan menengok menonton mereka. Mereka melakukan outbond di sawah di sekeliling sekolah.
Marik kita lihat dua tokoh kita yang bikin penasaran pembaca itu. Gugun dan Amir  tersembul di antara barisan kedua pelajar dan derap langkah sepatu para junior.

          Mereka terlihat berbincang serius. Yap, dari hasil nguping. Mereka sedang diskusi tentang tugas yang diberikan senior selama perjalanan ke sawah. Yaitu ngumpulin permen kopikok. Ohh, satu pun mereka belum nemu barang yang udah lumanyan langka itu. Hanya bebarapa pelajar yang berhasil ngumpulin bungkus permen, bahkan saking ketatnya persaingan. Mereka ribut waktu nemu bungkus di tanah yang mereka kira  permen kopikok, tapi ternyata adalah bungkus shoftek. Lalu jadilah mereka lari ketakutan.
      “Aku ada akal !”  Bisik Farid tiba-tiba yang hari ini terlihat agak cerdas. “Bagaimana kalau kita beli di warung aja, kita makan lalu bungkusnya kita simpan, he. Pasti senior ngira bungkus itu adalah sampah permen yang kita ambil.”

        Mendengar ide rusuh dan bulus Farid, Gugun dan Amir tersenyum. Mereka pikir itu ide cemerlang daripada mereka gak nemu bungkus permen dan dihukum senior. Mereka beruntung di jalan ada warung yang jualan permen kopikok. Mereka memborong permen tersebut dan memakan isinya dan menyimpan bungkusnya.  Mereka waktu itu betul-betul sedang beruntung karena senior gak lihat perbuatan curang mereka. Gugun, Amir, Farid dan teman mereka dalam satu barisan  tertawa terkekek karena udah berhasil ngibulin senior dan mereka gak dihukum.

        Sekarang peserta MOS udah sampai di lokasi outbond yaitu di daerah persawahan penduduk. Mereka ngumpul di tengah sawah. Senior berdiri di tengah peserta MOS. Para Junior duduk melingkar di tanah berlumpur dan becek. “Adik-adik tercinta dan kami sayangi, sekarang waktunya kalian keluarkan kado dan surat cinta yang udah kalian buat !” perintah Kak Jihan selaku ketua senior dan presiden OSIS SMA Sewon itu.
          Dengan  malu dan gemetar  takut salah, para junior perlahan ngeluarin kado dan surat cinta dalam tas mereka. Satu persatu mereka ngumpulin kado dan surat cinta ke tangan senior. Waktu ini adalah giliran pembacaan surat cinta. Dan  Kak Danang membacakan surat dari Farid. Begini isi surat dari Farid..


Hi Kak Senior, together this letter I give know you. (hai Kak Senior, bersama surat ini aku memberitahumu) I Want cut connection us.(saya ingin memutuskan hubungan kita) I think very cook cook all. (saya pikirkan masak-masak semuanya) I know love my only clap half hand (saya tahu cintaku hanya bertepuk sebelah tangan) Correctly I have see you play fire with a women entertainment at town with my eyes head alone (sebenarnya saya telah lihat kamu bermain api dengan wanita penghibur di kota dengan mata kepala saya sendiri) You always ask sorry back back river
(kau selalu meminta maaf berulang kali) River that I forgive you, but this river, I you corect corect hurt my liver. (Kali itu aku maafkan kamu, tapi kali ini kau benar benar menyakiti hatiku) You eyes drop tears crocodile (matamu mencucurkan air mata buaya) You correct correct a man crocodile land (kau benar-benar lelaki buaya darat) So I cut connection and pull body from love triangle this (jadi, saya putuskan hubungan ini dan menarik diri dari cinta segitiga ini) I cry night-night until no there is eye water more thinking about your body(saya menangis bermalam-malam sampai tidak ada lagi air mata  memikirkan dirimu) I not want sick my liver for 2 river (saya tidak mau sakit hati untuk kedua kalinya)

Safe walk Kak Senior
(selamat jalan Kak Senior )

From your fruit liver
(Dari buah hatimu)

Jamilatun Lion on the Table
(Jumilatun  Singodimejo)


Hha pengarang ampe ketawa SENDIRI kalo ngebaca surat itu... Gile bener, pake bahasa inggris pula. Tapi surat itu berisi surat putus dan isinya amburadul bangett...padahal senior kan nyuruh junior buat surat cinta tapi itu SURAT PUTUS....ahakahahah.


WAH WAH BAGAIMANA REAKSI SENIOR SETELAH BACA SURAT YANG DIBIKIN JAMILATUN ITU..

terima kasih...

Tuesday, 12 August 2014

MOS HARI KETIGA (mos seram 12)

MOS HARI KETIGA, DENDAM KESUMAT SENIOR

Dan esok harinya Gugun dan Amir senang bukan kepalang. Mereka gak kena hukuman. Mereka yakin itu adalah balasan dari kesungguhan mereka ngikutin MOS dan juga karena tekad  dan semangat mereka belanja barang MOS.

Sementara itu di ruang antrian pemeriksaan barang di pelataran  SMA Sewon Kidul. Yona terlihat berjalan dengan santai. Dia pakai topi pot tapi dia gak bawa tas karung goni.

 “Gila ! berani sekali.” Bisik junior yang ngantri di depan dan di belakang Yona.

 "Aiss, pasti dia dapat hukuman berat." Yakin para junior. 

"Itu kan cewek kemarin yang melawan ama senior."  Bisik seorang junior cowok pada teman sebelahnya. Yang dibisikin  cuma ngangguk aja.

“Ini pot bekas tanaman yak !?” sembur senior Kak Jihan dengan wajah murka sambil nunjuk pot di kepala Yona waktu giliran Yona diperiksa barang-barangnya.

“Yap ! Ini pot katkus tetangga, aku pinjem tadi pagi !” Enteng Yona. 

Gubrak !! Kak Jihan konstan terjungkal. Kaget  bukan kepalang  dengan kata-kata Yona yang tidak menyisakan nada takut-takut apalagi gemetarnya.

Kak Nana dan Kak Danang tiba-tiba mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga ketua osis itu. Kak Jihan pun ngeh dan bertanya lagi pada Yona. “Mana barang bawaan kamu?” Nada suara Kak Jihan terdengar lembut. Gak ada marahnya. Junior di belakang Yona merasa heran banget.


“Aku gak bawa barang bawaaan, Cuma terasi ini aja, tadi aku ambil di dapur ibu !”  Ketus Yona sambil ngeluarin plastik bening berisi benda berbau busuk itu.

 Kak Jihan terjungkal gubrak lagi. Tapi dia mencoba sabar. Dia berdiri dengan geragepan sambil meraih meja yang goyang dan dia mempersilahkan Yona masuk ke SMA Sewon dengan selamat melewati gerbang pemeriksaan. Yang berarti Yona lolos dari hukuman.



Yona gak dihukum?? Kok bisa dia gak dihukum ??????? 

Gugun dan Amir mandang Yona di kejauhan dengan heran plus bingung kuadrat.  Sementara yang lain pada kena hukuman gara-gara masalah sepele seperti bawa telur kurang satu aja dihukum lari-lari ampe dua putaran bahkan ada yang skott jump, ada yang disuruh guling-guling segala, sementara Yona yang udah sembrono dan bersikap menantang itu diperlakukan aman-aman aja. Aneh ! betul -betul aneh. Batin Amir dan Gugun bergemuruh.

Yona melintas di depan dua trio Kwik Kwok itu. Yona mencibir. “Persahabatan kita putus !!” Tegas Yona sambil ngacir pergi meninggalkan dua sohibnya tersebut.


Gugun dan  Amir melongo gak nyangka Yona akan berkata seperti itu. Kedua cowok itu belum sempat memilih mengambil sikap apa dengan keputusan Yona. Mau marah, benci, sedih, galau, atau apa. Yang jelas mereka heran . Dan  keheranan mereka dibuyarkan oleh kedatangan seorang cowok bertopi yang mengaku sebagai wartawan radio lokal.

“Hai, aku reporter magang di radio bintang .....mau mewancarai MOS di tempat kalian. Kelihatannya seru banget dan lucu deh...kalian begitu amazing pake aksesoris yang gila heheh...apa kesan kalian tentang MOS ?” riang cowok itu sambil nyodorin hp perekam suara.

Gugun dan Amir saling pandang. Terssenyum dan bingung. Mereka bangga juga diwawancarai tapi ketika mau jawab pertanyaan reporter remaja tersebut, senior keburu datang mencekal tangan reporter  itu. Reporter itu berontak. “Lepaskan aku..!!” 

Reporter itu diseret dengan paksa keluar dari kawasan SMA Sewon Kidul dan di belakang sekolah tepatnya di sawah. Reporter itu dibully. “Reporter ndeso ! ngapain ke SMA Sewon, udah ga nemu gosip lagi yah !! udah gak ijin  !! ngeloyor masuk gitu aja ke dalam sekolah !!”  Senior Galih menimpuk kepala  reporter yang bernama Doni itu dengan lumpur.




 Doni dikeroyok empat senior. Dia gak bisa melawan waktu celana jeansnya dipelorotin  hingga kelihatan celana kolornya doang. Lalu rambut dan wajahnya dilumuri lumpur sawah. Setelah itu hpnya dijeburin ke lumpur sawah. Setelah puas menyiksa Doni, Para senior yang udah kesetanan itu tertawa tralala  lalu pergi ninggalin Doni begitu saja sendirian.

 Doni menangis terisak. Dia  merangkak di tengah lumpur sawah. Dia merasa dirinya yang ganteng luar dalam udah penuh lumpur. Dan dia merasa terhina dan marah. Doni menyeka airmatanya. Perbuatan senior padanya udah membuat dia gak punya harga diri , dan seketika wajah riang Doni  lenyap. Tapi dia tak bisa berbuat apa-apa. Selama satu jam dia ngubek-ubek lumpur mencari hpnya yang ketilem di lumpur.

Acara MOS setelah sholat dhuhur di masjid adalah siang keakraban. Siang kearaban diisi dengan mengoleksi tanda tangan senior. Dan untuk mendapatkan tanda tangan itu bukanlah hal yang mudah. Para senior menggunakan syarat yang aneh-aneh. Tapi, justru itu bikin para junior tertantang. Apalagi ada iming-iming hadiah bagi pengoleksi tanda tangan terbanyak akan dapat hadiah.




Para pembaca mungkin bingung dengan syarat aneh yang disebutkan oleh pengarang. Kak Danang memerintahkan junior untuk mencabuti rambutnya untuk mendapatkan tanda tangannya. Bukankah itu aneh ? ; Meski para junior takut dan keki tapi tetap mencabutin juga demi sebuah tanda tangan, alhasil kepala Kak Danang sedikit botak karena ulahnya sendiri. Lalu  syarat yang lain lagi datang dari Kak Teguh , dia menyuruh junior goyang inul  . Yang paling heboh ternyata goyangan Farid sehingga dia dapat aplaus dari teman sekelas dan dia juga mendapat tertawa ngakak terbanyak. Tapi meski malu tapi Farid puas goyangan ngebornya berhasil membuahkan tanda tangan Kak Teguh sepupuya yang paling nyebelin itu.




Syarat yang kreatif datang dari Kak Nabila. Kak Nabila nyuruh junior ngaji, dan yang dapat tanda tangannya terbanyak adalah Amir karena dia ngaji ampe satu jus.  Kak Nabila kagum dengan suara Amir yang emang bagus seperti qori.  Kak Jonathahn lain lagi, dia nyuruh junior  menuntun dia kelililing lapangan, dia pura-pura jadi orang buta...huff syarat yang aneh.

Lalu yang gak kalah ramai adalah di kelas Kak Nana. Dari luar ruangan terdengar  lengkingan dan nada-nada orang nyanyi lagu yang lagi hit.   Kak Nana mensyaratkan junior menyanyi demi mendapatkan tanda tangan cantik darinya. Kali ini Yona maju ke depan. Dia menyodorkan buku untuk meminta tanda tangan.

 “Nyanyi dulu dong, dek !”  Kata Kak Nana sambil menebarkan senyum. Dia ngerasa senang  dapat tontonan lucu dan hiburan gratis dari junior  dan dia bagaikan juri idol dan dia berhak menghina bagi junior yang bersuara jelek atau  hancur .

Yona yang ngerasa gak bisa nyanyi berkata “Aku gak mau nyanyi !”

Gubrak. Kak Nana terpelanting ke bawah meja karena kaget.

“Gak nyanyi gak dapat tanda tangan !” Ancam Kak Nana yang ngerasa kewibaaannya jatuh gara-gara sikap mbeleng  Yona.

Yona terdiam.
Yona  mematung.
Dia memandang mata Kak Nana tanpa ada rasa takut, tentu saja membuat Kak Nana keder.
sementara di belakang Yona , puluhan siswa menyaksikan  reaksi Yona selanjutnya. Mereka menunggu sampai tarik nafas panjang.

"Gak mau kasih tanda tangan ya udah !"  sinis Yona
Yona meraih bukunya di meja  Kak Nana dan berbalik keluar dari ruangan meniggalkan senior Nana yang keheranan sekaligus emosi.

“Bawa dia ke ruang penyiksaan !” Perintah Kak Nana pada Kak Jonathan selaku parnernya di ruangan itu.

“Ruang penyiksaan apaan ?” Tanya Kak Jonathan bingung garuk garuk kepala.

“Pake tanya segala !” marah  Kak Nana yang udah merasa dibuat senior bloon di hadapan junior.

“Ruang apaan sih ?”  tanya Kak Jonathan  penasaran.

 “Ruang PMR, atu ruang PKS atu ruang WC,  bego  !!  ruang khusus maksudnya !!”  ulang Kak Nana kesal dan panik,sambil ngelirik ke  bebarapa junior yang bisik-bisik dan mulai mandang remeh pada senior. 

Uhhh..Kak Nana kesal. Dia menyeret tangan Jonathan dan lari mengejar Yona. Biang kerok bagi senior itu terlihat  berdiri santai di depan ruang kepala sekolah. Kak Nana dan Jonathan mendadak mengerem kakinya. Niat mereka hendak melabrak Yona diurungkan karena Yona memberi signal buruk, yaitu seperti mau ngelaporin perbuatan mereka pada kespek kalau mereka macam-macam.

Yaudahlah. Kedua senior itu mundur teratur grak dan kembali ke ruangan senior. 

Acara peraih tanda tangan terbanyak diraih oleh Sandara yang menjadi juara. Bagaimana gak jadi juara dia dapat kemudahan tanda tangan yang tak terkira. Dia gak dapat syarat aneh-aneh seperti teman-temannya, dia cuma disuruh cium tangan semua senior lalu dia dapat tanda tangan melimpah dari senior alhasil dialah pemenangnya dan mendapat hadiah coklat satu karung.


Jam dua siang. Acara selanjutnya adalah cukup menghibur yaitu lari berpasangan. Untuk mengetahui pasangan lari mereka, ada undiannya. Gugun membuka kertas undiannya dan dia dipasangkan dengan Cici Ciput. Cici Ciput melotot ketika mendengar namanya dibacakan Gugun di kertas undian itu.  Dia melengos seperti tak sudi berpasangan dengan Gugun. Teringat insiden lele keriting di pasar Brotoyudon yang memalukan itu. Gugun pun merengut gak suka dipasangkan dengan cewe berpipi tembem itu. Tapi apa daya itu udah peraturan dari senior.

Lalu giliran Sandara mengambil lintingan kertas di toples dia membuka kertas undian dan dia membaca keras-keras tulisan kertas itu. Dan seperti arisan saja, Sandara memekik. F-A-R-I-D !!  Dia dapat Farid?! Seisi kelas pun kayak protes, akhirnya undian itu dibatalkan secara sepihak oleh Kak Senior Galih.

Ohh Farid selalu sial, padahal dia udah seneng banget dapat pasangan cewek tercantik di SMA Sewon itu. Amir lebih mujur, dia dapat pasangan cewe yang dia baru kenal di kelas itu. Lalu Farid bagaimana  ?  setelah gagal dengan Sandara, dia dipasangkan dengan cowo karena udah ga ada lagi cewe di kelas itu HAHAHA..uggh Farid kesal banget ama pengarang yang selalu bikin dia kurang beruntung di cerita ini.

Ya sudahlah, acara lari itu berlangsung seru buanget tapi gak ada juaranya. Dan acara seru-seruan terus berlanjut ke acara lomba makan kerupuk dan tarik tambang antar kelompok. Tapi acara itu dibatalkan karena jam udah mefet. Acara dilanjutkan dengan pemilihan mas dan mbak MOS. Acara terkesan terburu-buru karena memang udah melanggar jam, dan karena hari ini dijadwalkan adalah MOS terakhir. Mungkin nanti ada acara penutupan MOS.

Acara mas dan mbak MOS diisi peragaan busana dengan seragam sekolah terkeren. Dan dimenangkan oleh Renando dan Sandara. Mereka dapat nilai tertinggi dengan sorakan teriuh dan  terbanyak. Wajah Mereka banyak dipuji karena bak pasangan selebritis muda seperti Nikita Willly dan Bara....(halah !)

Acara super menghibur itu,...diakhiri dan  dilanjutkan dengan ceramah oleh wakil kepala sekolah. Peserta MOS duduk melingkar di lapangan SMA Sewon. Suasana mendung, tapi udaranya, dan angin bertiup kencang membuat dingin tubuh mereka. Wajah mereka udah capek, sangat tertekan dan juga lapar. Bayangkan dari pagi , mereka belum makan. Yeah, cuma makan snak, sementara dus ayam panggang udah disetor ke sekretariat senior.  Dan sampai sekarang mereka belum dapat giliran buat makan siang. Cuaca yang kurang bersahabat dan udara yang sepoi membuat cacing perut para junior berdemo...,minta diisi.

“Kita ke kantin aja yuuk.?” ide Amir yang udah gak tahan menahan lapar.
Gugun menganguk. Dia mengajak lima teman di sebelahnya buat menyelinap keluar dari barisan dan ke kantin. Kelima teman itu menjadi buntut Gugun dan Amir. Sampai di kantin mereka memesan bubur ayam dan langsung melahap gorengan di piring. Tapi kegembiraan mereka cuma sekejap , seorang senior yang melihat mereka  langsung meringkus dan menyeret mereka ke ruang di belakang kelas. Mereka dibentak-bentak.


“Sekarang makan pete yang ada di leher kalian ampe habis dan juga trasi yang kalian bawa itu !"

" itu adalah makanan buat junior yang melanggar aturan ! kalian tahu kan makan di kantin selama penyamnpaian materi adalah pelanggaran berat !”  ceramah senior.

ketujuh junior itu mengangguk pasrah menatap sepatu dan lutut mereka gemetaran.

Junior gak bisa ngelawan perintah senior. Sebelum senior lebih bengis lagi,  mereka segera mengupas kulit pete lalu melemparkan isi pete ke mulut. 

LIma menit, sepuluh menit, Amir dan Gugun yang alergi pete itu  mulai hoak-hoak. mereka kelihatan sengsara  menerima hukuman itu, tapi tidak dengan Farid, dia nampak antusias. ketika diperintahkan menelan pete,  Farid langsung menyambar pete di leher Amir dan Gugun, lalu melempar pete ke mulutnya.

 Senior gak memperhatikan pete itu habis dilahap  Farid yang emang maniak pete sejak bayi. 

Farid senang dapat hukuman makan pete bahkan bisa membantu Gugun dan Amir dari keracunan pete. Tapi makan terasi ???  Huugg dia gak tahan. Alhasil ketika ketujuh anak itu dipaksa makan trasi, akhirnya mereka kompakan  pusing-pusing lalu pingsan secara masal.

Dengan sigap dan berderap anggota regu  PMR  tergopoh-gopoh mendatangi mereka, datang menggotong ketujuh junior malang  itu ke UKS dan menyelamatkan mereka dari pingsan .


Sementara itu sayup-sayup terdengar pidato  di sound system. “Karena MOS hari ini dapat apresiasi yang luar biasa dan pasti akan dikenang sepanjang masa dan membekas sebagai kenangan terindah, maka untuk menambah rasa penasaran kalian dan menambah kenangan kalian kan MOS maka MOS yang semula dijadwalkan cuma tiga hari ditambah satu hari !! besok adalah MOS out bond !! adik-adik MOS adalah hari kalian besok !!”  seru Kak Jihan penuh bersemangat lalu menyuruh junior tepuk tangan. Junior pada terjungkal gubrak. Gak nyangka MOS di tambah satu hari lagi.




bersambung.....

Saturday, 2 August 2014

HANCURNYA SEBUAH PERSAHABATAN (MOS SERAM 11)


hancurnya persahabatan dalam mos seram



     Dialah Septi Yohana Putri, cewek  atau bahkan manusia pertama di planet bumi yang berani membantah perintah senior di SMA SEWON KIDUL. Tapi efeknya dasyat juga, beberapa anak berbisik-bisik memuji dan memandang Yona  dengan takjub dengan sikap jagoan anggota trio kwik-kwok itu. Wow, pulang sekolah nama Yona langsung meroket. Tetutama di kelas satu F.   
    Yona berjalan pulang keluar dari gerbang Sewon Kidul. Dia baru keluar dari ruang khusus senior. Wajahnya nampak pias. Dia berhenti di pinggir jalan dan naik angkot facebook, bersama dua sohibnya Amir dan Gugun.
    Tapi lain dari biasanya tiga remaja SMA itu duduk terdiam seperti patung. Yap, Yona masih marah dengan sikap pengecut dua sahabatnya itu. Sementara Amir dan Gugun, menekuk kepala, masih merasa bersalah. “Maaf, “ guman Amir dan Gugun berulang kali.
     Yona masih njeplem  dan seperti gak sudi mandang dua cowok itu.
    “Bener-bener maaf, apa pun yang senior lakukan sama kamu di ruang khusus, kami mau kok bertanggung jawab !” Polos Amir. Yang langsung dapat hadiah tamparan lima kali lima oleh Yona. Ampe pipi Amir ada cap jarinya  Yona.
   “Aku gak diapa-apain tahu !? pikiran kalian aja yang gak senonoh.! .aku aku...Cuma kesaaal...karena mereka gak ngapa-ngapain aku....!!”
   “Maksud kamu ??”  Amir dan Gugun kompak melompong mulutnya.
   “Maksudku, aku gak diapa-apakan, aku gak dihukum ! jadi kita cuma dikerjain !” Kata Yona dengan tatapan mata berkaca-kaca dramatis. Lalu secara perlahan, dia membawa para pembaca ke visualisasi saat berada di ruang khusus senior.

    Waktu itu setelah Yona  melakukan protes yang fonumental itu, Yona diseret tangannya oleh dua senior ke ruang khusus. Yona sedikit menjerit-jerit karena takut. Dengan gerakan slow motion dia melambai tangannya pada dua sohibnya, tapi Gugun dan Amir cuek bebek. Yona tahu dua sohibnya itu takut dan gak punya kekuatan buat lawan senior, Yona diarak keluar dari kelas satu f.   Tangan Yona  dicekal Kak Teguh dan Kak Nana,  dan Yona tiba-tiba terbayang kata-kata Pak Kebon. Yah, Pak Kebun  aneh itu  mengatakan dan  memperingatkan tentang MOS seram dan  mayat junior yang dipendam di kebun belakang. Seketika wajah Yona pucat, dia memohon agar dilepaskan.
    Sungguh pemandangan yang kontras gak seperti waktu dia di dalam kelas satu eff.
   “Kaak, lepaskan aku,..jangan bunuh aku,..aku minta maaf,..aku mau makan itu permen persahabatan dech,...maaf kak ! aku masih punya cita-cita ingin jadi menteri peranan wanita yang paling ngetop, aku gak ingin mati  gara-gara MOS gila ini !!”  Yona menitikkan air mata karena saking sedih dan putus asa. Terbayang nyawanya akan diambil, sementara senior menatap nya dingin dan bengis.

   Sampai di dalam ruang khusus itu yaitu ruang kerja anggota osis, dia melihat dua junior yang nyebarin brosur kursus dan kakak kelas yang misterius yang bernama Ka occ.
  “Hai apa kabar, selamat datang di ruang khusus !” sapa mereka sambil ketawa. Lalu Kak teguh dan Kak Nana ngeloyor meninggalkan ruang khusus itu untuk kembali bertugas. Dan tinggal lah empat orang yang berada di ruang itu. Yona dipersilahkan duduk di atas tikar, lalu dia mendapat dus snak berisi aqua, roti, dan kue lemper.
  Yona memakan snak itu sambil mandang heran pada tiga orang itu. Yona kayak orang yang udah tiga hari gak makan. Tapi sebenarnya dia gak lapar amat, cuma stress.
  “Jangan bertampang bloon gitu, Kamu bikin kami takut aja kalo pasang muka gitu ??”  kata Kak Occ sambil menggigit roti.
  Yona akhirnya mencoba tersenyum manis pada Ka Occ yang misterius tapi wajahnya imut dan lumayan kiut itu.
  “Aish, kalian kok bisa enak-enak kan di sini, aku kira kalian udah mati dihukum !”  Yona mengatakan keluguannya pada dua orang junior bertampang oportunis itu.
   Kedua cowok itu saling pandang.  “Gak mungkinlah mereka menghukum kita !” Kedua cowok itu  terkekeh. Sebenarnya MOS ini cuma sandiwara. Tapi sandiwara yang lumayan sadis. Tapi ingat kita bisa enak-enak di sini, karena kita udah tahu rahasia besar ini, kita jangan bocorkan ini, karena ini menyangkut reputasi dari senior !” Tambah cowok oportunis itu sambil menghitung brosur kursus yang udah berhasil disebarin ke kakak senior.
   “Kok bisa begitu ?!” Yona masang muka kaget.
  “Ya bisalah, coba bayangkan, dulu waktu aku kelas satu gak mau ikut MOS, prinsipku MOS cuma buang waktu dan cuma mo ngerjain junior aja..gue diancam kalo ga ikut MOS tetap ikut MOS tahun besok.tapi buktinya aku dibiarkan saja....aku gak ikut MOS juga ga diapa-apakan...jadi para senior itu cuma gertak sambal aja.Makanya dulu gue pas lihat elu, gue pengin ngomong ke elu,..gak usahlah ikut MOS, bilang aja elo sakit atau bikin alasan apa kek.” Jelas Kak Occ sambil senyum.
    Yona melongo. Dia bingung dengan kenyataan yang ada. Kenapa ada MOS sandiwara, kenapa ada kegiatan ngerjain. Apa gunanya ini ? kepala Yona pening dan merasa dunia berputar-putar. Dan Yona mengakhiri cerita flashbacknya. Lalu semua pembaca melihat Yona sekarang duduk diangkot bersama  dua anak bertampang nyebelin itu yaitu Gugun dan Amir.

    “Begitulah Gun dan Mir, jadi kita gak usah ikut MOS lagi aja, yukk ?”  kata Yona mengakhiri ceritanya yang dramatis dan fantastis itu.
     “Appa ?”  Gugun dan Amir   tercekat lalu saling paling pandang. Dia merasa ide Yona itu adalah ide gila. “Maksud kamu, kita boikot MOS gitu?!”
    “Yap.” Yona mengangguk.
     “Enggak..enggak dech...itu gilaa Yon !!”  pekik Gugun dan Amir.
     “ Kalian harus boikot MOS, bersama aku, kita bertiga trio Kwik Kwok jangan mau diperlakukan sembarangan oleh senior...pokoknya boikot...!”   sentak Yona sedikit memaksa dua sohibnya.
    Gugun dan Amir yang ngerasa Yona udah ngarang cerita itu gak mau nurutin ide Yona. Boikot MOS, apa kata dunia ? pikir Gugun dan Amir. Lalu ketiga anak itu bertengkar hebat di angkot. Bahkan Yona mengeluarkan jurus cakar rambut dan nipluk kepala Gugun dan Amir dengan tas dan bukunya. Dia marah besar karena dua sohibnya itu seperti ga percaya dengan omongannya.

   Mereka saling bertengkar,   hingga para penumpang terganggu dan memilih turun sebelum sampe tujuan , untuk menjaga hal buruk  akibat kelakukan tiga anak yang  berkelakuan seperti bar-bar  itu. Akibat pertengkaran di angkot itu, Yona rugi sendiri, dia gak sadar angkotnya udah lewat rumahnya sejauh 3 km. Alhasil Yona   turun dari angkot harus  naik becak untuk kembali ke rumahnya. @.@ Sementara itu Amir dan Gugun kena semprot sopir angkot because bikin penumpang ngacir ketakutan.


     Sampai di rumah, Yona menghempas pantatnya di sofa. Dia tiba-tiba berteriak histeris. Dia kesal. Dia murka dengan dua sohibnya itu dan juga dengan MOS. Dia udah ga semangat ikut MOS lagi. Dia membuka tasnya dan mengeluarkan secuil kertas berisi catatan daftar barang yang akan dia bawa besok. Dia membaca keras-keras  kertas tersebut.  “Topi pot, pete buat kalung, kucir lima belas, telur asin seratus !!!!”

      Huaah !!! Yona menjambak rambutnya sendiri. “Kesaall...MOS gila ! gue benci MOS !!” Yona nendang-nendang kaki meja dengan sepatunya sambil teriak-teriak. Yona gak sadar suara srigalanya sampai keluar rumah, dan terdengar sampai gedung kantor pos di samping rumahnya. Yang bikin pelanggan kantor pos pada gempar dan melongok ke jendela rumahnya  sambil berbisik astagfirullahalngadim.

     Oh ya kantor pos itu letaknya di sebelah rumah Yona. Sementara ayah Yona yang lagi kerja mukul stempel surat di kantor pos tetap tenang karena sudah hafal dengan kelakuan putri nomer bungsunya tersebut. Dia teringat waktu muda juga gitu. Bahkan dia lebih ekstrem dan lebih gak labil lagi yaitu kalau marah suka manjat pohon kelapa dan menjatuhkan kelapa ke tanah sehinga bikin onar orang rumah. Ehehe. Ayah Yona tersenyum sendiri mengingat masa mudanya itu.

   Sementara itu  tinggalkan sejenak Yona dan kepribadiannya itu ,  kita ke rumah Gugun. Di rumah sederhana itu Gugun lagi bingung plus pusing. Dia terhenyak di pinggir kasurnya. Dia menghitung uang budget buat MOS. Ya ampuun...gak tersisa sedikitpun. Wajah Gugun cemas. MOS masih satu hari lagi tapi dia udah gak punya uang. Bapak ngasih uangnya ngepas banget. Gugun pun maklum karena pekerjaan Bapak emang yang bikin uang harus dibagi rata banget. Hukum ekonomi Bapak adalah prioritas utama untuk belanja dapur Emak  dan adiknya,jadi budget MOS yang terlalu banyak adalah penghamburan ekonomi keluarga.

    Gugun gedeg-gedeg. Dia butuh pertolongan. Gugun berjalan berjinjit menuju ke dapur. Tak bersuara karena  takut nganggu adiknya yang lagi tidur di kamarnya. Sampai di depan pintu dapur, dia lihat emak lagi ngoreng tempe sambil nyanyi. Tapi nyanyiannya aneh gitu. Bukan lagunya Nia Daniatun atau lagu artis baheula, tapi lagu yang dinyanyikannya adalah lagu 7 Icon tapi yang ini syairnya beda banget yaitu tentang harga-harga dipasar yang merangkak naik.
“Ga..ga kuat...! ga ga kukuat ! harga daging naik seratus harga telur naik lima ribu....!” begitulah Gugun udah hafal dan udah gak kaget lagi. Gugun terhenyak di depan pintu. Diurungkan niatnya menyapa emaknya. Meminta pertolongan keuangan pada Emak adalah ide yang ga bijak. Pikirnya.


     Emak udah terlihat stress karena tekanan ekonomi apalagi ditambah dengan dirinya yang minta tambahan uang MOS, ntar Gugun  bisa dicekik ma emaknya.
    Huhuhu..Gugun melangkah lunglai kembali ke kamarnya lalu duduk di kursi sambil menjawil bibirnya dan berpikir. Dia memeras otak bagaimana caranya dapat uang.  Tiba-tiba MUNCUL BAYANGAN WAJAH KAU TAHU SIAPA TAK BOLEH di kepalanya dan terlihat wajah Farid tesenyum kepadanya. Yap. Dia harus menghubungi bank berjalan itu.

   Gugun meraih hp dan ngecall Farid. Yang intinya dia mau pinjam uang. Untung pulsa hpnya masih ada sisa lima menit gratis nelpon.
    “Oke, gua pinjemin elo, tapi  syaratnya, elu harus mbela gue kalo gue dibully.” Kata Farid di HP.
   “Baik, aku  akan bela low, sebenarnya kemarin aku juga pengin mbela kamu Rid, bayangkan kau dibully padahal itu bukan salah mu, itu adalah salah otak elu yang salah letak !!”
    Kata Gugun yang keceplosan dan berniat bukan untuk menghina. Tapi Farid jadi ngambek, dia ngerasa kata itu adalah ledekan buatnya.
   “Maaf...Rid, aku cuma becanda kok.” Kata Gugun keki di HP.
   Akhirnya Farid memaafkan dan berjanji akan pinjemin Gugun uang. Ternyata Farid yang terkenal berkarakter seperti preman itu mempunyai sisi sensitif yang manusiawi juga. Ihik. Beberapa pembaca langsung sms pengarang cerita ini dan mengatakan mulai jatuh hati ama karakter tokoh itu. Yang kadang nyebelin tapi menggemaskan ehehe..(halah !!) @.@


Lanjut...
MOS hari ketiga..
1.Topi pot
2.Tas karung goni, kucir lima belas, sepatu warna kuning
3.Dasi pete
4.Telur asin seratus, telur tidak asin dua puluh lima
5.Coklat bubuk sirun satu
6.Terasi
7.Dua dus ini ayam panggang jumlah tiga.

   Sore itu Gugun dan Amir  udah stand by di pasar Brotoyudon. Lebih awal gak kayak hari kemarin. Yap mereka pengin cepat beres  belanja Mos nya dan takut gak mendapatkan barang –barang untuk MOS. Mereka berjalan-jalan sambil ngeliat para pelajar   yang udah mangkal di pasar dari tadi pagi. Mereka bertemu teman satu kelas, dan juga tetangga kelas. Mereka saling bertatap mata dan melempar senyum. Tampang meraka nampak cape, dengan lingkar hitam di mata tapi masih ada sisa semangat. Gugun juga melihat Jamilah, Jamilatun pembantu  Farid,  terus juga Cici Ciput, tapi mereka gak lihat Yona.

    Apakah Yona masih ngambek gak mau ikut MOS. Gugun dan Amir saling bertanya dalam hati, tapi mereka terus saja melanjutkana aktifitas belanja. Mereka menyayangkan sikap Yona yang mudah marah itu.(@.@) Akhirnya keperluan belanja mereka udah selesai. Mereka pulang ke rumah dengan hati miris.


*
Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Entri Populer

  • Katanya ini adegan Dokter Ngawur dalam sinetron Indonesia
  • PENYIHIR BERPRESTASI

Blog Archive

  • ▼  2015 (35)
    • ▼  October (1)
      • KARENA WAJAH KITA TAK SAMA
    • ►  September (3)
    • ►  August (4)
    • ►  July (23)
    • ►  May (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2014 (94)
    • ►  December (8)
    • ►  November (6)
    • ►  October (12)
    • ►  September (5)
    • ►  August (6)
    • ►  July (12)
    • ►  June (9)
    • ►  May (7)
    • ►  April (3)
    • ►  February (12)
    • ►  January (14)
  • ►  2013 (29)
    • ►  December (16)
    • ►  November (8)
    • ►  September (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2012 (25)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (4)
    • ►  August (3)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (9)
  • ►  2011 (13)
    • ►  December (1)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  January (1)
Betapa mudah dan tak sadar menjadi sombong dan tidak iklas dalam beramal (kata mutiara)

Powered by Blogger.
Copyright 2013 CERPEN 5M - All Rights Reserved
Template by Mas Sugeng - Powered by Blogger